Warga Binaan Lapas Langgar Aturan Asimilasi, Kalapas Kelas II A Batam Barelang Diduga Kongkalikong

0
128

Batam, Silabuskepri.co.id — Lembaga Permasyarakatan Barelang (Lapas Kelas II A Batam) diduga memberikan pelayanan istimewa kepada salah satu narapidana (CH) warga Tionghoa yang di vonis penjara selama 20 tahun. Hal ini diketahui saat Silabuskepri.co.id mendatangi kantin Lapas Barelang, salah satu narapidana sedang makan dan minum di kantin luar gedung Lapas Barelang, bahkan Napi tersebut terlihat asik ngobrol bersama pegawai Lapas tanpa mengenakan baju tahanan.

Informasi yang di dapat Silabuskepri.co.id, Napi yang bersangkutan adalah seorang Pengusaha atas nama S A A bin C H, Agama Budha ditahan sejak 03/04/2011 dan dihukum 20 tahun.

Sarianto, Kepala Lapas Kelas II A Batam, menjelaskan hal tersebut adalah manusiawi, pasalnya Napi tersebut adalah tamping Asimilasi Vihara.

“Tidak ada keistimewaan, semua WBP sama, itu tamping vihara, jadi semua tamping vihara (napi) seragamnya seperti itu,” kata Sarianto kepada Silabuskepri.co.id. Kamis (18/7/2019).

Sarianto pun menjelaskan bahwa yang bersangkutan sudah menjadi tamping di Lapas Barelang selama 2 tahun, dan terkait keluar Gedung Lapas untuk makan dan minum tanpa mengenakan baju tahanan lapas adalah manusiawi.

“Itu Manusiawi lah, makan dan minum di kantin luar Gedung Lapas Barelang, kan dia tamping Asimilasi. Sudah 2 tahun di Tamping Asimilasi,” jelas Sarianto.

Saat ditanya dasar apa yang bersangkutan mendapatkan keistimewaan sebagai tamping Asimilasi, bahkan sudah berjalan selama 2 tahun yang dinilai melanggar Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 3 Tahun 2018 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Remisi, Asimilasi, Cuti Mengunjungi Keluarga, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat (“Permenkumham 3/2018”). Surianto malah membalas hal lain.

“Hehe… abang hebat mencatat percakapan, selamat. Senang bisa berinteraksi dengan abang,” Tulis Surianto.

Berdasarkan Pasal 44 ayat (1) Permenkumham 3/2018, syarat Pemberian Asimilasi bagi Narapidana harus memenuhi syarat:

-Berkelakuan baik dibuktikan dengan tidak sedang menjalani hukuman disiplin dalam kurun waktu 6 (enam) bulan terakhir.

-Aktif mengikuti program pembinaan dengan baik; dan

-Telah menjalani 1/2 (satu per dua) masa pidana.

Sementara yang bersangkutan dari tahun 2011 hingga saat ini masih menjalani hukuman 8 tahun, dan belum 1/2 dari masa tahanan 20 tahun.

Kasus yang bersangkutan juga dikabarkan adalah kasus kategori pelanggaran pidana tertentu, sehingga di hukum 20 tahun penjara dan sesuai aturan harus menjalani hukuman 2/3 masa tahanan baru berhak mengajukan Asimilasi. (P.Sib)