Foto : Ilustrasi

SilabusKepri.co.id, Karimun | Masyarakat Kabupaten Kaimun mengeluhkan kenaikan harga Minyak Goreng. Kenaikan tersebut sangat memberatkan masyarakat ditengah terpaan pandemi covid 19 saat ini.

Salah seorang ibu rumah tangga warga meral yang tidak mau namanya dipublikasikan, kepada awak media ini mengatakan, kenaikan harga Minyak Goreng perkilogram sebesar Rp4.000,- Hal itu sangat memberatkan keuangan keluarga ditengah sulit nya ekonomi setelah dilanda Covid 19.

“Harga minyak sgoreng saat ini perkilo naik Rp 18.000 atau naik 4000 per kilogram,  tentu sangat mempengaruhi keuangan keluarga,”ujar ibu Paroh baya itu.

Ditengah sulitnya ekonomi akibat terpaan pandemi Covid 19, sambung ibu Paroh Baya ini, bisa-bisanya harga bahan makanan pokok tidak dapat dikendalikan.

“Masa tiba-tiba harga minyak naik hingga 35 persen dari harga sebelumnya, ini namanya mencekik lehar masyarakat. Apakah ada permainan para pedangang. Negara kita termasuk penghasil kelapa sawit terbesar di Dunia, seperti tak ada kontrol,” keluhnya.

Hal senada disampaikan salah seorang pedangan warung makan, di Bilanagan Karimun mengaku, kenaikan harga minyak goreng ini sangat memberatkan terutama bagi pedagang warung makan.

“Seiiring dengan naiknya minyak goreng tentu kami juga menaikkan harga makanan, ini kami lakukan untuk menutupi kenaikan harga minyak goreng.”tutupnya (S)