Silabuskepri.co.id | BATAM – Di tengah guyuran hujan deras yang menyelimuti kawasan pusat pemerintahan Kota Batam sejak pagi, semangat memperingati Hari Otonomi Daerah ke-XXX Tahun 2026 tidak sedikit pun surut. Suasana yang semula direncanakan berlangsung di lapangan terbuka Dataran Engku Puteri akhirnya dipindahkan ke Aula Engku Hamidah Lantai IV Kantor Wali Kota Batam, Senin (27/4/2026). Namun perpindahan lokasi itu justru menambah nuansa keakraban dan kekhidmatan dalam pelaksanaan upacara.
Tampak hadir Ketua DPRD Kota Batam, Haji Muhammad Kamaluddin, bersama Wakil Ketua I DPRD Kota Batam, Haji Aweng Kurniawan, memenuhi undangan Wali Kota Batam untuk mengikuti upacara bendera yang menjadi momentum penting refleksi perjalanan otonomi daerah di Indonesia.
Meski hujan memaksa seluruh peserta berteduh di dalam ruangan, tidak mengurangi makna dari peringatan tersebut. Barisan Aparatur Sipil Negara, unsur Forkopimda, pejabat Pemerintah Kota Batam, BP Batam, hingga para undangan tetap berdiri tegak mengikuti jalannya upacara dengan penuh rasa hormat. Di hadapan mereka, Amsakar Achmad bertindak sebagai inspektur upacara, didampingi Li Claudia Chandra serta jajaran pimpinan daerah lainnya.
Peringatan Hari Otonomi Daerah tahun ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan menjadi ruang pengingat bahwa kemajuan sebuah daerah lahir dari kewenangan yang dijalankan dengan tanggung jawab, kerja sama, dan keberpihakan kepada rakyat. Semangat itulah yang turut dirasakan para pimpinan DPRD Kota Batam yang hadir sebagai representasi suara masyarakat.
Usai mengikuti upacara, Ketua DPRD Kota Batam, Haji Muhammad Kamaluddin, menyampaikan ucapan selamat Hari Otonomi Daerah kepada seluruh masyarakat Batam. Dengan nada penuh syukur, ia mengajak semua pihak untuk melihat capaian pembangunan hari ini sebagai buah dari perjuangan panjang pelaksanaan otonomi daerah.
“Kami ucapkan selamat Hari Otonomi Daerah. Kita patut bersyukur bahwa berbagai pencapaian yang dirasakan hari ini merupakan berkah dari pelaksanaan otonomi daerah,” ujarnya.
Menurutnya, otonomi daerah telah membuka ruang lebih luas bagi pemerintah daerah untuk bergerak cepat menjawab kebutuhan masyarakat, membangun infrastruktur, meningkatkan pelayanan publik, serta menghadirkan kebijakan yang lebih dekat dengan denyut kehidupan rakyat.
Senada dengan itu, kehadiran Wakil Ketua I DPRD Kota Batam Haji Aweng Kurniawan menjadi simbol kuat bahwa sinergi antara legislatif dan eksekutif merupakan fondasi utama dalam menjaga arah pembangunan Batam. Di tengah tantangan kota yang terus tumbuh sebagai kawasan industri, perdagangan, dan investasi, kolaborasi antarlembaga menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar.
Momentum Hari Otonomi Daerah ini pun diharapkan tidak berhenti pada upacara semata, melainkan menjadi penguat tekad seluruh pemangku kepentingan untuk terus menghadirkan pemerintahan yang responsif, pembangunan yang merata, dan kesejahteraan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Di balik hujan yang turun pagi itu, tersimpan harapan yang sama: agar Kota Batam terus melangkah menjadi daerah yang maju, mandiri, dan semakin kuat dalam bingkai otonomi yang berpihak pada rakyat.