Belum Resmi dibuka, Fisherism Tanjungriau Jadi Viral di Kalangan Pelajar dan Orang tua

0
338

Silabuskepri.co.id — Tanjung Riau Fisherism jadi alternatif tempat wisata edukasi baru Bagi Masyarakat Batam. Meskipun belum resmi dibuka, ternyata kawasan Tanjung Riau Fisherism dikunjungi Banyak Orang terutama pelajar. Bahkan objek wisata ini mulai viral di kalangan pelajar di Batam.

Demikian diungkapkan Kasubdit Pemanfaatan Sarana BP Batam, Irfan Widyasa saat ditemui di Fisherism Tanjung Riau, Selasa (23/01/2018).

“Kemarin kita menerima kunjungan dari TK Islam Al Madinah Bengkong yang dikoordinir oleh Mc Donald Batam sebanyak 41 orang dan hari ini dari TK Al Huda sebanyak 68 orang.” ucapnya

Begitu masuk Fisherism Tanjung Riau rombongan anak sekolah dan orangtuanya langsung berselfie ria di depan mural selamat jan wajib jika berkunjung ke Tanjung Riau Fisherism. Mereka kemudian jajan aneka produk unik dari UMKM Batam seperti makanan ringan, jus buah, baju, mainan, maupun kerajinan tangan.

Lalu rombongan mengikuti pengarahan dan pengenalan untuk spot-spot edukasi dan dibagikan katalog jenis-jenis selada hidroponik, jenis-jenis sapi dan jenis-jenis kambing. Bergerak ke spot pertama, anak-anak dikenalkan dengan selada hidroponik.

Bahkan Mereka juga bermain mencari dan menemukan jenis-jenis selada unggulan fisherism sesuai katalog yang telah dibagikan. “Ada 5 jenis selada unggulan di fisherism yaitu selada Kristine, Mondai, Lolo Roso, Butterhead dan Romaine.” terangnya

Selanjutnya anak2 dibawa ke kawasan wisata Agromarina untuk belajar cara untuk bertanam pohon buah-buahan, melihat nursery buah-buahan, melihat kandang sapi dan kandang kambing perah. Masih banyak yang benahi, sementara permintaan kunjungan terus meningkat.”ujar Irfan

Sementara sampai onyek wisata ini resmi dibuka, kunjungan dibatasi hanya untuk grup sekolah yang anak-anaknya didampingi orangtuanya. Maklum banyak pekerjaan konstruksi dan taman di sana-sini. Faktor safety jadi pertimbangan utama,” Terang Irfan.

BP Batam terus mendukung pengembangan wisata dengan berbagai terobosan. Tujuannya untuk mengoptimalkan asset-asset BP Batam juga mengedukasi masyarakat luas khususnya anak-anak.

Deputi 4 BP Batam, Mayjen TNI Eko Budi Soepriyanto mengatakan, kegiatan wisata bisa sekaligus jadi wahana edukasi masyarakat. Nantinya setelah resmi dibuka warga Batam khususnya anak sekolah tidak perlu jauh-jauh lagi untuk dapat menenangkan mata dan fikiran.

“Cukup datang ke Tanjung Riau Fisherism untuk merasakan pengalaman baru serta edukasi untuk keluarga,” katanya (Hms)

BAGIKAN
Berita sebelumyaBangunan R.S. Graha Hermine Tetap Beroperasi Meski Tak Memiliki Plang IMB, instansi Terkait Tutup Mata
Berita berikutnyaPemkab Lingga Segera Tanami Lahan Seluas 1.800 Hektar
Redaksi Pelindung : Tuhan Yang Maha Esa Penasehat : Brigjen Purn Parasian Simanungkalit,SH, MH. Susunan Redaksi Pemimpin Umum / Penanggung Jawab Gusmanedy Sibagariang AMD Pemimpin Redaksi Tumpak Simbolon, SH Pengembangan dan Periklanan Rismauli Sinaga Redaktur : Sandi Pusaka Herman , Niko. S Korlip : Pineop Siburian Wartawan Batam : Tumpak Simbolon, Ramli, Manguji Silaban, Mirwansyah Biro Tj Balai karimun : — Biro Lingga : Suarman wartawan : Juhari Biro Anambas : M Yanis wartawan : Firmandani Biro Natuna : Nizar Biro Bintan : Edy Biro Tanjungpinang : Mayer S Perwakilan Riau Daratan : Perwakilan Zona Sumatera Perwakilan Riau dan Biro Pelelawan : Pranseda Simanjuntak Kampar : Perwalikan zona Jawa : Perwalikan zona indonesia Tumur : Perwakilan zona Kalimantan : Bidang Pengembangan Usaha Marketing Maneger : Jeni Kartika Sinaga Badan Hukum : PT. Goes Siber Mandiri Sukses Nomor AHU : 0054024.AH.01.01 NPWP : 80.762.640,3-225.000 Nomor TDP : 33.10.1.58.18242 No SIUP : 02137/BPMPTSP-BTM/PAK/2016 Alamat : Kompleks Ruko Rabayu Blok E No. 2 Tembesi, Sagulung, Kota Batam, Kepulauan Riau, Indonesia Kode pos : 29439 Telepon : 0778-7432139 Hp +628127063321 Email : redaksisilabus@gmail.com SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN KEMERDEKAAN menyatakan pikiran dan pendapat merupakan hak asasi manusia yang tidak dapat dihilangkan dan harus dihormati. Rakyat Indonesia telah memilih dan berketetapan hati melindungi kemerdekaan menyatakan pikiran dan pendapat itu dalam Undang-Undang Dasar 1945. Kemerdekaan pers adalah salah satu wujud kedaulatan rakyat dan bagian penting dari kemerdekaan menyatakan pikiran dan pendapat. Wartawan adalah pilar utama kemerdekaan pers. Oleh karena itu dalam menjalankan tugas profesinya wartawan mutlak mendapat perlindungan hukum dari negara, masyarakat, dan perusahaan pers. Untuk itu Standar Perlindungan Profesi Wartawan ini dibuat: Perlindungan yang diatur dalam standar ini adalah perlindungan hukum untuk wartawan yang menaati kode etik jurnalistik dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya memenuhi hak masyarakat memperoleh informasi; Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan memperoleh perlindungan hukum dari negara, masyarakat, dan perusahaan pers. Tugas jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi melalui media massa; Dalam menjalankan tugas jurnalistik, wartawan dilindungi dari tindak kekerasan, pengambilan, penyitaan dan atau perampasan alat-alat kerja, serta tidak boleh dihambat atau diintimidasi oleh pihak manapun; Karya jurnalistik wartawan dilindungi dari segala bentuk penyensoran; Wartawan yang ditugaskan khusus di wilayah berbahaya dan atau konflik wajib dilengkapi surat penugasan, peralatan keselamatan yang memenuhi syarat, asuransi, serta pengetahuan, keterampilan dari perusahaan pers yang berkaitan dengan kepentingan penugasannya; Dalam penugasan jurnalistik di wilayah konflik bersenjata, wartawan yang telah menunjukkan identitas sebagai wartawan dan tidak menggunakan identitas pihak yang bertikai, wajib diperlakukan sebagai pihak yang netral dan diberikan perlindungan hukum sehingga dilarang diintimidasi, disandera, disiksa, dianiaya, apalagi dibunuh; Dalam perkara yang menyangkut karya jurnalistik, perusahaan pers diwakili oleh penanggungjawabnya; Dalam kesaksian perkara yang menyangkut karya jurnalistik, penanggungjawabnya hanya dapat ditanya mengenai berita yang telah dipublikasikan. Wartawan dapat menggunakan hak tolak untuk melindungi sumber informasi; Pemilik atau manajemen perusahaan pers dilarang memaksa wartawan untuk membuat berita yang melanggar Kode Etik Jurnalistik dan atau hukum yang berlaku.