Anggota DPRD Kepri Tegaskan PPDB Bebas Milih Sekolah Sesuai Wilayahnya

0
99

Silabuskepri.co.id, Batam — Aturan yang menimbulkan carut marutnya Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dilingkungan SLTA secara khusus di SMA, SMK negeri di Batam membuat banyaknya anak anak berprestasi tidak bisa melanjutkan sekolah negeri yang mereka inginkan, pasalnya adanya sistim PPDB yang secara acak acakan menunjuk kemana calon siswa mendaftar tanpa melihat kondisi jarak dan juga keadaan calon siswa.

Hal ini disampaikan oleh wakil ketua, Komite informasi masyarakat (KIM) kota batam Parlin Sihombing kepada silabuskepri.co.id saat jumpa di salah satu warung kopi dibatuaji. Selasa 3 juli 2018.

“Ada beberapa anak anak kita yang tinggal di batuaji dan sagulung, yang mana anak anak berprestasi ini harus bersedih karena sistem PPDB mengharuskan mereka gigit jari untuk bisa melenggang masuk ke SMAN 5 Batam, soalnya sistem PPDB tahun ini tidak berpihak pada mereka, padahal mereka banyak yang berprestasi, hanya saja tidak diberikan ruang untuk bertarung di sekolah tempat tinggal mereka sendiri, dengan memberikan arahan yang tidak logika, yakni memberikan pilihan sekolah lain yang jauh dari tempat tinggal mereka, seperti SMA N 23 dan SMAN 3 Nongsa, sementara anak anak ini berdomisili di Batuaji/ Sagulung. Kebijakan ini membuat orang tua calon siswa bingung dengan aturan PPDB tahun ini.” ucapnya.

Akibat permasalah ini Parlin mengaku sudah melaporkan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau dan salah satu anggota DPRD KEPRI hanya saja belum mendapat jawaban.

“Saya udah lapor kepada Dinas Pendidikan Kepri dan anggota DPRD KEPRI bpk H, Irwansyah hanya saja belum mendapat jawaban. Saya berharap DPRD Kepri dan juga Dinas Pendidikan Kepri bisa memberikan penjelasan dan jalan terbaik akan nasib calon siswa baru” ucapnya

Hal yang sama juga disampaikan dan disesalkan oleh salah satu orang tua DS (46) yang mana sampai saat ini belum jelas kemana anaknya mereka sekolahkan dikarenakan adanya sistem PPDB yang terkesan menghalang halangi anaknya masuk dan bertarung ke sekolah tempat tinggalnya, harapannya kiranya anak mereka bisa diterima di SMAN 5 batam karna itulah pilihan terbaik yg memungkin terjangkau dari tempat tinggalnya.

Anggota DPRD Kepri, H, Irwansyah kepada silabuskepri.co.id mengatakan, bahwa tidak ada penolakan bagi siswa baru yang nilainya sesuai persyaratan, Dirinya juga mengaku calon siswa yang berdomisili di batuaji/sagulung bebas memilih sekolah di tempat tinggalnya.

“Calon siswa bebas memilih dimana melanjutkan sekolahnya sesuai zona wilayahnya” katanya saat dihubungi silabuskepri.co.id melalui WhastAppnya.
(P.sib).

LEAVE A REPLY