Warga Binaan Rutan Kelas II A Batam Meninggal, Ini Faktanya

0
149

Silabuskepri.co.id, Batam — Kasus meninggalnya napi Rutan Kelas IIA Batam menjadi pembicaraan hangat dikalangan public kota Batam. Pasalnya, napi tersebut meninggal di RSUD Embung Fatimah Batam, dengan kondisi tubuh korban memiliki bekas memar hitam yang diduga bekas pemukulan.

Frengki Marpaung terjerat Kasus Narkoba, Dia ditangkap Satresnarkoba Polresta Barelang pada 30 Mei 2019 lalu, di lokasi Wecome to Batam, Batam Center. Dari tangan tersangka diamankan narkotika jenis pil ekstasi sebanyak 1.800 butir.

Pil ekstasi itu diambil Frengki Marpaung dari tong sampah atas perintah Rudi dan Tajol (DPO) dengan upah Rp 5 juta. Setelah barang haram itu diambil dari tong sampah, Polisi langsung mengamankan PM.

Frengki menjadi tahanan Polres Barelang yang kemudian Polres memindahkan korban sekitar dua Minggu lalu ke Rutan Batam. Saat penyerahan FM ke Rutan Kelas II A Batam kondisi Frangki Marpaung dalam kondisi sehat. Namun setelah menjalani tahanan di Rutan Kelas II A Batam selama dua minggu, Ramadani Istri Frengki Marpaung mendengar informasi bahwa suaminya jatuh di Kamar mandi dan dilarikan ke RSUD Batam.

Ramadani kepada silabusKepri.co.id mengaku bahwa dirinya baru dua hari lalu,( 17 /8) menghubungi suaminya yang di tahan Polresta Barelang. Pada saat itu keadaan suaminya baik-baik saja, dan almarhum meminta istrinya untuk tidak membesuk dirinya ke Polresta Barelang dikarenakan mau di kirim ke Rutan Batam.

Dijelaskan Ramadani, pihak Rutan Batam membawa suaminya ke RSUD EF karena jatuh di kamar mandi.

“Saya mendapat informasi kejadian suaminya setelah di hubungi pihak Rutan Batam sekitar pukul 12 :00 WIB siang dengan alasan sakit jatuh di kamar mandi.” ucapnya

Mendengar info tersebut, Kemudian Ramadani tiba di RSUD pukul 13:00 WIB dan menyaksikan suaminya kejang-kejang hingga pukul 18:00 WIB sore, yang kemudian menghembuskan nafas terakhir.

Keluarga korban terus berdatangan ke ruang jenazah RSUD Embung Fatimah untuk melihat kondisi korban. Melihat kondisi tubuh Jenazah FM banyak bekas memar hitam di sekujur tubuh korban yang diduga bekas pemukulan.

Melihat kondisi tersebut, Keluarga korban sepakat untuk melapor kepada pihak Kepolisian atas adanya kejanggalan kematian FM. Kemudian Jenazah FM dilakukan pemeriksaan oleh dokter RSUD Embung Fatimah. Sambil menunggu hasil keluarga dan istri korban menyepakati untuk menindak-lanjuti kasus kematian FM dengan membuat laporan kepada Polsek Sagulung.

Kemudian Jenazah korban FM di pindahkan ke RS Bhayangkara Polda Kepri Nongsa Batam sekitar pukul 00:02 wib selasa dini hari. Jenazah korban akhirnya dibawa ke RS Bhayangkara Polda kepri untuk dilakukan otopsi.

Trian Pratipto, Kasuvsi pelayanan tahanan Rutan Batam menjelaskan, bahwa pihaknya saat serah terima korban dua minggu yang lalu, korban masih dalam keadaan sehat. Sementara, informasi terbaru Dokter Rutan Batam mengaku korban memiliki penyalit HIV.

“Rutan Batam siap membantu penyelidikan kasus meninggalnya FM. Kita tidak mengiginkan hal ini terjadi, dan kita siap membantu pihak Kepolisian melakukam penyelidikan terkait kasus ini. Dan kita tunggu hasilnya. Kata Trian Pratipto,
Polresta Barelang juga telah menyita rekaman CCTV Rutan Batam.

Trian Pratipto Kasuvsi pelayanan tahanan Rutan Batam mengaku pihak Kepolisian Polresta Barelang telah mendatangi Rutan Batam dan menyita rekaman CCTV Rutan Batam sebagai barang bukti. (P. Sib)

BAGIKAN
Berita sebelumyaFrengki Marpaung Sehat Saat Serah Terima Tahanan ke Rutan Batam
Berita berikutnyaKetua Perkumpulan Anak Milenial Sumut, Aksa Halatu Minta DPRD Panggil Kepala Rutan Soal Kematian Napi
Redaksi Pelindung : Tuhan Yang Maha Esa Penasehat : Brigjen Purn Parasian Simanungkalit,SH, MH. Susunan Redaksi Pemimpin Umum / Penanggung Jawab Gusmanedy Sibagariang AMD Pemimpin Redaksi Tumpak Simbolon, SH Pengembangan dan Periklanan Rismauli Sinaga Redaktur : Sandi Pusaka Herman , Niko. S Korlip : Pineop Siburian Wartawan Batam : Tumpak Simbolon, Ramli, Manguji Silaban, Mirwansyah Biro Tj Balai karimun : — Biro Lingga : Suarman wartawan : Juhari Biro Anambas : M Yanis wartawan : Firmandani Biro Natuna : Nizar Biro Bintan : Edy Biro Tanjungpinang : Mayer S Perwakilan Riau Daratan : Perwakilan Zona Sumatera Perwakilan Riau dan Biro Pelelawan : Pranseda Simanjuntak Kampar : Perwalikan zona Jawa : Perwalikan zona indonesia Tumur : Perwakilan zona Kalimantan : Bidang Pengembangan Usaha Marketing Maneger : Jeni Kartika Sinaga Badan Hukum : PT. Goes Siber Mandiri Sukses Nomor AHU : 0054024.AH.01.01 NPWP : 80.762.640,3-225.000 Nomor TDP : 33.10.1.58.18242 No SIUP : 02137/BPMPTSP-BTM/PAK/2016 Alamat : Kompleks Ruko Rabayu Blok E No. 2 Tembesi, Sagulung, Kota Batam, Kepulauan Riau, Indonesia Kode pos : 29439 Telepon : 0778-7432139 Hp +628127063321 Email : redaksisilabus@gmail.com SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN KEMERDEKAAN menyatakan pikiran dan pendapat merupakan hak asasi manusia yang tidak dapat dihilangkan dan harus dihormati. Rakyat Indonesia telah memilih dan berketetapan hati melindungi kemerdekaan menyatakan pikiran dan pendapat itu dalam Undang-Undang Dasar 1945. Kemerdekaan pers adalah salah satu wujud kedaulatan rakyat dan bagian penting dari kemerdekaan menyatakan pikiran dan pendapat. Wartawan adalah pilar utama kemerdekaan pers. Oleh karena itu dalam menjalankan tugas profesinya wartawan mutlak mendapat perlindungan hukum dari negara, masyarakat, dan perusahaan pers. Untuk itu Standar Perlindungan Profesi Wartawan ini dibuat: Perlindungan yang diatur dalam standar ini adalah perlindungan hukum untuk wartawan yang menaati kode etik jurnalistik dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya memenuhi hak masyarakat memperoleh informasi; Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan memperoleh perlindungan hukum dari negara, masyarakat, dan perusahaan pers. Tugas jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi melalui media massa; Dalam menjalankan tugas jurnalistik, wartawan dilindungi dari tindak kekerasan, pengambilan, penyitaan dan atau perampasan alat-alat kerja, serta tidak boleh dihambat atau diintimidasi oleh pihak manapun; Karya jurnalistik wartawan dilindungi dari segala bentuk penyensoran; Wartawan yang ditugaskan khusus di wilayah berbahaya dan atau konflik wajib dilengkapi surat penugasan, peralatan keselamatan yang memenuhi syarat, asuransi, serta pengetahuan, keterampilan dari perusahaan pers yang berkaitan dengan kepentingan penugasannya; Dalam penugasan jurnalistik di wilayah konflik bersenjata, wartawan yang telah menunjukkan identitas sebagai wartawan dan tidak menggunakan identitas pihak yang bertikai, wajib diperlakukan sebagai pihak yang netral dan diberikan perlindungan hukum sehingga dilarang diintimidasi, disandera, disiksa, dianiaya, apalagi dibunuh; Dalam perkara yang menyangkut karya jurnalistik, perusahaan pers diwakili oleh penanggungjawabnya; Dalam kesaksian perkara yang menyangkut karya jurnalistik, penanggungjawabnya hanya dapat ditanya mengenai berita yang telah dipublikasikan. Wartawan dapat menggunakan hak tolak untuk melindungi sumber informasi; Pemilik atau manajemen perusahaan pers dilarang memaksa wartawan untuk membuat berita yang melanggar Kode Etik Jurnalistik dan atau hukum yang berlaku.