SILABUSKEPRI.CO.ID, LOMBOK –Gerakan nasional Pecinta Pariwisata Indonesia (GENPPARI) konsisten dengan programnya untuk memajukan pariwisata Indonesia, baik wisata alam, wisata sejarah, wisata budaya, wisata spiritual, wisata permainan, wisata edukasi, wisata agro, dan yang lainnya.

Untuk melaksanakan program tersebut, tentu tidak lepas dari kewajiban untuk melakukan survei dan kunjungan ke objek – objek yang dimaksud agar mengetahui cara dan model yang tepat dalam memasarkan informasi kepariwisataannya.

Pakar Kepariwisataan yang juga Ketua Umum GENPPARI, Dede Farhan Aulawi yang baru saja kembali ke Jakarta usai mengunjungi salah satu Kampung Budaya di tanah air yang bernama Kampung Sade, di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Kepada media Jum’at (13/9) mengatakan, bahwa kampung Sade merupakan salah satu kampung yang masih menjaga tradisi Suku Sasak sampai sekarang. Dari sisi bangunan rumah, adat istiadat, dan budayanya benar – benar masih terjaga sampai saat ini.

Sungguh merupakan suguhan nuansa perkampungan asli pribumi Lombok, misalnya bangunan rumah yang atapnya dari ijuk, kuda-kuda atapnya memakai bambu tanpa paku, tembok dari anyaman bambu, dan langsung beralaskan tanah. Terlebih keunikan juga terletak pada tembok lantai yang tidak menggunakan semen, melainkan menggunakan kotoran kerbau.

Meskipun saat ini ada sebagian bangunan yang alas lantainya sudah menggunakan semen untuk melayani tamu yang ingin menginap di kampung itu. Jadi pertimbangannya adalah semata penghormatan pada tamu.

Selanjutnya Dede juga menyampaikan bahwa untuk mencapai lokasi ini tidaklah sulit, karena lokasinya relatif dekat dari Bandara International Lombok Praya, yaitu hanya sekitar 9 km saja. Dari lokasi ini para wisatawan juga biasanya melanjutkan perjalanan ke pantai indah yang bernama Kuta Mandalika. Sebuah pantai yang indah, bersih dan eksotis.

“Bahkan sebentar lagi juga akan memiliki sirkuit internasional, maka bisa dipastikan perkembangan pariwisata di Lombok ini akan maju dengan pesat. Untuk itulah GENPPARI, khususnya jajaran Pengurus GENPPARI Nusa Tenggara Barat akan terus berkoordinasi dengan jajaran pengurus pusat dalam mempromosikan pariwisata Lombok, salah satunya Kampung Sade ini. Ujar Dede.

Dede juga menambahkan bahwa suku asli Pulau Lombok yang masih mempertahankan budaya Sasak ini sebenarnya ada tiga, yaitu Bayan, Sade, dan Rambiten. Namun demikian, yang paling banyak dikunjungi wisatawan umumnya Sade dan Rambiten, karena mungkin pertimbangan jarak yang letaknya tidak jauh dari Mataram, sebagaimana kampung budaya yang lainnya, mata pencaharian penduduk di sini sebagian bekerja sebagai tour guide atau petani.

Sementari kaum wanita umumnya memiliki keterampilan memintal kain tenun sasak, termasuk berdagang oleh – oleh yang terkait objek wisata seperti kain tenun, kaos, gantungan kunci, patung, dan berbagai pernak-pernik kecil khas Lombok.

Para wisatawan biasanya diajak keliling kampung Sade oleh tour Guide sekaligus menerima berbagai penjelasan yang terkait dengan budayanya. Di tengah perkampungan juga ada sebuah mesjid tradisional yang sangat menarik. Dan ketika memasuki waktu sholat Dzuhur, maka Tim GENPPARI pun melakukan sholat terlebih dahulu sambil merasakan nikmatnya ibadah di sebuah kampung tradisional yang masih memegang teguh budaya warisan leluhurnya. Pungkas Dede mengakhiri perbincangan asyik.

Nah bagi anda yang penasaran untuk berkunjung ke kampung Sade ini, segera berwisata untuk mengenal keragaman budaya bangsa. Semakin banyak yang kita kenal, maka rasa syukur pada Alloh SWT dan kecintaan pada negeri akan semakin meningkat. Indonesia negeri kita memang indah, dan tidak akan pernah habis untuk mengeksplorasi berbagai keindahan yang dimilikinya. Oleh karena itu sudah selayaknya bagi bangsa Indonesia untuk selalu bersyukur pada Alloh SWT. (**)

BAGIKAN
Berita sebelumyaLantamal IV Gelar Giat Baksos Kesehatan
Berita berikutnyaJelang Harhubnas 2019, Kesyabaran Dabo Bersihkan Pantai dan Laut
Redaksi Pelindung : Tuhan Yang Maha Esa Penasehat : Brigjen Purn Parasian Simanungkalit,SH, MH. Susunan Redaksi Pemimpin Umum / Penanggung Jawab Gusmanedy Sibagariang AMD Pemimpin Redaksi Tumpak Simbolon, SH Pengembangan dan Periklanan Rismauli Sinaga Redaktur : Sandi Pusaka Herman , Niko. S Korlip : Pineop Siburian Wartawan Batam : Tumpak Simbolon, Ramli, Manguji Silaban, Mirwansyah Biro Tj Balai karimun : — Biro Lingga : Suarman wartawan : Juhari Biro Anambas : M Yanis wartawan : Firmandani Biro Natuna : Nizar Biro Bintan : Edy Biro Tanjungpinang : Mayer S Perwakilan Riau Daratan : Perwakilan Zona Sumatera Perwakilan Riau dan Biro Pelelawan : Pranseda Simanjuntak Kampar : Perwalikan zona Jawa : Perwalikan zona indonesia Tumur : Perwakilan zona Kalimantan : Bidang Pengembangan Usaha Marketing Maneger : Jeni Kartika Sinaga Badan Hukum : PT. Goes Siber Mandiri Sukses Nomor AHU : 0054024.AH.01.01 NPWP : 80.762.640,3-225.000 Nomor TDP : 33.10.1.58.18242 No SIUP : 02137/BPMPTSP-BTM/PAK/2016 Alamat : Kompleks Ruko Rabayu Blok E No. 2 Tembesi, Sagulung, Kota Batam, Kepulauan Riau, Indonesia Kode pos : 29439 Telepon : 0778-7432139 Hp +628127063321 Email : redaksisilabus@gmail.com