Silabsukepri.co.id | Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan komitmennya untuk terus bekerja maksimal menghadapi berbagai persoalan kota di tengah dinamika regulasi dan tantangan administratif yang kompleks. Pada tahun pertama kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra, Pemko Batam harus merespons tiga regulasi baru pemerintah pusat tahun 2025, yakni PP Nomor 25 tentang Perizinan Berusaha, PP Nomor 28 tentang Perizinan Berbasis Risiko, serta PP Nomor 47 tentang perubahan KPBPB Batam.
Respons dilakukan melalui koordinasi intensif dengan kementerian terkait dan integrasi 1.460 layanan perizinan ke dalam Mal Pelayanan Publik Batam guna mempercepat layanan dan memperkuat iklim investasi.
Secara makroekonomi, Batam mencatat pertumbuhan 6,89 persen hingga triwulan III 2025, naik dari 6,6 persen tahun sebelumnya. Realisasi investasi mencapai Rp69,3 triliun atau 115,5 persen dari target Rp60 triliun. Kunjungan wisatawan juga meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta orang.
Visi pembangunan diwujudkan melalui 15 program prioritas, antara lain pembagian 105.670 set seragam gratis dan beasiswa, cakupan UHC 98 persen, bantuan Rp300 ribu per bulan bagi 4.000 lansia, pinjaman tanpa bunga hingga Rp20 juta bagi pelaku usaha kecil, serta 108 pelatihan kerja yang menekan angka pengangguran menjadi 7,57 persen.
Meski berbagai capaian diraih, Amsakar mengakui masih ada tiga persoalan krusial yang menjadi fokus utama, yakni air bersih, sampah, dan banjir. Berbagai langkah dilakukan, mulai dari normalisasi drainase hingga pembangunan infrastruktur untuk mendukung mobilitas dan mengurangi genangan.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kebersihan dan memperkuat kolaborasi agar persoalan utama tersebut dapat segera dituntaskan demi menjaga citra Batam sebagai kota investasi dan pariwisata.