Foto : Narapidana HS

Silabuskepri.co.id, Batam – Kepala Rutan Kelas IIA Kota Batam, Yan Patmos mengklarifikasi terkait pemberitaan media soal dugaan pemerasan atau pungutan liar yang diduga dilakukan oleh oknum pegawai Lapas Kelas IIA Batam.

Terkait pemberitaan tersebut, Yan Patmos menyampaikan bahwa, hal itu tidaklah benar. Hal itu Ia sampaikan setelah pihaknya melakukan penyelidikan untuk menggali informasi dengan mengumpulkan data dari pegawai dan saksi yang terlibat.

“Hasil dari penelusuran kita memang benar bahwa keluarga kita atas nama HS (narapidana) meminta uang sebesar 200 ribu kepada isterinya yang bernama VP, yang mana uang tersebut dipergunakan untuk keperluan pribadinya,” ujar Yan Patmos, Jumat malam (23/7/21) di Lapas Kelas IIA Batam.

Dikatakan Yan Patmos, Istri dari saudara HS juga telah menyampaikan bahwa uang yang ditransfernya untuk kebutuhan suami nya, mengawali kepindahannya ke Rutan Kelas IIA Batam setelah melewati karantina selama dua Minggu.

Dia bahkan meminta kepada sejumlah awak media yang terlibat dalam pemberitaan tersebut untuk dapat bertanya langsung kepada yang bersangkutan, dalam hal ini suami korban yang melapor (HS).

“Tidak ada yang namanya pungutan liar atau pemerasan dan sudah rekan-rekan media dengarkan langsung dari yang bersangkutan HS, uang yang ditransfer istrinya untuk keperluan pribadinya HS setelah menjalani Karantina sebelum dipindahkan ke Rutan Kelas IIA Batam.”ujarnya

Terkait pemberitaan media yang menyangkut Rutan Kelas IIA Batam, Yan Patmos menilai bahwa pemberitaan para rekan media tersebut sebagai kritikan dan sosial kontrol, karena Rutan kelas IIA Batam sangat besar, jadi perlu adanya rekan rekan media untuk ikut mengawasi.

“Pemberitaan itu sifatnya membangun dan agar kita lebih baik lagi dalam pelayaan, sebab rutan adalah untuk melayani para tahanan,”ucap Yan Patmos

Sementara itu, Hal Narapidana atas nama HS menyampaikan permohonan maaf karena telah menimbulkan kegaduhan. Dan membuat sibuk para rekan Media.

“Terima kasih saya ucapkan kepada para media, yang sebenarnya terjadi adalah uang yang ditransfer istri saya, atas permintaan saya sendiri untuk kebutuhan saya selama dua minggu karantina sebelum masuk ke Rutan Kelas IIA Batam, dan uang itu juga untuk membeli perlengkapan seperti Sabun mandi, adol gigi, sikat gigi, rokok dan kopi,”tutur HS.

HS juga menyampaikan permohonan maaf Kepada awak media atas kegaduhan yang ditimbulkan oleh isterinya.

“Sekali lagi saya katakan, sebetulnya yang meminta uang itu adalah saya sendiri, cuma karena saya tidak punya kartu, jadi saya menggunakan kartu teman. Setelah 2 minggu saya dipindahkan ke blok karantina, Saya beriinisiatif untuk menelpon keluarga dan kebetulan disini pake kartu Tab Cash, karena saya gak punya, akhirnya saya inisiatif meminjam kartu yang ada di sel tahanan tersebut.”jelas HS

Kepala Rutan Kelas IIA Batam Yan Patmos menambahkan, Dirinya sangat berterima kasih kepada para rekan rekan media yang telah mau secara langsung mengkonfirmasi kepada yang bersangkutan agar tidak simpang siur.
” Terima kasih saya sampaikan, artinya sudah sangat jelas apa yang sebenarnya terjadi bahwa itu hanya salah informasi.”tutup Yan Patmos.(Red)