Silabuskepri.co.id | Bintan — Komitmen Pemerintah Kabupaten Bintan dalam percepatan penurunan angka stunting dan gizi buruk kembali ditegaskan. Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Bintan sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu, Hafizha Rahmadhani, secara langsung menyerahkan 287 paket bantuan stunting dan gizi buruk kepada balita di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Bintan Utara, Kecamatan Seri Kuala Lobam, dan Kecamatan Teluk Sebong.
Selain bantuan bagi balita, Hafizha juga menyerahkan 179 paket bantuan peralatan Posyandu yang ditujukan untuk memperkuat sarana dan prasarana pelayanan kesehatan dasar. Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang kinerja para kader Posyandu sebagai garda terdepan dalam pemantauan tumbuh kembang balita dan kesehatan ibu di tingkat desa dan kelurahan.
Bantuan ini bersumber dari Dana Insentif Fiskal (DIF) yang diterima Pemerintah Kabupaten Bintan dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia. DIF diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen serta kinerja Pemkab Bintan yang dinilai berhasil dan konsisten dalam mendukung program nasional percepatan penurunan stunting. Dana tersebut secara simbolis diserahkan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia kepada Bupati Bintan, Roby Kurniawan, di Jakarta pada awal November lalu.
Dalam sambutannya, Hafizha menegaskan bahwa penurunan angka stunting dan gizi buruk tidak dapat dicapai hanya melalui satu program, melainkan membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, kader Posyandu, serta peran aktif orang tua di rumah.
“Orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan tumbuh kembang anak sesuai indikator perkembangan balita. Konsep yang kita terapkan harus berbasis kolaborasi, di mana intervensi antara kader Posyandu dan keluarga berjalan secara terintegrasi dan berkesinambungan,” ujar Hafizha saat kegiatan yang digelar di Gedung Nasional Tanjung Uban, Selasa pagi (16/12).
Ia mengakui bahwa tren penurunan prevalensi stunting dan gizi buruk di Kabupaten Bintan menunjukkan perkembangan yang positif dari tahun ke tahun. Namun demikian, capaian tersebut tidak boleh membuat semua pihak berpuas diri.
“Prevalensi stunting dan gizi buruk memang menunjukkan tren penurunan, dan ini patut kita syukuri. Namun ini juga menjadi pengingat bahwa upaya pencegahan dan penanganan harus terus dilanjutkan dan diperkuat. Target kita tetap jelas, yaitu Bintan Zero Stunting,” tegasnya.
Hafizha juga menekankan bahwa stunting dan gizi buruk merupakan tantangan nyata yang membutuhkan penanganan terencana, sistematis, dan berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, peran kader Posyandu dinilai sangat strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Tantangan ini harus kita hadapi bersama, bukan dihindari. Para kader Posyandu selama ini telah berkontribusi besar dalam menekan angka stunting dan gizi buruk. Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya untuk seluruh kader. Kita masih punya pekerjaan rumah, jadi jangan kendor dan teruskan pengabdian ini,” ujar Hafizha memberikan motivasi.
Adapun paket bantuan stunting dan gizi buruk yang disalurkan meliputi susu formula, telur ayam, minyak goreng, serta tambahan makanan bagi ibu. Sementara itu, paket peralatan Posyandu terdiri dari timbangan bayi digital, alat ukur tinggi badan, tensimeter, serta timbangan berat badan guna mendukung akurasi layanan kesehatan di tingkat Posyandu.
Melalui langkah ini, Pemerintah Kabupaten Bintan bersama TP PKK dan seluruh pemangku kepentingan berharap kualitas layanan kesehatan dasar semakin meningkat, sekaligus mempercepat terwujudnya generasi Bintan yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.(+Hafizha Serahkan 287 Paket Stunting dan Gizi Buruk serta 179 Paket Bantuan Peralatan Posyandu
Independennews.com | Bintan — Komitmen Pemerintah Kabupaten Bintan dalam percepatan penurunan angka stunting dan gizi buruk kembali ditegaskan. Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Bintan sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu, Hafizha Rahmadhani, secara langsung menyerahkan 287 paket bantuan stunting dan gizi buruk kepada balita di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Bintan Utara, Kecamatan Seri Kuala Lobam, dan Kecamatan Teluk Sebong.
Selain bantuan bagi balita, Hafizha juga menyerahkan 179 paket bantuan peralatan Posyandu yang ditujukan untuk memperkuat sarana dan prasarana pelayanan kesehatan dasar. Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang kinerja para kader Posyandu sebagai garda terdepan dalam pemantauan tumbuh kembang balita dan kesehatan ibu di tingkat desa dan kelurahan.
Bantuan ini bersumber dari Dana Insentif Fiskal (DIF) yang diterima Pemerintah Kabupaten Bintan dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia. DIF diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen serta kinerja Pemkab Bintan yang dinilai berhasil dan konsisten dalam mendukung program nasional percepatan penurunan stunting. Dana tersebut secara simbolis diserahkan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia kepada Bupati Bintan, Roby Kurniawan, di Jakarta pada awal November lalu.
Dalam sambutannya, Hafizha menegaskan bahwa penurunan angka stunting dan gizi buruk tidak dapat dicapai hanya melalui satu program, melainkan membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, kader Posyandu, serta peran aktif orang tua di rumah.
“Orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan tumbuh kembang anak sesuai indikator perkembangan balita. Konsep yang kita terapkan harus berbasis kolaborasi, di mana intervensi antara kader Posyandu dan keluarga berjalan secara terintegrasi dan berkesinambungan,” ujar Hafizha saat kegiatan yang digelar di Gedung Nasional Tanjung Uban, Selasa pagi (16/12).
Ia mengakui bahwa tren penurunan prevalensi stunting dan gizi buruk di Kabupaten Bintan menunjukkan perkembangan yang positif dari tahun ke tahun. Namun demikian, capaian tersebut tidak boleh membuat semua pihak berpuas diri.
“Prevalensi stunting dan gizi buruk memang menunjukkan tren penurunan, dan ini patut kita syukuri. Namun ini juga menjadi pengingat bahwa upaya pencegahan dan penanganan harus terus dilanjutkan dan diperkuat. Target kita tetap jelas, yaitu Bintan Zero Stunting,” tegasnya.
Hafizha juga menekankan bahwa stunting dan gizi buruk merupakan tantangan nyata yang membutuhkan penanganan terencana, sistematis, dan berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, peran kader Posyandu dinilai sangat strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Tantangan ini harus kita hadapi bersama, bukan dihindari. Para kader Posyandu selama ini telah berkontribusi besar dalam menekan angka stunting dan gizi buruk. Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya untuk seluruh kader. Kita masih punya pekerjaan rumah, jadi jangan kendor dan teruskan pengabdian ini,” ujar Hafizha memberikan motivasi.
Adapun paket bantuan stunting dan gizi buruk yang disalurkan meliputi susu formula, telur ayam, minyak goreng, serta tambahan makanan bagi ibu. Sementara itu, paket peralatan Posyandu terdiri dari timbangan bayi digital, alat ukur tinggi badan, tensimeter, serta timbangan berat badan guna mendukung akurasi layanan kesehatan di tingkat Posyandu.
Melalui langkah ini, Pemerintah Kabupaten Bintan bersama TP PKK dan seluruh pemangku kepentingan berharap kualitas layanan kesehatan dasar semakin meningkat, sekaligus mempercepat terwujudnya generasi Bintan yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.(*)