Foto : Bambang Soestyo

Silabuskepri.co.id, Jakarta | Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyambut baik penyelenggaraan Rapat Pimpinan Paripurna Nasional Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Rabu (20/10/21) bertempat di Hotel Sultan Jakarta.

Bamsoet mengungkapkan, sebagai mantan Ketua dan alumni Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) periode 2002-2005 dibawah kepemimpinan Idrus Marham, dirinya sangat bangga karena KNPI ketika itu telah menorehkan berbagai prestasi yang tercatat sebagai bagian dari sejarah perjalanan bangsa hingga dewasa ini. DPP KNPI yang pertama kali mempelopori penyelenggaraan Debat Calon Presiden yang diliput secara langsung oleh berbagai media.

“Banyak orang lupa, atau tidak mau tahu, bahwa KNPI lah yg pertama kali menyelenggarakan Debat Kandidat Capres. Sebuah legacy yang diwariskan KNPI dalam membangun demokrasi guna menjamin lahirnya kepemimpinan bangsa Indonesia yg berkualitas dan bermartabat,” ujar Bamsoet di Jakarta, Rabu (20/10/21).

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III Bidang Hukum & Keamanan DPR RI ini menjelaskan, DPP KNPI ketika itu juga menyelenggarakan dialog kebangsaan yang diselenggarakan dalam rangkaian acara Napak Tilas Nusantara dari Papua – Aceh yang telah merumuskan berbagai pemikiran sebagai implementasi dari semangat reformasi. Acara Dialog Kebangsaan ini dilanjutkan menjadi ACARA TVRI yang dilaksanakan Sekali Seminggu dengan menampilkan tokoh pemuda berprestasi sebagai narasumber. DPP KNPI juga menerbitkan secara berkala jurnal RESONANSI, sebagai wahana para pemuda Indonesia menorehkan gagasan dan pemikiran akademis. Setiap penerbitan Jurnal RESONANSI tersebut menjadi materi diskusi di berbagai perguruan tinggi terkemuka di Republik ini.

“Sengaja saya menyebut beberapa prestasi pada periode kami tersebut, dengan harapan menjadi inspirasi dan motivasi bagi KNPI yang terbelah-belah saat ini menjadi bersatu kembali. Saya yakin bahwa Pengurus KNPI sekarang mampu berbuat lebih dari pada itu,” jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umun Partai Golkar ini menerangkan, sejak awal pendiriannya pada tahun 1973, KNPI merupakan wadah pemersatu pemuda Indonesia melalui organisasi kepemudaan (OKP). KNPI merupakan miniatur Indonesia. Di dalam KNPI terdapat beragam elemen bangsa yang mencerminkan realitas objektif kebangsaan Indonesia yang majemuk. Dalam kebhinekaan itu, para pemuda Indonesia dipertemukan di dalam wadah KNPI dan berkomitmen untuk mengembangkan potensi kreatif masing-masing, saling bersinergi, bagi kemajuan bangsa.

“Selaras dengan semangat Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, KNPI tidak sekadar wadah bagi persatuan pemuda Indonesia, tetapi juga sebagai wahana untuk saling belajar dan mengembangkan diri, mengedepankan ide dan gagasan untuk kemajuan bangsa, serta berkontribusi produktif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” terang Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menambahkan, KNPI juga merupakan wadah persemaian kader-kader bangsa. Melalui KNPI, seluruh identitas dan sentimen primordial ditanggalkan. Semua menyatu ke dalam identitas kebangsaan tanpa mereduksi realitas kemajemukan yang ada.

“Para pemuda dan aktivis yang tergabung dalam KNPI, juga merupakan calon-calon pemimpin bangsa yang berkulitas. Hal ini dapat dipahami mengingat KNPI merupakan laboratorium kepemimpinan pemuda Indonesia. Dalam KNPI para pemuda Indonesia mengasah kualitas diri dan kepemimpinannya, sehingga mereka menjadi calon-calon pemimpin bangsa yang berbasis tradisi konseptual dan teruji,” tandas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menekankan, dalam KNPI berkembang tradisi perdebatan konseptual, di mana ide dan gagasan yang mengemuka sebagai basis pijak pengelolaan organisasi, dan dalam kerangka memberikan sumbangan pemikiran yang terbaik bagi bangsa. Tradisi perdebatan konseptual mempersyaratkan argumentasi konseptual, adu gagasan, bukan adu otot. Mengedepankan visi, bukan fisik. Sehingga yang mengemuka ialah huru-hara wacana, bukan huru-hara fisik yang tanpa isi.

“Dalam kondisi bangsa seperti saat ini, di mana kompleksitas tantangan mengemuka di tengah pandemi Covid-19, pemuda Indonesia yang tergabung dalam wadah KNPI harus mampu mengambil kepoloporan, melakukan langkah-langkah proaktif dalam melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Pada saat kondisi kehidupan masyarakat, bangsa dan negara membutuhkan uluran pemikiran dan uluran tangan dari para pemuda, maka kepeloporan dan kontribusi KNPI senantiasa ditunggu dan diharapkan,” pungkas Bamsoet. (*)