Silabuskepri.co.id, Karimun — Guru merupakan pahlawan yang menjadi ujung tombak untuk mencerdaskan anak bangsa, sayangnya para guru guru masih banyak yang butuh perhatian pemerintah khususnya terkait tunjangan dan kesejahteraannya.
Seperti yang dialami pada 5 orang Guru tenaga honorer di TK Al-UMARA di kelurahan Darussalam, Kecamatan Meral Barat Kabupaten Karimun, dua orang guru menerima insentif sebesar Rp 750 ribu , sementara 1 orang guru belum memperoleh insentif.
Rendahnya perhatian pemerintah kabupaten Karimun terhadap para guru TK Al-UMARA membuat Amirullah salah seorang warga Karimun berkomentar lewat media sosial.
“Miris mengetahui kenyataan yang terjadi di dunia pendidikan kita, inilah bukti bahwa guru honorer dapat insentif dari Pemda Karimun sebesar Rp1,5 juta per bulannya untuk 5 orang Guru honorer di sebuah sekolah TK ,” ungkapnya dalam akun Facebooknya, Jumat 27 Juli 2018.
Bukan tanpa sebab, Amirullah merasa kesal dengan kondisi 5 guru honorer di TK AL-UMARA yang kurang perhatian.
” Coba bayangkan mas, Bagaimana generasi bisa dapat pengajaran maksimal? korupsi di mana mana, KKN merajalela, pemerintah belum mampu mensejahterahkan rakyatnya, anggaran untuk pendidikan sangat kecil dibanding dengan anggaran lainnya. Ada tiga orang anak putus sekolah sementara petinggi kita sibuk dengan kekuasaan dan bicara soal kesejahteraan rakyat mari kita pikirkan bersama,” tambah Amirullah.
Amirullah menyatakan kita sebagai masyarakat memohon kepada bupati agar dapat memberi insentif kepada tiga orang guru lagi yang sudah mengajar hampir dua tahun lalu.”tegasnya
Sementara itu, Kepala Sekolah TK Al-UMARA Mardiah SE mengatakan, sudah dua kali ia mengajukan intensif untuk tiga orang guru TK nya, namun saat ini belum ada penjelasan dari dinas pendidikan Karimun terkait dua orang guru pendidik, satu orang TU operator sekolah. Mereka honor tetap di yayasan Al-Umara yang sampai saat ini belum menerima Insentif pungkasnya. (James.nababan)