Penderita Penyakit Jiwa dilingga 115 Orang

0
108

LINGGA –Silabuskepri.co.id, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonedia ( PPNI ) menyebutkan bahwa jumlah penderita sakit jiwa di Kabupaten Lingga hingga Tahun ini mencapai 115 orang. Hal itu diungkapkan IDI dan PPNI saat menggelar Workshop Penanganan  terkini Pasien Skizofrenia, yang di gelar pada hari  Senin dan Selasa  bertempat di Gedung Nasional Dabosingkep Kabupaten Lingga.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian dan Keluarga Berencana Kabupaten Lingga, dr. Muhammad Syamsurizal mengatakan, kegiatan ini sangat penting untuk digelar di Lingga. Hal ini mengingat data dari Dinas KPKB Lingga ada kurang lebih 115 orang pasien penderita kelainan jiwa yang harus menjadi perhatian pemerintah, khususnya tenaga kesehatan.

Sementara masih di tempat yang sama, Panitia penyelenggara kegiatan workshop mengatakan, kegiatan ini sendiri dilatar bekangi oleh tingkat kejadian gangguan jiwa atau penyakit gila di-lingga yang cukup tinggi, untuk di wilayah dabosingkep saja sedikitnya ada 54 orang penderita, selebihnya terdapat di daerah lainnya diwilayah kabupaten Lingga,

Seperti yang di ketahui selama ini, “paradikma orang gila dianggap berbeda dengan manusia lainnya, selalu mendapatkan perlakuan yang tidak layak.” ujar dr Indra

Ia mencontohkannya, “seperti yang masih usia sekolah dikeluarkan dari sekolah, yang bekeluarga di ceraikan, atau malah di pasung dan yang masih bekerja diberhentikan dari pekerjaannya” katanya

Tujuan pelaksanaan kegiatan ini untuk lebih mengenalkan kepada dunia kesehatan apa itu Skizofrenia, dan nantinya bagi mereka yang telah mengetahuinya mereka bisa menditeksi dini kejadian- kejadian seperti ini, diwilayah kerjanya masing-masing, Dengan terapi tepat nantinya pasien dapat disembuhkan.

Ada dua jenis kesembuhan bagaimana  penderita, yakni pertama, kesembuhan melalui penyembuhan medis dan menyembuhan sosial, jika penyembuhannya melalui medis maka penderita benar-benar sembuh. Jika penyembuhan sosial si penderita tidak lagi menganggu masyarakatnya ( sudah bisa mengurus diri sendiri )

Dalam kegiatan ini nasasumber  di datangkan dari Rumah Sakit Umum Pusat Angkatan Udara, oleh mayor Wahyudi, yang merupakan pakar sehatan jiwa.

Dan untuk pengobatan penderita saat ini sudah ada pengobatan terapi baru, dulunya pasien di berikan obat setiap harinya, untuk sekarang cukup hanya sekali dalam sebulan melalui suntik, ucap dr, Indra panitia penyelenggara Wokshop. (Su)

LEAVE A REPLY