Silabuskepri.co.id, Batam — Perjuangan dan Keringat mahasiswa untuk melakukan aksi demo dibeberapa tempat di Indonesia menjadi pro dan kotra hingga berujung fitnah dan cacian dilontarkan segelintir warganet kepada mahasiswa.
Gegara kesal dengan sikap mahasiswa melakukan demo terkait rencana pengesahan RUUKUHP, Akun Facebook Haryanto yang diketahui sebagai Sekretaris Dewan Pendidikan Kota Batam menuliskan status di Medsosnya bernada menuduh dan fitnah terhadap aksi mahasiswa sejagat raya.
“DEMO MAHASISWA NGA’ JELAS Produknya, Gagal Paham Mikirnya.
‘TAPI ADA SPONSORNYA,” tulisnya Haryanto dalam status akun FB miliknya pada selasa malam sekitar pukul 08:30 wib, (24/9/2019).
Tidak cukup menulis status tersebut dan geram dengan komentar beberapa netizen. Amarah Haryanto makin bernyala dan mengatakan demo mahasiswa adalah bodoh dan ada yang memberi dana.
“Mahasiswa bodoh, dan gagal paham.demo masuk angin, dan ada kasih dana
.hahaha,” tulis Haryanto.
Akibat postingan dan komentar Haryanto, screenshots komentarnya beredar luas dan menjadi pemberitaan beberapa media kota Batam.
Status tersebut mendadak hilang dari kronologi FB Haryanto, dan menerbitkan status baru bernada klarifikasi, yang menyebutkan berita yang menyurati status dirinya adalah berita tidak benar dan akun FBnya sedang di Hacker orang yang tidak bertanggung-jawab.
“Kepada sahabat FB, keberadaan berita di wall saya yang berhubungan dengan menyudutkan kelompok tertentu atau mahasiswa, dari saya pribadi ‘adalah tidak benar’ Atas nama pribadi saya klarifikasi, bahasa akun FB di Hoaks di FB saya oleh pihak yang tidak bertanggung-jawab. Dalam hal berita, saya selalu positif dan tidak ada memuat muatan menyalahkan kelompok atau instansi tertentu,” tulis Haryanto.
Menanggapi tulisan klarifikasi tersebut, status Haryanto kembali diserang netizen dan mempertanyakan kejujuran dan pertanggung-jawaban Haryanto yang menyatakan berita yang beredar adalah Hoax dan tidak benar.
Tidak sampai disitu, berita dan screenshots pernyataan senonoh yang dinilai melecehkan dan fitnah bagi mahasiswa tersebut akhirnya viral hingga menuai beberapa keceman dari netizen medsos kota Batam.
Haryanto kembali menulis status baru untuk memberikan klarifikasi pernyataan dan komentarnya.
“Saya yang bertanda tangan dibawah ini, Nama : Haryanto, alamat Bengkong Laut, nomor HP 08127700***, dengan ini mengklarifikasi perihal.
Ketua Perhimpunan Mahasiswa Ibnu Sina, Frengki Fernando angkat bicara dan mengatakan pihaknya akan melaporkan Haryanto kepada pihak Kepolisian terkait status dan komentar di medsos mengatakan demo mahasiswa adalah bayaran dan bodoh.
“Kami akan menyelesaikan aksi kami sekali lagi pada hari Senin mendatang, menolak RUU permasyarakatan, setelah itu, kami akan melaporkan yang dimaksud (Haryanto) kepihak kepolisian,” kata Fernando yang didampingi Agus. Presiden Mahasiswa dari Ibnu Sina.
Sementara itu, Haryanto yang juga salah satu pengurus Relawan HMR, saat ditemui dimarkas besar Relawan Hj Muhammad Rudi (Walikota Batam) di Pasir Putih Batam Center mengakui status dan komentar tersebut dirinya yang menulis, dan hal tersebut ditulisnya menurut tanggapannya menilai demo yang dilakukan mahasiswa.
“Saya berdiskusi dengan teman saya, dan status itu saya tulis sebagai tanggapan saya melihat demo mahasiswa beberapa hari ini,” kata Haryanto yang juga aktif sebagai ketua Koni Batam ini.
Setelah mengetahui dirinya akan dilaporkan mahasiswa kepihak Kepolisian. Haryanto mengaku siap untuk menyelesaikan masalah tersebut secara pribadi.
“Terlepas saya salah, saya siap akan kesalahan saya, apakah melalui rektor, mahasiswa saya siap kapan saja,” tutup Haryanto.
Melalui saluran seluler, Ketua Dewan Pendidikan Kota Batam Sudirman mengaku sudah menegur Haryanto dan meminta untuk memberikam klarifikasi dan permohonan maaf atas status tersebut.
“Saya sudah menegur dan minta beliau mengklarifikasi, menghapus, meminta maaf,” kata Sudirman yang juga dikabarkan Ketua Relawan HMR sementara.
(P. Sib)