Sempat Terhenti, Kini Aktif Lagi: Siapa di Balik Pemotongan Bukit Tanjung Uncang?

Silabuskepri.co.id | Batam —Aktivitas pemotongan bukit yang disertai penambangan batu kembali terpantau beroperasi di kawasan Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji, Kota Batam. Kegiatan tersebut berlangsung di lahan sekitar masjid yang berada tepat di depan PT Asia Foundry. Pantauan awak media pada Kamis (29/01/2026) menunjukkan sejumlah alat berat jenis excavator pemecah batu beroperasi aktif, sementara lori pengangkut material hilir-mudik keluar masuk lokasi secara bergantian.

Operasi alat berat tersebut mengindikasikan adanya aktivitas penambangan batu dalam skala signifikan. Fakta ini memunculkan dugaan kuat bahwa kegiatan yang berlangsung bukan sekadar pematangan lahan biasa, melainkan telah masuk kategori eksploitasi material batuan yang semestinya berada di bawah rezim perizinan ketat.

Aktivitas ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Berdasarkan penelusuran awak media, kegiatan pemotongan bukit dan penambangan batu di lokasi tersebut sebelumnya sempat terhenti cukup lama. Namun kini kembali beroperasi tanpa adanya pengumuman resmi, papan informasi proyek, maupun sosialisasi kepada warga sekitar, sehingga memicu kecurigaan publik akan legalitas kegiatan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, tidak ditemukan kejelasan terkait izin usaha penambangan batu, persetujuan lingkungan, maupun rekomendasi teknis dari instansi berwenang. Padahal, aktivitas pengerukan dan pemecahan batu dalam skala besar berpotensi melanggar ketentuan perundang-undangan, khususnya jika dilakukan tanpa dokumen lingkungan dan izin resmi. Risiko yang ditimbulkan pun tidak ringan, mulai dari kerusakan kontur bukit, potensi longsor, debu dan kebisingan, hingga ancaman keselamatan bagi masyarakat sekitar. Kondisi ini semakin mengkhawatirkan mengingat lokasi kegiatan berada di dekat fasilitas ibadah dan kawasan industri dengan mobilitas tinggi.

Upaya konfirmasi telah dilakukan awak media kepada pihak pengelola kegiatan melalui pesan WhatsApp. Namun hingga berita ini diterbitkan, tidak ada jawaban maupun klarifikasi yang diberikan. Sikap tertutup tersebut justru memperkuat dugaan publik bahwa aktivitas penambangan batu yang berlangsung saat ini tidak dilengkapi perizinan yang sah.

Masyarakat setempat mendesak instansi terkait, khususnya BP Batam, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Penataan Ruang, serta aparat penegak hukum, untuk segera turun ke lapangan melakukan pemeriksaan menyeluruh. Apabila terbukti terjadi penambangan batu tanpa izin, warga meminta agar penindakan tegas dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Lemahnya pengawasan dikhawatirkan akan membuka ruang bagi praktik penambangan liar yang tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam keselamatan publik serta merugikan kepentingan negara.

(Red)

fin4d» Situs Toto Online Terpercaya No 1 Di Indonesia 2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

You might also like