Menjaga Arah Pembangunan, Memperkuat Fondasi Kepri Maju, Makmur, dan Merata
Advertorial
Satu tahun bukanlah waktu yang panjang dalam perjalanan pembangunan sebuah daerah. Namun dalam kurun waktu tersebut, arah kebijakan, keberanian mengambil keputusan, serta kemampuan membangun sinergi menjadi faktor penting yang menentukan laju kemajuan daerah.
Sejak dilantik Presiden Republik Indonesia pada 20 Februari 2025, pasangan Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, terus mengonsolidasikan berbagai program pembangunan dengan satu tujuan besar, yakni mewujudkan Kepri yang Maju, Makmur, dan Merata.
Di tengah dinamika ekonomi global, tantangan fiskal daerah, serta karakteristik wilayah Kepulauan Riau yang tersebar dan berbatasan langsung dengan negara tetangga, kepemimpinan Ansar-Nyanyang menunjukkan komitmen untuk menjaga kesinambungan pembangunan sekaligus mempercepat berbagai program strategis yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Pertumbuhan Ekonomi Kepri Melaju
Salah satu indikator yang menjadi perhatian publik adalah pertumbuhan ekonomi daerah.
Pada tahun pertama kepemimpinan Ansar-Nyanyang, pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau tercatat mencapai 6,94 persen, menjadikan Kepri sebagai salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumatera dan berada di jajaran atas secara nasional. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh meningkatnya investasi, sektor industri pengolahan, perdagangan, transportasi, serta kunjungan wisatawan mancanegara.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa Kepri tetap mampu menjaga daya saingnya sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional yang strategis, terutama karena letaknya yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia.
Bagi Ansar dan Nyanyang, pertumbuhan ekonomi bukan sekadar angka statistik. Pertumbuhan harus mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat kesejahteraan rakyat.
Infrastruktur dan Konektivitas Tetap Menjadi Prioritas
Sebagai provinsi kepulauan dengan ratusan pulau yang tersebar, konektivitas menjadi urat nadi pembangunan Kepri.
Karena itu, pemerataan pembangunan infrastruktur dan peningkatan konektivitas antarwilayah menjadi salah satu prioritas utama pemerintahan Ansar-Nyanyang. Berbagai program pembangunan pelabuhan, akses transportasi, sarana penunjang konektivitas antar-pulau hingga penguatan infrastruktur dasar terus menjadi perhatian pemerintah provinsi.
Kebijakan ini tidak hanya bertujuan mempercepat mobilitas masyarakat, tetapi juga membuka akses ekonomi baru bagi wilayah-wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan konektivitas.
Fokus pada SDM dan Pelayanan Publik
Pembangunan tidak hanya berbicara soal jalan, pelabuhan, atau gedung.
Ansar-Nyanyang meyakini bahwa kekuatan utama Kepulauan Riau berada pada kualitas sumber daya manusianya.
Karena itu, peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, penguatan karakter generasi muda, serta peningkatan daya saing tenaga kerja terus menjadi bagian penting dari agenda pembangunan daerah.
Di saat yang sama, reformasi birokrasi dan digitalisasi pelayanan publik terus didorong agar masyarakat memperoleh layanan yang lebih cepat, transparan, dan akuntabel.
Komitmen terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih dan berbasis teknologi menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Menjaga Harmoni dan Identitas Melayu
Di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi dan investasi, Ansar-Nyanyang tetap menempatkan nilai-nilai budaya dan keagamaan sebagai fondasi pembangunan.
Kepulauan Riau bukan hanya daerah industri dan perdagangan internasional, tetapi juga tanah Melayu yang kaya akan sejarah, budaya, dan nilai-nilai religius.
Karena itu, berbagai program pembinaan keagamaan, pelestarian budaya Melayu, penguatan kerukunan umat beragama, serta pembangunan karakter masyarakat terus mendapat perhatian pemerintah provinsi.
Pembangunan yang maju, menurut Ansar-Nyanyang, harus tetap berakar pada identitas daerah dan nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat.
Sinergi untuk Kepri Masa Depan
Keberhasilan pembangunan tidak mungkin dicapai oleh pemerintah semata.
Ansar Ahmad dan Nyanyang Haris Pratamura berulang kali menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta seluruh elemen masyarakat dalam membangun Kepulauan Riau.
Melalui semangat sinergi tersebut, berbagai program pembangunan terus diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mempersiapkan Kepri menghadapi tantangan masa depan.
Kepemimpinan yang Dekat dengan Masyarakat
Di berbagai kesempatan, Ansar Ahmad dikenal sebagai sosok yang aktif turun ke lapangan, berdialog dengan masyarakat, mendengar aspirasi, serta memastikan program-program pemerintah berjalan sesuai harapan masyarakat.
Sementara Nyanyang Haris Pratamura dengan latar belakang dunia usaha dan pengalaman politiknya turut memperkuat berbagai upaya percepatan pembangunan dan penguatan ekonomi daerah.
Kombinasi pengalaman pemerintahan dan pendekatan kolaboratif inilah yang menjadi modal penting dalam mengawal perjalanan pembangunan Kepulauan Riau lima tahun ke depan.
Menuju Kepri yang Semakin Maju
Perjalanan masih panjang. Tantangan pembangunan masih banyak. Namun satu tahun pertama kepemimpinan Ansar Ahmad dan Nyanyang Haris Pratamura telah memberikan fondasi yang kuat bagi keberlanjutan pembangunan Kepulauan Riau.
Dengan pertumbuhan ekonomi yang terjaga, pembangunan infrastruktur yang terus bergerak, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan pelayanan publik, serta komitmen menjaga harmoni masyarakat, Kepulauan Riau terus melangkah menuju cita-cita besar:
Kepri Maju, Makmur, dan Merata.
[Red]