JAKARTA, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo yang juga Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) dan Ketua Dewan Pembina IMI DKI Jakarta dan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edy Marsudi, sedang mempersiapkan Kejuaraan Nasional Balap Motor Bebek, yang direncanakan akan memperebutkan Piala Presiden Republik Indonesia.

Kick off penyelenggaraan akan dilakukan di Sirkuit Internasional Sentul, setelah pelantikan Pengurus IMI 2021-2024 pada Februari 2021.

“Kejuaraan tersebut merupakan upaya IMI untuk turun ke bawah merangkul anak-anak muda milenial penggemar motor bebek dan jutaan anak muda pecinta balap masyarakat pedesaan. Sekaligus memfasilitasi anak-anak yang selama ini gemar melakukan balapan liar di jalan raya, untuk unjuk gigi dan nyali di lintasan sirkuit secara resmi. Dari kejuaraan ini, diharapkan terjaring bibit unggul yang bisa dikembangkan lebih jauh, menjadi atlet balap membanggakan Indonesia,” ujar Bamsoet saat menerima pengelola Sirkuit Internasional Sentul, di Ruang Kerja Ketua MPR RI, di Jakarta, Jumat (22/1/21).

Turut hadir para pengurus IMI Pusat, antara lain Badan Pembina Prasetyo Edi Marsudi (Ketua DPRD DKI Jakarta), Badan Pengawas, Kombes (Pol) Syamsul Bahri, Bendahara Umum Effendi Gunawan, Wakil Ketua Umum Sadikin Aksa, Wakil Ketua Umum Ananda Mikola, Wakil Ketua Umum Rifat Sungkar dan Wakil Ketua Umum Judiarto. Hadir pula pengurus IMI DKI Jakarta, antara lain Ketua Ananda Eko dan Sekretaris, Dodi Irawan. Sementara pengelola Sirkuit Internasional Sentul yang hadir antara lain CEO Tinton Soeprapto dan General Manager Marketing Lola Moenek.

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, melalui kejuaraan memperebutkan Piala Presiden tersebut, IMI sekaligus mendukung Sirkuit Internasional Sentul menjadi Pusat Olahraga Otomotif Indonesia. Karenanya, IMI juga mendorong pengembangan Sirkuit Internasional Sentul bersama-sama IMI untuk melakukan renovasi total terhadap berbagai sarana dan prasarana. Sehingga bisa turut menyelenggarakan ajang bergengsi seperti Formula 1 (F1) dan MotoGP serta menjadi destinasi baru sports automotive tourism di Indonesia.

“Sebagai negara besar dengan market pasar mencapai 270 juta lebih penduduk, Indonesia sangat pantas memiliki setidaknya dua sirkuit F1. Satu dengan mengembangkan Sirkuit Internasional Sentul, satu lagi di Bali bekerjasama dengan pemerintah daerah Provinsi Bali,” jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menerangkan, berbagai negara di Asia Tenggara saja sudah memiliki sirkuit berkelas internasional, dengan sertifikat tertinggi dari Fédération Internationale de l’Automobile/FIA (Grade 1) dan Federation Internationale de Motocyclisme/FIM (Grade A), yang bisa digunakan menyelenggarakan F1 ataupun MotoGP.

“Antara lain Thailand dengan Buriram United International Circuit (BRIC), Malaysia dengan Sirkuit Internasional Sepang, ataupun Singapura dengan Sirkuit Marina Bay Street. Sementara Indonesia masih tertinggal. Karenanya kita harus kejar ketertinggalan tersebut dan harus menjadi kiblat otomotif dunia, karena Indonesia selama ini merupakan pasar otomotif terbesar di dunia,” pungkas Bamsoet. (*)