Silabuskepri.co.id | Batam – Di hari terakhir kami berada di RSBP Batam, suasana di ruangan dokter itu terasa berbeda. Tidak lagi dipenuhi kecemasan seperti saat pertama kali datang. Yang ada hanyalah senyum, tawa kecil, dan rasa syukur yang perlahan memenuhi hati kami.
Awalnya, langkah kami memasuki rumah sakit disertai kegelisahan. Sebagai keluarga, tentu ada rasa takut dan harap yang bercampur menjadi satu. Namun semua itu perlahan berubah ketika istri saya mendapatkan sambutan yang begitu hangat dari para perawat dan perhatian yang tulus dari dr. Sri Rezeki.
Dengan suara yang menenangkan, sikap yang penuh empati, serta ketelitian seorang dokter yang bekerja dengan hati, beliau memberikan keyakinan bahwa semuanya akan berjalan baik. Kata-kata yang sederhana, tetapi penuh makna, mampu menenangkan hati kami yang sempat diliputi kekhawatiran,”ungkap suami pasien saat menunggu ceck-up terakhir di poli Mata RSBP Batam, Sabtu (14/3/2026)
Proses operasi pun berlangsung dengan lancar. Setiap detik yang kami lewati terasa panjang, namun ketika kabar baik itu datang, rasa syukur seakan mengalir begitu saja dari dalam hati. Tuhan begitu baik mempertemukan kami dengan tim medis yang bekerja dengan penuh dedikasi.
Setelah operasi, tidak ada keluhan berarti. Pemulihan berjalan dengan baik. Senyum yang kembali hadir di wajah istri saya menjadi kebahagiaan yang tak ternilai. Senyum itu bukan sekadar ekspresi, melainkan tanda bahwa harapan masih selalu ada.
Di ruangan dokter itu, kami belajar satu hal sederhana namun sangat berarti—bahwa ketulusan dalam pelayanan mampu menghadirkan ketenangan bagi mereka yang sedang berada dalam ketidakpastian. Bahwa perhatian kecil dari seorang dokter dan perawat bisa menjadi cahaya bagi keluarga yang sedang diliputi rasa cemas.
Terima kasih kepada seluruh tim medis RSBP Batam, khususnya dr. Sri Rezeki dan para perawat yang telah memberikan pelayanan dengan hati, kesabaran, dan profesionalisme.
Semoga setiap tangan yang menolong, setiap senyum yang menenangkan, dan setiap kebaikan yang diberikan kepada pasien menjadi amal yang terus mengalir. Karena bagi kami, pelayanan yang tulus bukan hanya menyembuhkan tubuh—tetapi juga menguatkan hati.