Anwar Anas : Langkah Chandra Ibrahim Bertarung di Pilkada 2020 Nafas Segar Untuk Kemajuan Narasi Politik Kota

0
69

Silabuskepri.co.id, Batam — Chandra Ibrahim, senior Jurnalist kebanggaan saya menitip pesan untuk memperkenalkan nya ke muka publik. Kami diminta untuk menuliskan sesuatu tentang mimpi pemuda Batam kedepannya yang kami rangkum hasil dari pembicaraan bersama nya, supaya tentram, harmonis, dan damai. Agar rakyat, termasuk Pemuda bisa bahagia.

This is a tough task. Pengetahuan dan pengalaman saya minim. Saya sangat Defisit ilmu. Tapi Chandra Ibrahim adalah tokoh baik, ulit bagi kami menolak permintaan itu.

Sekali pun saya juga sebagai penulis yang terbilang kacangan, saya banyak mengintip tulisan dan ide-ide Candra Ibrahim di laman Batam Pos.

Tulisannya selalu mengganggu nalar berpikir kami. Dia membuat kami sebagai pembaca lebih banyak berkhayal seolah melintas dan menjelajah ruang dimensi. Bakatnya lahir secara nyata, membuat dunia bergairah karena tulisan.

Semasa jadi wartawan lepas saya dan teman-teman kerap diskusi sehat seputar nasehat dari tulisan Candra Ibrahim. Belakangan dia tulis sebuah tajuk opini berjudul “ Hari Baik untuk memulai sesuatu yang baik”. Kami menafsirkan bahwa ini ritme dari awalan yang baik. Candra Ibrahim akan melakukan terobosan yang besar.

Jelas, pemuda dari basic Jurnalist di Indonesia yang masuk kekancah politik memiliki privilege.

Analoginya keberadaan nya di kancah politik Tidak semegah rezim “white folk” di Afrika Selatan kuno. Namun, kondisinya jauh lebih baik dibanding other-minorities di Amerika, China, Singapore, Australia, Burma dan lain sebagainya.

Pemuda berasal dari Jurnalis yang terjun kedunia politik untuk maju di pemilihan kepala daerah masih terbilang langka, ada, tapi dapat dipastikan masih sedikit.

Di Indonesia, pemuda berprofesi sebagai Jurnalist punya social standing yang baik.

Jurnalist di Indonesia mirip etnik Sorbs di Jerman. For centuries, etnik Sorbs hidup di antara mayoritas German-speaking states.

Saya kenal Candra Ibrahim,
Eskalasi Perpolitikan bukan landasan dasar bagi nya untuk tampil kepermukaan , ini bukan masalah elektabilitas ataupun popularitas, ini masalah ikhlas dan keterpanggilan

Jurnalist bersimbuh darah berlumus kukus itu bagian dari sejarah, untuk menuliskan sejarah. Namun nyatanya kita belum damai untuk hari ini.

Seorang kakek tua, dengan satu cucunya yang masih sekolah selalu resah ketika memasuki awal bulan. Dia bingung selain berpikir untuk makan, biaya pendidikan cucu pun lebih penting untuk masa depan.

Jurnalist selalu gelisah dan dan bersedih disaat menuliskan sebuah narasi berita yang mengabarkan saudara NKRI terbunuh diamuk massa tertangkap mencuri karena menahan lapar !

Integrasi dan asimilasi populasi tidak menjamin keselamatan bagi minoritas yang miskin dan dendam sejarah masih ada. Masa depan butuh perubahan total.

Belakang terdengar kepastian Candra Ibrahim akan bertarung di Pilkada 2020. Ini nafas segar untuk kemajuan narasi politik kota.

Candra Ibrahim memilih to fight a bloody and unpopular duel karena dia percaya masyarakat kecil mesti dimenangkan. candra was right.

Just like Noah, dengan perahu menyelamatkan keluarganya dari banjir. Pilihan politik Candra Ibrahim adalah memenangkan rakyat marginal dari gelombang deras perubahan zaman. Candra Ibrahim memposisikan diri berada dibarisan masyarakat yang susah ekonomi, susah pendidikan dan susah mendapatkan layanan kesehatan

Seringkali, keputusan terbaik tidak popular. Candra Ibrahim mesti memutar setir nakhoda. Dia punya dignity. Berani. Karakter moralnya diuji. Dan dia keluar sebagai pemenang. Salute.

Seperti kata Margaret Chase Smith, “The right way is not always popular and easy way. Standing for the right when it is unpopular is a true test of moral character.”

Saya, dan mungkin juga Candra Ibrahim adalah salah-satu orang yang keberatan jika melihat sesak kota dipenuhi oleh masyarakat yang masih miskin.

Candra Ibrahim, tegas, keras, disiplin tapi dicintai. Anak buahnya di Batam Pos, anak buahnya banyak yang jadi “orang”.

ketemu Candra Ibrahim Direktur Utama Batam Pos & Ketua PWI Kepri. It is my honor to meet him. Dia punya karakter. Dialah salah satu faktor kunci kemenangan masyarakat kecil. Jasanya besar sekali dalam peradaban informasi kota

Menurutnya, The war is not over yet. Atau bahkan sama sekali belum dimulai, namun perjuangannya kedepanmembutuhkan strategi yang matang. Sehingga soliditas, kohesi dan tim kuat amat dibutuhkan.

Tulis Anwar Anas yang diterima Acank Own kepada Silabuskepri.co.id.
(P. Sib)

BAGIKAN
Berita sebelumyaAbang Mindo Tampubolon: Korban Tidak Diotopsi dan Mindo Tidak Dihadirkan Saat Rekonstruksi
Berita berikutnyaSazani Apresiasi Forum Kehumasan Mabes Polri
Redaksi Pelindung : Tuhan Yang Maha Esa Penasehat : Brigjen Purn Parasian Simanungkalit,SH, MH. Susunan Redaksi Pemimpin Umum / Penanggung Jawab Gusmanedy Sibagariang AMD Pemimpin Redaksi Tumpak Simbolon, SH Pengembangan dan Periklanan Rismauli Sinaga Redaktur : Sandi Pusaka Herman , Niko. S Korlip : Pineop Siburian Wartawan Batam : Tumpak Simbolon, Ramli, Manguji Silaban, Mirwansyah Biro Tj Balai karimun : — Biro Lingga : Suarman wartawan : Juhari Biro Anambas : M Yanis wartawan : Firmandani Biro Natuna : Nizar Biro Bintan : Edy Biro Tanjungpinang : Mayer S Perwakilan Riau Daratan : Perwakilan Zona Sumatera Perwakilan Riau dan Biro Pelelawan : Pranseda Simanjuntak Kampar : Perwalikan zona Jawa : Perwalikan zona indonesia Tumur : Perwakilan zona Kalimantan : Bidang Pengembangan Usaha Marketing Maneger : Jeni Kartika Sinaga Badan Hukum : PT. Goes Siber Mandiri Sukses Nomor AHU : 0054024.AH.01.01 NPWP : 80.762.640,3-225.000 Nomor TDP : 33.10.1.58.18242 No SIUP : 02137/BPMPTSP-BTM/PAK/2016 Alamat : Kompleks Ruko Rabayu Blok E No. 2 Tembesi, Sagulung, Kota Batam, Kepulauan Riau, Indonesia Kode pos : 29439 Telepon : 0778-7432139 Hp +628127063321 Email : redaksisilabus@gmail.com SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN KEMERDEKAAN menyatakan pikiran dan pendapat merupakan hak asasi manusia yang tidak dapat dihilangkan dan harus dihormati. Rakyat Indonesia telah memilih dan berketetapan hati melindungi kemerdekaan menyatakan pikiran dan pendapat itu dalam Undang-Undang Dasar 1945. Kemerdekaan pers adalah salah satu wujud kedaulatan rakyat dan bagian penting dari kemerdekaan menyatakan pikiran dan pendapat. Wartawan adalah pilar utama kemerdekaan pers. Oleh karena itu dalam menjalankan tugas profesinya wartawan mutlak mendapat perlindungan hukum dari negara, masyarakat, dan perusahaan pers. Untuk itu Standar Perlindungan Profesi Wartawan ini dibuat: Perlindungan yang diatur dalam standar ini adalah perlindungan hukum untuk wartawan yang menaati kode etik jurnalistik dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya memenuhi hak masyarakat memperoleh informasi; Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan memperoleh perlindungan hukum dari negara, masyarakat, dan perusahaan pers. Tugas jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi melalui media massa; Dalam menjalankan tugas jurnalistik, wartawan dilindungi dari tindak kekerasan, pengambilan, penyitaan dan atau perampasan alat-alat kerja, serta tidak boleh dihambat atau diintimidasi oleh pihak manapun; Karya jurnalistik wartawan dilindungi dari segala bentuk penyensoran; Wartawan yang ditugaskan khusus di wilayah berbahaya dan atau konflik wajib dilengkapi surat penugasan, peralatan keselamatan yang memenuhi syarat, asuransi, serta pengetahuan, keterampilan dari perusahaan pers yang berkaitan dengan kepentingan penugasannya; Dalam penugasan jurnalistik di wilayah konflik bersenjata, wartawan yang telah menunjukkan identitas sebagai wartawan dan tidak menggunakan identitas pihak yang bertikai, wajib diperlakukan sebagai pihak yang netral dan diberikan perlindungan hukum sehingga dilarang diintimidasi, disandera, disiksa, dianiaya, apalagi dibunuh; Dalam perkara yang menyangkut karya jurnalistik, perusahaan pers diwakili oleh penanggungjawabnya; Dalam kesaksian perkara yang menyangkut karya jurnalistik, penanggungjawabnya hanya dapat ditanya mengenai berita yang telah dipublikasikan. Wartawan dapat menggunakan hak tolak untuk melindungi sumber informasi; Pemilik atau manajemen perusahaan pers dilarang memaksa wartawan untuk membuat berita yang melanggar Kode Etik Jurnalistik dan atau hukum yang berlaku.