Foto : Ibunda Carolein Parewang, RS Boru Sinaga

Silabuskepri.co.id, Batam  | Ibunda Carolein Parewang, RS Sinaga atau yang biasa dipanggil Oma akhirnya buka suara soal dugaan kasus perselingkuhan antara putrinya Carolein dengan Anggota Komisi 3 DPRD kota Batam, Amintas Tambunan alias AT.

Oma mengaku tidak habis pikir dengan tindakan yang ditunjukkan oleh wakil rakyat tersebut. Karena berdasarkan silsilah (tarombo) marga dalam adat Batak, istri Amintas adalah satu marga dengan dirinya (Oma).

Dengan kata lain, hubungan terlarang antara Amintas dengan putrinya Carolein tidak dibenarkan secara adat Batak yang membuat hatinya semakin tersayat.

“Saya orang Batak, dan saya Boru Sinaga. Setelah saya tau kasus anak saya Carolein dengan Amintas, hati saya seperti tersayat-sayat karena saya Boru Sinaga dan istri Amintas juga Boru Sinaga.

“Padahal saya juga masuk kumpulan marga Sinaga di sektor Dapur 12, tempat saya tinggal di Bukit Kamboja,” ucap Oma penuh sedih kepada Independennews di sekitaran Batu Aji, Sabtu (11/9/2021).

Sebelumnya kata Oma, dirinya sempat mendatangi rumah Amintas untuk membicarakan hal ini secara empat mata. Sesampai disana, dirinya mendapati istri Amintas sedang tidur di rumah dan meminta dibangunkan untuk mencari solusi terkait permasalahan tersebut.

Namun kata Oma, sesampai disana dirinya mendapat perlakuan yang kurang mengenakkan dari istri Amintas yang juga merupakan satu marga dengannya dan satu kumpulan di sektor Dapur 12.

“Setelah saya sampai di rumah Amintas, saya bertemu dengan istrinya Amintas, dan saat dia bangun, dia langsung teriak siapa kamu, ada apa mau kesini, itu cuma rekayasa, kufoto kau sekarang, kupenjarakan kalian semua,” ucap Oma menirukan istri Amintas.

Lalu kata Oma, istri Amintas lalu keluar rumah dan merekam dirinya dengan mengucapkan hal yang sama “kupenjarakan kalian semua”.

“Karena dia keluar, saya juga keluar soalnya tidak ada komunikasi yang baik. Dia teriak “kupenjarakan kalian semua” sambil merekam dan memfoto sampai saya masuk ke mobil,” ucapnya.

Oleh karena itu, Oma berencana melaporkan hal ini ke kumpulan marga Sinaga yang ada di kota Batam untuk turut membantu permasalahan yang sedang menimpa putrinya dengan Amintas yang jelas-jelas memiliki tali persaudaraan secara marga.

“Saya sakit hati sama dia, marah sekali padahal kami sering ketemu di kumpulan. Dan selanjutnya saya lihat dulu kondisinya, tapi kalau tidak bisa diatasi saya minta tolonglah kepada hula-hula saya marga Sinaga yang ada di kota Batam.” tuturnya dengan Nada sedih (Red)