Bupati Roby Kurniawan Raih Penghargaan Outstanding Public Service Innovation di Ajang KIPP Kementerian PANRB RI

Silabuskepri.co.id | Bintan — Komitmen Pemerintah Kabupaten Bintan dalam menghadirkan pelayanan publik yang inklusif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat kembali mendapat pengakuan nasional. Bupati Bintan Roby Kurniawan dianugerahi Outstanding Public Service Innovation (OPSI) dalam ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Republik Indonesia.

Penghargaan prestisius tersebut diserahkan langsung oleh Menteri PANRB RI, Rini Widyantini, kepada Bupati Roby Kurniawan pada Senin pagi (15/12) di Aula Kementerian PANRB RI, Jakarta. Ajang KIPP sendiri merupakan program strategis pemerintah pusat dalam mendorong percepatan reformasi birokrasi melalui inovasi pelayanan publik yang berdampak nyata dan berkelanjutan.

Dalam perhelatan nasional tersebut, Kabupaten Bintan tampil menonjol melalui inovasi Serving The Villager (STV) yang diinisiasi dan dijalankan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bintan. Inovasi ini mengusung pendekatan pelayanan administrasi kependudukan berbasis jemput bola dengan semangat kolaboratif, mengusung slogan “menjangkau yang tak terjangkau, melayani yang tak terlayani”.

Usai menerima penghargaan, Bupati Roby menjelaskan bahwa kehadiran STV merupakan jawaban atas tantangan geografis Kabupaten Bintan yang terdiri dari gugusan pulau-pulau. Kondisi tersebut menuntut model pelayanan publik yang tidak pasif menunggu, tetapi aktif mendatangi masyarakat.

“STV ini menjadi jawaban sekaligus solusi. Bintan yang berbentuk kepulauan memang membutuhkan pelayanan publik yang lebih aktif. Administrasi kependudukan adalah hak setiap warga negara. Karena itu, kita beri kemudahan dengan mendatangi masyarakat secara langsung. Dengan STV, kita benar-benar menjangkau yang tak terjangkau dan melayani yang selama ini sulit terlayani,” ungkap Roby.

Roby juga menyampaikan rasa syukur atas pengakuan nasional terhadap inovasi tersebut, seraya memberikan apresiasi kepada seluruh tim STV Disdukcapil Bintan yang dinilainya bekerja tanpa mengenal waktu dan medan. Tim pelayanan ini secara rutin menyusuri wilayah pesisir, pedalaman, hingga pulau-pulau terluar demi memastikan seluruh warga tercatat secara resmi dalam sistem administrasi kependudukan negara.

Bahkan, dalam pelaksanaannya, tim STV kerap harus menginap beberapa malam di pulau-pulau terpencil, seperti di wilayah Kecamatan Tambelan, demi menjangkau masyarakat yang memiliki keterbatasan akses transportasi. Sasaran pelayanan tidak hanya masyarakat umum, tetapi juga mencakup rumah tahanan, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), penyandang disabilitas, perempuan, dan anak-anak sebagai kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus.

Bukan kali pertama inovasi STV membawa Kabupaten Bintan meraih apresiasi nasional. Pada tahun 2024 lalu, inovasi ini juga mengantarkan Bintan meraih Innovative Government Award (IGA) dari Kementerian Dalam Negeri RI. STV dirancang dengan prinsip kesetaraan gender dan perlindungan hak perempuan, anak, serta penyandang disabilitas, sehingga pelayanan publik benar-benar menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa diskriminasi.

Secara teknis, STV melayani berbagai kebutuhan administrasi kependudukan secara langsung di lokasi, mulai dari perekaman dan pencetakan KTP elektronik, Kartu Identitas Anak (KIA), Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran dan Kematian, Akta Perkawinan, Akta Pengesahan Anak, layanan pindah-datang penduduk, hingga pembenahan data kependudukan bermasalah. Program ini juga menjalin kolaborasi dengan rumah sakit, rumah tahanan, serta Kantor Urusan Agama (KUA).

Sejak diluncurkan hingga akhir tahun 2024, inovasi STV tercatat telah melayani 2.906 dokumen kependudukan secara langsung di lapangan, sebuah capaian yang mencerminkan tingginya kebutuhan sekaligus efektivitas model pelayanan jemput bola tersebut.

“Masyarakat kita, khususnya yang tinggal di pulau-pulau, banyak yang harus melaut setiap hari. Selain keterbatasan waktu, jarak tempuh juga menjadi kendala besar untuk mengurus administrasi. Dari tantangan inilah program STV lahir,” tambah Roby.

Penghargaan OPSI ini sekaligus menambah catatan emas bagi Pemerintah Kabupaten Bintan atas berbagai capaian sepanjang tahun 2025. Pengakuan nasional terhadap inovasi pelayanan publik di Bintan menjadi bentuk apresiasi terhadap kinerja seluruh perangkat daerah.

Di Kabupaten Bintan sendiri, budaya inovasi terus didorong secara sistematis. Setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diwajibkan melahirkan minimal satu inovasi sesuai dengan fungsi dan tugas masing-masing. Inovasi-inovasi tersebut kemudian dikompetisikan melalui ajang Galanova Award yang digelar setiap tahun sebagai upaya memperkuat ekosistem inovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan.

fin4d» Situs Toto Online Terpercaya No 1 Di Indonesia 2025

You might also like