Silabuskepri.co.id | Batam – Layanan direct call internasional di Terminal Peti Kemas (TPK) Batu Ampar tidak hanya memberikan kemudahan bagi pelaku usaha dalam kegiatan ekspor dan impor, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi Batam sebagai salah satu pusat logistik dan perdagangan internasional di kawasan Asia Tenggara.
Layanan ini dinilai mampu memangkas waktu pengiriman barang, meningkatkan kepastian jadwal pelayaran, serta menekan biaya logistik yang selama ini menjadi salah satu tantangan utama dunia usaha. Dengan efisiensi yang semakin baik, arus barang dari dan menuju Batam dapat berlangsung lebih cepat, efektif, dan kompetitif.
“Kondisi ini tentu akan memberikan dampak positif terhadap iklim investasi dan daya saing industri di Kota Batam. Kemudahan konektivitas logistik menjadi salah satu faktor penting yang dipertimbangkan investor dalam mengembangkan usahanya. Karena itu, BP Batam terus berupaya menghadirkan pelayanan kepelabuhanan yang semakin modern, efisien, dan berstandar internasional sebagai bentuk komitmen Kepala BP Batam dan Wakil Kepala BP Batam dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Dari sisi konektivitas global, TPK Batu Ampar saat ini telah melayani sejumlah rute direct call internasional yang menghubungkan Batam dengan berbagai pelabuhan utama di kawasan Asia. Konektivitas tersebut menjadi bukti semakin kuatnya peran Batam sebagai gerbang perdagangan internasional yang strategis.
Untuk wilayah Tiongkok, layanan direct call telah terhubung langsung dengan pelabuhan-pelabuhan utama seperti Shanghai, Ningbo, Shekou, Nansha, Yangpu, dan Qinzhou. Sementara di Vietnam, konektivitas tersedia menuju Haiphong dan Ho Chi Minh City, dua pelabuhan penting yang menjadi pusat aktivitas perdagangan dan manufaktur negara tersebut.
Selain itu, Batam juga terhubung dengan sejumlah pelabuhan utama di Malaysia, antara lain Port Klang, Kuantan, Kota Kinabalu, dan Kuching, serta memiliki jalur pelayaran langsung ke Singapura, yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat logistik dan transshipment terbesar di dunia.
Jaringan pelayaran internasional TPK Batu Ampar juga menjangkau Laem Chabang di Thailand, Sihanoukville di Kamboja, serta Yangon di Myanmar. Luasnya jaringan konektivitas ini memberikan kemudahan bagi pelaku usaha untuk menjangkau berbagai pasar internasional secara lebih cepat dan efisien tanpa harus bergantung pada pelabuhan perantara.
Dengan semakin bertambahnya konektivitas pelayaran internasional, BP Batam optimistis aktivitas perdagangan luar negeri, ekspor-impor, serta pertumbuhan industri manufaktur dan logistik di Batam akan terus meningkat. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas yang memiliki keunggulan kompetitif di tingkat regional maupun global.
Ke depan, BP Batam akan terus melakukan berbagai pengembangan infrastruktur pelabuhan dan peningkatan kualitas layanan guna mendukung terwujudnya Batam sebagai pusat logistik internasional yang modern, terintegrasi, dan berdaya saing tinggi.