Silabuskepri.co.id | Batam — Suasana akrab mewarnai pertemuan Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, dr. Didik Kusmarjadi, Sp.OG., MM dengan pengurus DPC Pro Jurnalis Media Siber (PJS) Kota Batam di ruang kerjanya, Sekupang, Kamis (19/02/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan komitmen Dinkes Batam untuk terus menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas bagi masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, dr. Didik menjelaskan sejumlah isu pelayanan kesehatan yang berkembang di masyarakat, termasuk pelayanan dokter spesialis di rumah sakit serta kabar adanya ucapan yang menyebut pasien BPJS sebagai “gratisan”.
Ia memastikan Dinas Kesehatan akan melakukan penelusuran langsung ke rumah sakit terkait untuk mengetahui mekanisme pelayanan yang sebenarnya.
“Kami akan turun langsung melakukan pemeriksaan dan melihat bagaimana sistem pelayanan berjalan, termasuk alasan terjadinya antrean pasien,” ujarnya.
Ia menegaskan peserta BPJS tidak boleh dibebani biaya tambahan, termasuk pembelian obat di luar fasilitas kesehatan.
“Pasien BPJS tidak boleh mengeluarkan biaya untuk obat yang menjadi tanggungan program. Rumah sakit wajib menyediakan, terutama obat esensial sesuai ketentuan,” tegasnya.
Dinkes, lanjutnya, akan menyampaikan hasil klarifikasi setelah proses pemeriksaan selesai.
Puskesmas Sei Pelunggut Sudah Beroperasi Terbatas
Pada kesempatan itu, dr. Didik juga menjelaskan perkembangan operasional Puskesmas Sei Pelunggut yang sebelumnya dikeluhkan masyarakat karena belum beroperasi penuh.
Ia menyebut keterlambatan operasional disebabkan proses administrasi penetapan melalui Peraturan Wali Kota (Perwako) yang memerlukan persetujuan hingga tingkat provinsi.
Meski demikian, pemerintah telah melakukan soft opening sejak tahun lalu agar masyarakat tetap dapat memperoleh layanan kesehatan dasar.
“Pelayanan sebenarnya sudah berjalan sejak akhir Oktober 2025. Petugas mulai bertugas 3 November 2025 meskipun belum maksimal karena masih proses kerja sama BPJS,” jelasnya.
Untuk sementara, tenaga kesehatan ditugaskan dari Puskesmas Sei Langkai dan Sei Lekop, terdiri dari:
1 dokter
2 perawat
1 apoteker
Ia menambahkan, setelah pelantikan struktural yang direncanakan dalam waktu dekat, pelayanan akan berjalan penuh secara administratif dan operasional.
Dinkes Buka Ruang Pengaduan
dr. Didik menegaskan Dinas Kesehatan terbuka terhadap pengaduan masyarakat serta tidak akan mempersulit pengurusan administrasi kesehatan.
Ia juga berharap media dapat menjadi mitra strategis dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai mekanisme pelayanan kesehatan.
“Kami terbuka terhadap keluhan masyarakat dan berharap media membantu menyampaikan informasi kesehatan secara benar agar masyarakat memahami prosedur pelayanan,” tutupnya.
(Pjs)