Kepala Sekolah SD/SMP Citra Bahtera Hayat Sagulung Diduga Kuat Miliki Ijazah Kongkalikong

0
105

Batam, Silabuskepri.co.id — Jumaidah Spd, Kepala Sekolah SD/SMP Citra Bahtera Hayat Sagulung dikabarkan memiliki izasah tanpa melakukan proses belajar atau tidak sesuai aturan yang berlaku, kuat dugaan ijazah yang dikantonginya hasil dari kongkalikong.

“Dia mengajar di Sekolah Citra Bahtera Hayat Sagulung sudah hampir 20 tahun lebih, tapi bisa memiliki izasah Spd secara tiba tiba tahun 2008. Sementara dia tidak pernah cuti atau mengikuti kuliah di Universitas Riama Medan,” kata sumber yang tidak mau disebutkan namanya kepada Silabuskepri.co.id.

Lebih jauh sumber menegaskan akan temuannya patut di tindaklanjuti oleh aparat penegak hukum karena diduga kuat, Jumaidah membeli ijazah untuk mengejar intensif sertifikasi dari Pemerintah.

“Mohon aparat hukum dan instansi terkait menindaklanjuti perihal ijazah Jumaidah yang muncul tiba-tiba tahun 2008 tanpa melakukan proses belajar di Universitas yang mengeluarkan Izasah tersebut,” lanjut sumber. Rabu, (14/8/2019).

Terpisah. Jumaidah Spd saat diklarifikasi Silabuskepri.co.id terkait tudingan yang menyudutkan dirinya, yang menyebutkan Jubaidah memiliki Ijazah tidak sesuai prosedur, melalui telepon selulernya mengatakan, hal tersebut adalah bohong dan fitnah sembari langsung mematikan sambungan selulernya.

“Itu tidak benar pak, dan fitnah buat saya,” jawab Jumaidah dengan singkat.

Tuduhan tersebut adalah pembunuhan karakter, Jumaidah selaku Kepala Sekolah SD/SMP Citra Bahtera Hayat Sagulung adalah pencemaran nama baik. Apakah Jumaidah akan melakukan tindakan hukum untuk menyangkal tudingan yang dituduhkan kepadanya, Jumaidah memilih bungkam dan tidak membalas pertanyaan Silabuskepri.co.id.

Hal ini menjadi pertanyaan tersendiri akan sikap Jumaidah terhadap marwah Sekolah yang di pimpinnya jika kasus ini tetap didiamkan.

Seharusnya, Jumaidah menjelaskan cara dan proses dirinya mendapat Ijasah tersebut, dimana dirinya sudah hampir 20 tahun aktif mengajar di SD/SMP Citra Bahtera Hayat Sagulung. Namun Ijazah miliknya dikeluarkan tahun 2008.

Dikutip dari Independennews.com,
Kasi PTK Disdik Kota Batam, Adi Sucipto, S.pd mengatakan, ijazah Kepala Sekolah dimaksud tidak palsu, karena sesuai data yang ada di Dinas Pendidikan Kota Batam, bahwa Kepala Sekolah yang dimaksud sudah lulus sertifikasi.

“Kalau menurut saya ijazah yang bersangkutan (JM) tidak mungkin palsu, karena sesuai data yang ada di Dinas Pendidikan Kota Batam, bahwa Kepala Sekolah yang dimaksud sudah lulus sertifikasi guru, setahu kami pada saat pengajuan sertifikasi, pusat akan melakukan verifikasi bahkan sampai ke universitas asal dikeluarkannya ijazah tersebut,” kata Adi.

Namun Adi Sucipto tidak mengetahui akan proses mendapat Izasah tersebut jika yang bersangkutan (Jumaidah) aktif mengajar selama kurang lebih 20 tahun di kota Batam, sementara Izasahnya keluar tahun 2008.

“Jika diragukan mengenai proses untuk mendapatkan ijazah yang dimaksud, kalau itu kita nggak tahu,” tutupnya.

Jumaidah jika terbukti memiliki Izasah tidak sesuai prosedur terancam dijerat pasal 263 ayah 2 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara dan denda Rp500 Juta.

Sedangkan untuk Universitas yang mengeluarkan Izasah tanpa melakukan proses belajar-mengajar. Terancam
melanggar ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi Pasal 28 ayat 6 dan 7, Pasal 42 ayat 3, dan Pasal 44 ayat 4. Ancaman pidananya penjara paling lama 10 tahun atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

(Pino Siburian)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.