Tertarik i23j , 4 Delegasi Investor Asing Kunjungi BP Batam

0
99
Perwakilan BP Batam bersama Kadin Kepri menerima kunjungan China Plastic Industry

Silabuskepri.co.id,  Batam — Sejumlah Perusahaan asing menaruh perhatian besar untuk bisa melakukan investasi di Batam dan merancang sejumlah kerja sama dengan BP Batam. Koordinasi awal dilakukan dengan melakukan kunjungan ke BP Batam guna bertanya lebih jauh tentang bagaimana prospek dan prosedur berinvestasi di wilayah yang strategis dilalui jalur perdagangan internasional di Selat Malaka ini.

Hal ini terlihat dari beberapa kunjungan investor yang hadir dalam waktu hampir bersamaan di Gedung Marketing Center BP Batam. Diawali dengan kunjungan investor asal Korea Selatan Sammyung Precision Selasa (20/4/18) yang hadir berjumlah 7 orang dipimpin oleh Mr. Jin Bongyoul, Senior Executive Vice President Group Sammyung Precision dan di fasilitasi oleh PT. Batamindo Investment Cakrawala.

Perusahaan Sammyung Precision Co, Ltd (Korea) sendiri adalah perusahaan khusus produksi yang membuat komponen-komponen sensor yang canggih. Lebih dari 90% produk dijual ke Jepang, Korea, dan pelanggan lainnya di Asia Tenggara. Perusahaan ini sangat berpengalaman dalam produksi dan manajemen dibidangnya.

Mereka menilai Batam sebagai kawasan yang strategis diantara Singapura dan Johor sangat cocok untuk dijadikan lokasi berinvestasi dengan fasilitas bebas pajak impor, mereka akan membawa komponen industri dan akan merakit komponen tersebut di Batam, fasilitas tersebut diakui dapat mendukung kegiatan industri mereka. Bahkan, dengan pertimbangan mudahnya perizinan melalui i23j, green channel, dan perpajakan mereka mengaku siap merelokasi perusahaan mereka dari China ke Batam.

Tidak hanya itu, hari berikutnya pada Rabu (21/3/18), 3 perusahaan hadir melakukan kunjungan ke BP Batam diantaranya Hyundai Engineering & Construction Co. Ltd asal Korea, Pengusaha Tiongkok yang tergabung dalam China Plastic Industry yang hadir bersama Kadin Provinsi Kepri, serta ASEAN-Japan Centre.

Perwakilan delegasi Hyundai, Suh Min Jong selaku Chief Representative, mengatakan ketertarikan kepada beberapa proyek yang akan dilaksanakan di Batam seperti : LRT, pengembangan Pelabuhan Batu Ampar, pengembangan bandara Hang Nadim, proyek jembatan Batam Bintan, Pelabuhan Tanjung Sauh, dan mengungkapkan ketertarikannya ingin menjadi bagian dalam proyek tersebut.

Sementara, sejumlah pengusaha Tiongkok China Plastic Industry yang bergerak dibidang daur ulang non-metal juga melakukan kunjungan dengan didampingi Ketua Kadin Provinsi Kepri Ma’aruf Maulana. Kunjungan awal ini bertujuan untuk berdiskusi dengan BP Batam terkait prosedur dan perizinan investasi industri dibidang daur ulang non-metal.

Ketua Kadin Provinsi Kepri Ma’aruf Maulana mengatakan sudah ada lebih dari 22 perusahaan dibidang ini yang mengungkapkan ketertarikan mereka untuk berinvestasi di Batam. Kemudahan i23j tak dipungkiri menjadi ketertarikan tersendiri bagi mereka untuk berinvestasi segera.

Diruangan terpisah, 9 orang pengusaha asal Korea, Laos dan Jepang yang tergabung dalam ASEAN Japan Centre, dipimpin oleh Hiroko Hashizume, Project Invesment Division, melakukan studi banding dan ingin mengetahui perkembangan industri dan investasi di Batam. Mereka sangat tertarik dengan kondisi perkembangan yang ada di Batam terutama Mal Pelayanan Publik, karena menurut mereka sangat bagus sekali untuk di kembangkan di negara mereka, adanya program i23J dalam waktu 3 jam kita dapat menyelesaikan 8 perizinan yang sangat memudahkan investor.

Kunjungan ini diterima oleh, Kepala Biro Pengembangan Manajemen Kinerja Purnomo Andiantono, Direktur Lalu Lintas Barang Tri Novianta, Plt. Direktur Pemanfaatan Aset Dendi Gustinandar dan sejumlah pejabat subdit promosi di gedung Marketing Center BP Batam.

Purnomo Andiantono yang sering disapa Andi mengatakan “suatu kemunculan yang bagus, kehadiran perusahan-perusahaan ini, (apabila terealisasi) nantinya sudah mulai terkumpul dari suppliernya, produsennya, kemudian produknya yang siap ekspor”, ujar Andi.

Andi menambahkan, Kemudahan i23j tak dipungkiri menjadi ketertarikan tersendiri bagi mereka untuk melakukan ekpansi dan berinvestasi di Batam. Mereka terlihat serius karena sudah menanyakan terkait bagaimana mendapatkan izin, tenaga kerja, dan perpajakan. (hms)

LEAVE A REPLY