Proyek Sarana Air Bersih Telan Dana Rp568 Juta, Belum Dinikmati Masyarakat

0
243

Lingga – SilabusKepri.co.id, sejumlah proyek pembangunan sarana dan prasarana sumber air bersih, tahun anggaran 2015 lalu di kabupaten lingga. dibeberapa tempat hingga masuk tahun 2017 ini belum dapat memenuhi kebutuhan air bersih seperti yang di harapkan oleh masyarakat.

salah satu proyek sarana dan prasana sumber air bersih dalam pantauan awak media ini, seperti yang terletak di lokasi desa seibuluh kecamatan singkep barat, proyek air bersih melalui dinas pekerjaan umum ( pu ) yang di peruntukan bagi masyarakat belum juga dapat dinikmati. dam tidak dapat menampung air karena mengalami bocor, dan dinamo mesin penyedor air juga mengalami rusak, padahal belum juga beroperasi.

anwar, warga dusun hulu, desa sungai buluh, jum’at ( 20-1/2017) mengatakan kepada media ini mengatakan, ” proyek air bersih yang dibangun di hulu desa sungai buluh oleh pemerintah melalui dinas pekerjaan umum ( dpu ), yang menelan anggran hingga rp 568.800.000 tahun anggaran 2015 lalu, belum dapat dinikmati masyarakat setempat. padahal tujuan utama dari pembangunan sarana dan prasarana air bersih atu air minum ini untuk memberikan kemudahan masyarakat mendapatkan air bersih, namun hingga tahun 2017 ini proyek pembangunan sarana air bersih ini belum dapat dinikmati masyarakat setempat.

alangkah ironisnya jika proyek dengan menhabiskan anggaran hingga rp568 juta tidak menghasilakn dengan baik.“nah ini namanya proyek buang buang anggaran,”kata

lanjut sumber, ” meskipun pembangunannya sudah rampung, namun hingga kini belum juga dapat mengaliri air ke rumah rumah warga, entah apa yang menjadi penyebabnya.
” kami sudah mempertanyakan dan melaporkannya kepada kepala desa, namun beliau mengatakan sudah di urus, lagi pula belum serah terima dari dpu lingga.” seperti itu ucap kepala desa kepada kami, ucap anwar.

kata anwar , setelah sekian lama tidak beroperasi,” malahan sekarang dinamo penyedot air tidak lagi berada di tempatnya, ada juga informasi dari warga setempat katanya, di ambil oleh kontraktornya, dengan alasan, di namonya hangus terbakar, lagi diperbaiki,

” dari sini saja sudah jelas barangnya tidak bagus, belum dapat dinikmati masyarakat, sudah rusak, dari fisik pembangunan sepertinya dikerjakan asal jadi, yang sekarang pecah dan bocor sehingga tidak bisa lagi menampung air” terang anwar.

tidak hanya sampai di situ, terkait ini kami juga perna mengadu ke lsm gema lingga, ” konon katanya siap membantu, realisasinya belum juga terpenuhi”.

selain anwar, pak budi ketua rw 03 warga desa yang sama, menambahkan,” pekerjaan ini menghamburkan dana pemerintah yang tidak ada manfaatnya, pihak kontraktor dalam pekerjaan ini, masa pemeliharaannya saja di biarkan begitu saja, dinas pekerjaan umum sendiri juga diam hingga sekarang, kami minta agar kejaksaan negeri lingga atau polres lingga mengusut pembangunan sarana air bersih tersebut,”ujar nya. (su/joe)

LEAVE A REPLY