Politeknik Batam Tolak Keras Radikalisme dan Mengutuk Aksi Terorisme di Indonesia 

0
55

Silabuskepri.co.id, Batam — Aksi teror Bom yang semakin menghatui masyarakat, mendesak Mahasiswa Politeknik Batam tidak tinggal diam, bahkan sebagai bukti generasi penerus bangsa,  warga mahasiswa politehnik Batam menggelar Aksi Penolakan radikalisme  dan Mengutuk keras  Terorisme di tanah air.

Dalam aksi tersebut seluruh komponen ke mahasiswaan turun kejalan dan membentangkan Spanduk bertuliskan “Seluruh Elemen Warga Kampus Politeknik Batam Mengutuk Paham Dan Aksi Radikalisme Dan Terorisme” dan juga puluhan spanduk berbagai tulisan yang di pegang para mahasiswa, Senin 14 mei 2018.

Adapun maksud dan tujuan aksi ini adalah,

1. Mengecam dan mengutuk Radikalisme dan Terorismem.

2. Islam tidak mengajarkan kekerasan.

3. Menyampaikan bela sungkawa kepada seluruh korban.

4. Mendukung penuh aparat mengusut tuntas pelaku teroris secepatnya.

5.Mengajak seluruh warga indonesia tetap tenang dan tidak terprovokasi.

6. Seluruh warga kampus menjunjung tinggi persatuan indonesia dan tidak menyebarkan isu dan berita yang tidak terverifikasi kebenarannya.

Zainudin dosen Politeknik dibidang MB.
Dalam orasinya menyampaikan bahwa
“kita (Mahasiswa) tentu prihatin, marah, kecewa, akan tindakan terorisme dan radikalisme.

Terorisme adalah kejahatan manusia yang tidak bisa dibiarkan di bumi pertiwi indonesia. Terorisme adalah kejahatan adalah agama Dan juga kejahatan untuk menghancurkan persatuan indonesia.

Lanjut Zai menjelaskan mahasiswa Bukan cukup melakukan aksi, hanya saja harus ada upaya terus nenerus dari kita untuk merubah pemikiran yang cenderung radikalisme.

” Kita harus bergerak dan bertindak dengan cara menyebarkan sikap yang toleran akan perbedaan indonesia. Mahasiswa punya tanggung jawab moral untuk mengingatkan teman temannya akan sikap tindakan akan peradaban yang toleran di indonesia dengan berbagai kegiatan.” ajaknya

Zai juga mengigatkan kepada Mahasiswa untuk melanjutkan Secara konkrit akan sikap yang toleran dan selalu memegang teguh kepada Bhineka Tunggal Ika.” imbuhnya

Hal yang sama juga disampaikan oleh Dosen Politeknik Muslim Ansory mengatakan bahwa, “Kami mendorong agar UU terorisme segera disahkan. Jangan sampai melebar luas dikarenakan sudah sangat mengkawatirkan akan keamanan indonesia.”

“Nantinya mahasiswa akan melanjutakan aksi yang lebih besar jika nantinya aksi teroris masih berlanjut.”tutupnya.

Salah satu mahasiswa RIJKY Sapriadi selaku presiden mahasiswa politeknik batam tahun 2018 mengatakan, bahwa seluruh masiswa yang tergabung dalam organisasi mahasiswa yang ada dipoliteknik batam ikut Menolak segala macam aksi radikalisme dan terorisme. Acara ini juga dilangsungkan dengan 1000 mahasiswa yang ikut berorasi,”katanya.(P.sib)

LEAVE A REPLY