Silabuskepri.co.id | Bintan — Pemerintah Kabupaten Bintan melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Bintan terus mendorong penguatan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Salah satu langkah konkret tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Keterampilan Teknis Membatik bagi para pengrajin Usaha Mikro yang digelar di Rumah Batik Bintan, Desa Ekang Anculai, Kecamatan Teluk Sebong.
Pelatihan yang dibuka langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Bintan, Hafizha Rahmadhani, ini diikuti oleh 50 peserta, yang merupakan pelaku Usaha Mikro dan telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi Pemkab Bintan dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah melalui pemberdayaan UMKM, khususnya di sektor kriya dan fesyen berbasis budaya lokal.
Sebagai salah satu daerah tujuan pariwisata nasional, Bintan tidak hanya mengandalkan pesona alam dan destinasi wisata, tetapi juga dituntut memiliki produk khas yang mencerminkan identitas daerah. Batik lokal dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai produk unggulan sekaligus souvenir premium yang bernilai ekonomi tinggi.
Dalam sambutannya, Hafizha Rahmadhani menegaskan bahwa batik bukan sekadar karya seni dan simbol budaya, tetapi juga memiliki peluang ekonomi yang sangat menjanjikan apabila dikelola secara profesional dan berkelanjutan. Kabupaten Bintan, menurutnya, memiliki kekayaan motif lokal yang khas dan sarat makna, seperti motif gonggong, padi emas, serta beragam biota laut yang merepresentasikan karakter kemaritiman Bintan.
“Potensi motif lokal kita sangat luar biasa. Tinggal bagaimana kita meningkatkan kualitas teknik, inovasi desain, dan kepercayaan diri dalam berusaha. Manfaatkan pelatihan ini sebaik mungkin, ambil semua ilmunya, dan kembangkan setelah pelatihan selesai. Ini juga bagian dari upaya kita melestarikan nilai budaya lokal,” ujar Hafizha, Rabu (10/12/2025).
Ia juga mengingatkan para pengrajin agar bangga menggunakan dan memasarkan produk buatan daerah sendiri. Menurutnya, rasa percaya diri terhadap produk lokal menjadi kunci utama agar batik Bintan dapat tumbuh dan diterima lebih luas di pasar.
“Jangan ragu dan jangan minder. Kita harus terlebih dahulu bangga dengan produk buatan Bintan. Jika kualitas dan ceritanya kuat, maka pasar akan mengikuti,” tambahnya.
Melalui kreativitas, konsistensi, dan kerja keras para pengrajin, Hafizha optimistis Batik Bintan dapat berkembang menjadi identitas daerah yang tidak hanya bernilai budaya, tetapi juga memiliki daya saing ekonomi di tingkat nasional hingga internasional.
Pelatihan teknis ini dirancang secara komprehensif untuk meningkatkan standar kualitas batik Bintan. Materi yang diberikan mencakup teknik dasar membatik, pewarnaan lanjutan, hingga teknik penguncian warna agar batik lebih tahan lama dan ramah lingkungan. Selain itu, peserta juga dibekali materi pengembangan desain, guna mendorong lahirnya motif-motif khas Bintan yang modern tanpa meninggalkan nilai filosofis lokal.
Tak hanya aspek teknis, pelatihan ini juga menitikberatkan pada penguatan mental kewirausahaan, agar para pengrajin mampu melihat batik sebagai peluang usaha jangka panjang yang berkelanjutan dan berorientasi pasar.
Sementara itu, Kepala DKUPP Kabupaten Bintan, Asy Syukri, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan ini menghadirkan narasumber berpengalaman dari Rumah Batik Batam, Rumah Batik Bintan, serta praktisi batik nasional, sehingga peserta memperoleh wawasan teknis sekaligus perspektif pasar yang lebih luas.
Sebagai tindak lanjut dari pelatihan ini, seluruh peserta akan didaftarkan ke dalam Koperasi Sentra Fashion serta diarahkan untuk berkolaborasi dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bintan. Melalui skema ini, pemasaran produk batik akan dilakukan secara terpadu melalui satu pintu, sehingga memperkuat posisi Batik Bintan di pasar dan membuka peluang akses yang lebih luas.
Langkah tersebut diharapkan mampu menjadikan Batik Bintan sebagai produk kebanggaan daerah, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan, sejalan dengan visi Pemkab Bintan dalam membangun UMKM yang berdaya saing dan berbasis kearifan lokal.(*)