DPRD Batam Beri Vaksin Kedua Kepada Pegawai dan Keluarga Anggota Dewan 

Silabuskepri.co.id, Batam – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam menggelar vaksinasi dosis kedua bagi pegawai dan keluarga anggota DPRD Kota Batam.

Kegiatan Vaksinasi tersebut dilaksanakan di Gedung DPRD Kota Batam, Rabu (28/7/21).

Adapun jenis vaksin yang diberikan pada dosis kedua ini yakni vaksin jenis Sinovac dengan jumlah sebanyak 170 vaksin. Vaksinasi ini dilakukan untuk menindaklanjuti vaksinasi sebelumnya yang dilaksanakan pada 26 Juni 2021 lalu.

Dokter Umum Puskesmas Sambau, dr. Yockie selaku koordinator vaksinasi DPRD kota Batam, menyampaikan bahwa sampai saat ini vaksin yang sudah disuntikkan sebanyak 158 orang. Ia yakin akan mencapai target pada waktu yang ditentukan.

“Sampai saat ini, sudah 158 orang yang disuntikkan, mudah mudahan makin semangat, makin banyak yang mau disuntik vaksinasi covid di kota Batam,” kata dr. Yockie saat di wawancarai ditengah kegiatan vaksinasi.

Ia mengungkapkan bahwa, tidak semua pasien dapat menerima vaksin.. Namun kata dr. Yockie, ada tahapan yang harus dilalui yakni melakukan screening untuk mengidentifikasi atau mengetahui kondisi kesehatan pasien layak atau tidak untuk menerima vaksin.

“Ada sekitar 10 orang yang tidak lolos saat dilakukan screening, seperti ada yang sudah terinfeksi covid, tensinya masih tinggi dan lain lain sebagainya,” ujar dr. Yockie.

Ia juga menjelaskan beberapa kondisi pasien yang tidak disarankan untuk menerima vaksin antara lain, pasien yang mengalami gejala demam, pilek, batuk, asma, jantung dan kanker.

“Jadi ketika ada penyakit jantung, kanker dan pembekuan darah, dia harus minta konsultasi ke dokter spesialis dulu, ketika diperkenankan menerima vaksin, pasien harus membawa surat rekomendasi dari dokter spesialis tersebut untuk kemudia dilakukan penyuntikan vaksin,” terangnya.

Sementara itu, untuk efek pemberian vaksin dikatakan dr. Yockie berbeda-beda untuk setiap orang, tergantung daya tahan tubuh penerima vaksin.

“Untuk efek pemberian vaksin berbeda setiap orang, ada yang bikin ngantuk, lapar, tangannya kebas, meriang, bahkan sampai demam tergantung daya tahan tubuhnya,” tutupnya.(red)

You might also like