GENPPARI Sambangi Wisata Kampung Sade Lombok Tengah

0
18

SILABUSKEPRI.CO.ID, LOMBOK –Gerakan nasional Pecinta Pariwisata Indonesia (GENPPARI) konsisten dengan programnya untuk memajukan pariwisata Indonesia, baik wisata alam, wisata sejarah, wisata budaya, wisata spiritual, wisata permainan, wisata edukasi, wisata agro, dan yang lainnya.

Untuk melaksanakan program tersebut, tentu tidak lepas dari kewajiban untuk melakukan survei dan kunjungan ke objek – objek yang dimaksud agar mengetahui cara dan model yang tepat dalam memasarkan informasi kepariwisataannya.

Pakar Kepariwisataan yang juga Ketua Umum GENPPARI, Dede Farhan Aulawi yang baru saja kembali ke Jakarta usai mengunjungi salah satu Kampung Budaya di tanah air yang bernama Kampung Sade, di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Kepada media Jum’at (13/9) mengatakan, bahwa kampung Sade merupakan salah satu kampung yang masih menjaga tradisi Suku Sasak sampai sekarang. Dari sisi bangunan rumah, adat istiadat, dan budayanya benar – benar masih terjaga sampai saat ini.

Sungguh merupakan suguhan nuansa perkampungan asli pribumi Lombok, misalnya bangunan rumah yang atapnya dari ijuk, kuda-kuda atapnya memakai bambu tanpa paku, tembok dari anyaman bambu, dan langsung beralaskan tanah. Terlebih keunikan juga terletak pada tembok lantai yang tidak menggunakan semen, melainkan menggunakan kotoran kerbau.

Meskipun saat ini ada sebagian bangunan yang alas lantainya sudah menggunakan semen untuk melayani tamu yang ingin menginap di kampung itu. Jadi pertimbangannya adalah semata penghormatan pada tamu.

Selanjutnya Dede juga menyampaikan bahwa untuk mencapai lokasi ini tidaklah sulit, karena lokasinya relatif dekat dari Bandara International Lombok Praya, yaitu hanya sekitar 9 km saja. Dari lokasi ini para wisatawan juga biasanya melanjutkan perjalanan ke pantai indah yang bernama Kuta Mandalika. Sebuah pantai yang indah, bersih dan eksotis.

“Bahkan sebentar lagi juga akan memiliki sirkuit internasional, maka bisa dipastikan perkembangan pariwisata di Lombok ini akan maju dengan pesat. Untuk itulah GENPPARI, khususnya jajaran Pengurus GENPPARI Nusa Tenggara Barat akan terus berkoordinasi dengan jajaran pengurus pusat dalam mempromosikan pariwisata Lombok, salah satunya Kampung Sade ini. Ujar Dede.

Dede juga menambahkan bahwa suku asli Pulau Lombok yang masih mempertahankan budaya Sasak ini sebenarnya ada tiga, yaitu Bayan, Sade, dan Rambiten. Namun demikian, yang paling banyak dikunjungi wisatawan umumnya Sade dan Rambiten, karena mungkin pertimbangan jarak yang letaknya tidak jauh dari Mataram, sebagaimana kampung budaya yang lainnya, mata pencaharian penduduk di sini sebagian bekerja sebagai tour guide atau petani.

Sementari kaum wanita umumnya memiliki keterampilan memintal kain tenun sasak, termasuk berdagang oleh – oleh yang terkait objek wisata seperti kain tenun, kaos, gantungan kunci, patung, dan berbagai pernak-pernik kecil khas Lombok.

Para wisatawan biasanya diajak keliling kampung Sade oleh tour Guide sekaligus menerima berbagai penjelasan yang terkait dengan budayanya. Di tengah perkampungan juga ada sebuah mesjid tradisional yang sangat menarik. Dan ketika memasuki waktu sholat Dzuhur, maka Tim GENPPARI pun melakukan sholat terlebih dahulu sambil merasakan nikmatnya ibadah di sebuah kampung tradisional yang masih memegang teguh budaya warisan leluhurnya. Pungkas Dede mengakhiri perbincangan asyik.

Nah bagi anda yang penasaran untuk berkunjung ke kampung Sade ini, segera berwisata untuk mengenal keragaman budaya bangsa. Semakin banyak yang kita kenal, maka rasa syukur pada Alloh SWT dan kecintaan pada negeri akan semakin meningkat. Indonesia negeri kita memang indah, dan tidak akan pernah habis untuk mengeksplorasi berbagai keindahan yang dimilikinya. Oleh karena itu sudah selayaknya bagi bangsa Indonesia untuk selalu bersyukur pada Alloh SWT. (**)

BAGIKAN
Berita sebelumyaDandim 0315 Bintan Pimpin Upacara Korp Raport Kasdim 0315/Bintan
Berita berikutnyaIntip Keseruan Live Musik di Taman Rusa Sekupang
Redaksi Pelindung : Tuhan Yang Maha Esa Penasehat : Brigjen Purn Parasian Simanungkalit,SH, MH. Susunan Redaksi Pemimpin Umum / Penanggung Jawab Gusmanedy Sibagariang AMD Pemimpin Redaksi Tumpak Simbolon, SH Pengembangan dan Periklanan Rismauli Sinaga Redaktur : Sandi Pusaka Herman , Niko. S Korlip : Pineop Siburian Wartawan Batam : Tumpak Simbolon, Ramli, Manguji Silaban, Mirwansyah Biro Tj Balai karimun : — Biro Lingga : Suarman wartawan : Juhari Biro Anambas : M Yanis wartawan : Firmandani Biro Natuna : Nizar Biro Bintan : Edy Biro Tanjungpinang : Mayer S Perwakilan Riau Daratan : Perwakilan Zona Sumatera Perwakilan Riau dan Biro Pelelawan : Pranseda Simanjuntak Kampar : Perwalikan zona Jawa : Perwalikan zona indonesia Tumur : Perwakilan zona Kalimantan : Bidang Pengembangan Usaha Marketing Maneger : Jeni Kartika Sinaga Badan Hukum : PT. Goes Siber Mandiri Sukses Nomor AHU : 0054024.AH.01.01 NPWP : 80.762.640,3-225.000 Nomor TDP : 33.10.1.58.18242 No SIUP : 02137/BPMPTSP-BTM/PAK/2016 Alamat : Kompleks Ruko Rabayu Blok E No. 2 Tembesi, Sagulung, Kota Batam, Kepulauan Riau, Indonesia Kode pos : 29439 Telepon : 0778-7432139 Hp +628127063321 Email : redaksisilabus@gmail.com SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN KEMERDEKAAN menyatakan pikiran dan pendapat merupakan hak asasi manusia yang tidak dapat dihilangkan dan harus dihormati. Rakyat Indonesia telah memilih dan berketetapan hati melindungi kemerdekaan menyatakan pikiran dan pendapat itu dalam Undang-Undang Dasar 1945. Kemerdekaan pers adalah salah satu wujud kedaulatan rakyat dan bagian penting dari kemerdekaan menyatakan pikiran dan pendapat. Wartawan adalah pilar utama kemerdekaan pers. Oleh karena itu dalam menjalankan tugas profesinya wartawan mutlak mendapat perlindungan hukum dari negara, masyarakat, dan perusahaan pers. Untuk itu Standar Perlindungan Profesi Wartawan ini dibuat: Perlindungan yang diatur dalam standar ini adalah perlindungan hukum untuk wartawan yang menaati kode etik jurnalistik dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya memenuhi hak masyarakat memperoleh informasi; Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan memperoleh perlindungan hukum dari negara, masyarakat, dan perusahaan pers. Tugas jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi melalui media massa; Dalam menjalankan tugas jurnalistik, wartawan dilindungi dari tindak kekerasan, pengambilan, penyitaan dan atau perampasan alat-alat kerja, serta tidak boleh dihambat atau diintimidasi oleh pihak manapun; Karya jurnalistik wartawan dilindungi dari segala bentuk penyensoran; Wartawan yang ditugaskan khusus di wilayah berbahaya dan atau konflik wajib dilengkapi surat penugasan, peralatan keselamatan yang memenuhi syarat, asuransi, serta pengetahuan, keterampilan dari perusahaan pers yang berkaitan dengan kepentingan penugasannya; Dalam penugasan jurnalistik di wilayah konflik bersenjata, wartawan yang telah menunjukkan identitas sebagai wartawan dan tidak menggunakan identitas pihak yang bertikai, wajib diperlakukan sebagai pihak yang netral dan diberikan perlindungan hukum sehingga dilarang diintimidasi, disandera, disiksa, dianiaya, apalagi dibunuh; Dalam perkara yang menyangkut karya jurnalistik, perusahaan pers diwakili oleh penanggungjawabnya; Dalam kesaksian perkara yang menyangkut karya jurnalistik, penanggungjawabnya hanya dapat ditanya mengenai berita yang telah dipublikasikan. Wartawan dapat menggunakan hak tolak untuk melindungi sumber informasi; Pemilik atau manajemen perusahaan pers dilarang memaksa wartawan untuk membuat berita yang melanggar Kode Etik Jurnalistik dan atau hukum yang berlaku.