Ini Hasil Tatap Muka Walikota Batam dengan Wali Murid Terkait Siswa SD/SMP Yang Tidak Lolos Masuk Sekolah

0
154

Silabuskepri.co.id, Batam — Banyaknya calon Siswa Siswi SD dan SMP yang tidak lolos melanjutkan sekolahnya di sekolah Negeri di kecamatan sagulung menjadi permasalahan yang perlu secepatnya ditindak lanjuti oleh pemerintah kota Batam, khususnya Dinas Pendidikan kota Batam untuk mencari solusi terbaik.

Menanggapi permasalahan ini Camat Sagulung Reza Khadapy mengundang seluruh Perangkat RT/RW, Tokoh Masyarakat dan Wali Murid yang anaknya belum lulus di SMPN Dan SDN untuk bertatap muka dengan Walikota Batam Muhammad Rudi sekaligus mencari solusi akan nasib Calon siswa yang belum tertampung di Sekolah negeri di kecamatan sagulung, Kamis 12 Juli 2018 di Halaman SD 019 Perumahan Villa Mukakuning Kelurahan Tembesi, Sagulung.

Dalam sambutannya Walikota Batam Muhammad Rudi mengatakan, bahwa sesuai informasi yang didapat pihaknya bahwa sebanyak 1008 orang calon siswa SD Dan SMP di kecamatan sagulung tidak tertampung, yakni sebanyak 988 untuk SMP dan untuk SD sebanyak 20 orang.

Sementara itu kata Rudi, dirinya sudah memanggil seluruh Kepala sekolah swasta yang ada dikota batam, yakni sebanyak 250 sekolah untuk tingkat SD/SMP sekota Batam untuk rapat terkait banyaknya calon siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri.

Dikatakan Rudi, sekolah swasta juga mendapat dan BOS dan Intensif dan juga Mutu Pendidikan yang tidak jauh berbeda dengan sekolah Negeri.

“saya sudah rapat dengan seluruh kepala sekolah swasta yang ada dikota batam, khusus sekolah SD dan SMP terkait hal ini, dan mencari solusi bagi calon siswa yang tidak tertampung di Sekolah negeri” ucapnya.

Dia juga menghimbau masyarakat sagulung agar jangan percaya dengan orang yang mengatasnamakan Komite, LSM bahkan nama Walikota sendiri, untuk menjanjikan anaknya bisa diloloskan di sekolah negeri. Kehadirannya di tengah masyarakat selaku walikota pilihan rakyat untuk mencari solusi agar permasalahan bisa selesai.

“Saya hadir disini supaya permasalahan ini clear dan Jangan ada yang bermain belakang melalui abcd yang menjanjikan. Jika Ketahuan Saya Dist anaknya masuk sekolah negeri. Jangan main belakang, Saya datang supaya masalah clear. “Tegasnya.

Rudi memastikan tidak ada perintah untuk memungut uang sepeserpun dari masyarakat, jangan percaya dengan orang yang mengatasnamakan Komite, LSM bahkan nama Walikota sendiri, untuk menjanjikan anaknya bisa diloloskan di sekolah negeri. Pasalnya kata Rudi, dirinya datang dalam acara tersebut sebagai pilihan rakyat menjadi walikota batam untuk mencari solusi agar clear. Terkait informasi pungutan biaya penerimaan calon siswa SD dan SMP di kota batam, dirinya mengakui ada data di Polda kepri bahwa masih ada pihak yang mencoba mencari keuntungan terkait hal ini.

Rudi memberikan solusi untuk calon siswa yang tidak tertampung sebanyak 988 orang untuk SMP dan 20 orang untuk SD, dikatakannya diwilayah sagulung ada 8 SMP Negeri, Rudi memberikan saran untuk dibagi rata tidak melalui Zonasi tempat tinggal. Dia juga memberikan no HP dirinya untuk menerima laporan dari wali murid yang belum tertampung anaknya, dikarenakan Rudi memastikan akan memantau sampai masuk sekolah nantinya.

“saya meminta dalam proses belajar mengajar, kalau ada kebijakan sekolah yang tidak baik, silahkan dikasih tau sama pak camat dan disampaikan kepada walikota, jangan ribut di media.”pinta Rudi.

Alfian, ketua komite SMPN 27 kelurahan sungai pelunggut mengatakan Permasalahan disekolah disana adalah belum ada guru bahasa indonesia yang berstatus PNS.

Sedangkan untuk wilayah Tembesi
Untuk membuka SMP Negeri adanya lahan yang sudah disiapkan oleh LPM dan juga Ketua Komite,

Komite. SMPN 21. Sungai langkai dan sungai lekop mengajukan pembagunan Sekolah Baru untuk SMP, pasalnya ada lahan Fasum yang bisa dialihkan untuk pembagunan sekolah.

Sementara itu, Okta Riandri. Komite SD 013 N sagulung. Menjelaskan sebanyak 259 calon siswa yang mendafyar dan sesuai kapasitas hanya bisa ditampunh sebanyak 144 siswa dan sisanya tidak tertampung, pasalnya pembangunan dilantai 2 sekolah tersebut yang sudah hampir 1 tahun belum selesai juga, dalam hal ini Okta meminta kepada walikota batam untuk menyelesaikan pembagunan tersebut.

Muhammad Rudi saat diminta penjelasan terkait keputusan pertemuan tersebut setelah selesai acara, enggan memberikan memberikan komentar, pasalnya masih perlu dirapatkan dan menghimbau untuk menanyakan camat sagulung Reza Khadapy.
“Masih perlu dirapatkan yah… Silahkan tanyakan camat aja”cetusnya sembari langsung masuk kemobilnya.

Reza Khadapy dalam penjelasannya mengatakan, untuk mengatasi permasalah tersebut perlu penambahan 2 sekolah negeri untuk tingkat SMP di kecamatan sagulung, dengan cara untuk sementara menumpang di sekolah yang memiliki ruangan kosong, hanya saja nama sekolahnya sudah ada sampai pembangunanya selesai.

“tadi sudah ada keputusan, yakni penambahan Guru, Kelas dan juga Sekolah di kecamatan sagulung, intinya untuk saat ini anak anak kita bisa sekolah dulu, secepatnya akan diselesaikan” Pungkasnya. (P.Sib)

LEAVE A REPLY