Perkimtan Batam Beberkan Penentu Bantuan Renovasi Rumah, Lurah Batu Legong Bohong

0
117

Batam, Silabuskepri.co.id — Bambang, Kabid Perumahan dan Pemukiman Kota Batam menyampaikan terkait penentuan nama yang berhak menerima Bantuan Stimulan Swadaya (BSPS) yang diluncurkan Pemerintah dengan wacana anggaran secara cuma-cuma untuk renovasi rumah adalah RW dan Lurah setempat.

“Yang lebih tahu keadaan dan kehidupan masyarakat kan RT-RW dan Lurah, jadi merekalah yang menentukan. Kita hanya sebagai jembatan kepada Pusat,” kata Bambang kepada Silabuskepri.co.id di ruang kerjanya saat didatangi Silabuskepri.co.id di Kantor Perkimtan Kota Batam. Kamis, (18/7/2019).

Hal ini berbanding terbalik dengan pernyataan Turmidi. Lurah Batu Legong saat ditanyakan terkait penentuan dan survei yang dilakukannya untuk penerima bantuan BSPS di wilayah Kelurahan Batu Legong, Bulang, Batam.

“Kalau tahun ini tidak dapat, tunggu tahun depan, yang menentukan kan Pusat,” jawabnya dengan singkat.

Jawaban Dinas Perkimtan Kota Batam melalui Bapak Bambang menjadi pertimbangan akan adanya penolakan berkas calon penerima bantuan renovasi rumah yang diajukan oleh Putra, ketua RT 006.

Sementara itu, terkait Data dan bukti-bukti penerima bantuan renovasi rumah di Kelurahan Batu Legong yang sudah ditetapkan sebanyak 30 unit rumah, pihak Perkimtan dan juga Koordinator SPT BSPS Kepri akan melakukan verifikasi ulang.

“Kita Verifikasi dulu bang, baru nanti kita berikan kepada media,” ungkap Dinas Febrianto yang juga selaku Koordinator BSPS Kota Batam.

Sebelumnya, Ketua RT 06 Pulau Labuh (Putra), menceritakan bahwa adanya tindakan dari Oknum Lurah Kelurahan Batu Legong dan Oknum Perkimtan kota Batam yang melakukan penetapan penerima bantuan renovasi rumah bagi warganya terkesan tidak adil dan diskriminasi.

“Saya selaku Ketua RT 06 mengajukan rumah warga saya sekitar 11 rumah, tapi setelah dilakukan survei, mereka hanya menyetujui 3 rumah dan meminta berkas administrasi untuk proses sebagai rumah yang layak penerima bantuan. Tapi setelah penetapan dan undangan dari Lurah sebagai penerima bantuan renovasi rumah, warga saya hanya mendapat 2 undangan dan yang satu lagi atas nama Bapak Musa dibatalkan tanpa alasan dari pihak Kelurahan,” kata Putra kepada Silabuskepri.co.id saat dijumpai di rumahnya di Pulau Labuh. Kamis, 27 Juni 2019.

Putra menjelaskan, terkait pengajuan berkas warganya sebanyak 11 rumah adalah benar posisi rumah tersebut benar-benar layak mendapat dan pengajuannya lebih dulu dari warga RT 06. Tapi di RT lain bisa dapat sampai 2 kali dengan rumah yang sama.

“Berkas yang saya ajukan itu semua layak untuk menerima bantuan tersebut dan pengajuan saya lebih dulu dari RT 06, tapi kenapa RT 07 dapat 8 rumah. Mereka bahkan belum ada pengajuan dan diantara 8 rumah tersebut ada yang masih layak dan juga sudah pernah menerima bantuan serupa tapi tidak dibangun, malah mendirikan rumah baru, dan bisa dapat lagi tahun ini dengan modus nama diganti, ini jelas tidak adil namanya,” jelas Putra.

Putra mendugaan Lurah dan Perkimtan kota Batam kongkalikong untuk meloloskan data penerima bantuan renovasi rumah.

“Harapan saya, Lurah dan Dinas Terkait adil memberikan bantuan tersebut. Janganlah kita (RT 06) tidak dianggap membutuhkan juga. Kita bahkan susah untuk menghubungi Lurah akan permasalahan ini,” pungkas Putra.
(P. Sib)