Silabuskepri.co.id | Bengkulu Selatan — Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap keamanan lingkungan kembali tumbuh di tengah masyarakat Desa Lubuk Sirih Ulu, Kecamatan Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan. Wujud nyata kebersamaan itu terlihat dari pembangunan Pos Keamanan Lingkungan (Pos Kamling) yang dilaksanakan secara swadaya bersama pemerintah desa dan warga.
Kepala Desa Lubuk Sirih Ulu, Ricki Astria, menyampaikan bahwa pembangunan Pos Kamling ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah desa dalam mendukung program nasional “Peduli Keamanan dan Ketertiban Lingkungan” sekaligus langkah konkret untuk memperkuat sistem keamanan berbasis masyarakat.
“Dengan pembangunan Pos Kamling ini, kita harapkan masyarakat semakin semangat menjaga keamanan lingkungannya. Selain sebagai sarana ronda malam, pos ini juga menjadi wadah untuk memantau aktivitas masyarakat, khususnya generasi muda, agar terhindar dari kenakalan remaja yang marak terjadi saat ini,” ujar Ricki.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban lingkungan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga kewajiban bersama seluruh lapisan masyarakat. Pemerintah desa, kata Ricki, hanya menjadi fasilitator agar semangat gotong royong dan kepedulian sosial terus hidup di tengah warga.
“Kita ingin menghidupkan kembali nilai-nilai kebersamaan dan tanggung jawab sosial. Jangan sampai keamanan lingkungan diabaikan karena semua ini untuk kenyamanan kita bersama,” tambahnya.
Also Read:
Antusiasme warga tampak jelas sejak tahap awal pembangunan. Banyak warga yang ikut membantu mulai dari menyiapkan material hingga bergotong royong mendirikan bangunan Pos Kamling di lokasi strategis desa.
Salah seorang warga, Suharno, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada pemerintah desa yang telah mendukung dan menggerakkan kembali kegiatan positif tersebut.
“Kami bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah desa. Dengan adanya Pos Kamling ini, warga merasa lebih aman, apalagi saat malam hari. Ini bukti nyata kebersamaan dan kepedulian sosial yang mulai tumbuh kembali di Lubuk Sirih Ulu,” ujarnya.
Warga lainnya menambahkan, keberadaan Pos Kamling tidak hanya berfungsi sebagai pusat penjagaan keamanan, tetapi juga menjadi tempat bersosialisasi dan mempererat silaturahmi antarwarga. Di pos inilah, masyarakat dapat berbagi informasi, berdiskusi tentang kondisi lingkungan, dan membangun kebersamaan yang selama ini menjadi ciri khas kehidupan pedesaan.
Menutup kegiatan, Kepala Desa Ricki Astria berharap agar semangat gotong royong yang terbangun tidak berhenti setelah pembangunan selesai. Ia menekankan pentingnya pengelolaan pos secara berkelanjutan agar fungsinya tetap terjaga dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Setelah pos kamling ini berdiri, jangan hanya dijadikan pajangan. Harus benar-benar dimanfaatkan untuk menjaga keamanan lingkungan. Dengan begitu, warga akan merasa lebih nyaman, aman, dan terlindungi,” pungkas Ricki.
Pembangunan Pos Kamling di Desa Lubuk Sirih Ulu menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat mampu menghadirkan rasa aman, memperkuat solidaritas sosial, serta menghidupkan kembali budaya ronda malam yang menjadi warisan kearifan lokal bangsa Indonesia.