Reses di HKBP Batuaji Baru, Anggota Komisi II DPRD Kepri Onward Siahaan Berikan Solusi Terbaik Terhadap Persoalan

Foto : Situasi Reses Anggota Komisi II DPRD Kepri Onward Siahaan di HKBP Batuaji Baru Resort Sungai Langkai, Kecamatan Sagulung, Batam, Kepulauan Riau, Senin (14/3/22) malam

SilabusKepri.co.id, Batam | Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Riau Onward Siahaan SH, MHum meggelar Reses di Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Batuaji Baru, Resort Sungai Langkai, Kelurahan Sungai Langkai, Kecamatan Sagukung, Kota Batam, Kepulauan Riau, Selasa (14/3/22) malam sekitar Pukul 20.00 WIB.

Kehadiran Anggota DPRD Kepri Onward Siahaan di Gereja HKBP Batuaji Baru disambut hangat Pimpinan Jemaat Pdt. Pakkat Sitinjak dan Pendeta Fungsional Pdt Janry Simanjuntak dan Para Majelis HKBP Batuaji Baru dan Majelis HKBP Galatia dan HKBP Munson Leman dan para Jemaat HKBP Batuaji Baru.

Mengawali acara reses ini dilakukan ibadah singkat sebagai ucapan syukur kepada Tuhan yang maha Kuasa yang dipimpin oleh majelis Gereja HKBP Batuaji Baru. Setelah ibadah singkat dilaksanakan kemudian kegiatan dilanjutkan pada sesi penyampaian aspirasi yang lansung diberikan tanggapan oleh Onward Siahaan, SH MHum

Pada sesi tanya jawab tersebut, para majelis Gereja HKBP Resort Sungai langkai tak menyianyiakan waktu yang singkat tersebut untuk menyampaikan aspirasinya.

Adapun usulan yang disampaikan oleh para majelis dan jemaat HKBP Resort Sungai Langkai yakni St P Pangaribuan menyampaikan bahwa jemaat HKBP ada yang hidupnya dibawah garis kemiskinan, seperti para ibu janda yang sangat membutuhkan bantuan.

“Kami berharap kepada pemerintah untuk membantu jemaat para Janda dan Orang Miskin, bagi Jemaat yang hidup dibawa Garis Kemiskinan yang tidak mendapatkan bantuan Pemerintah seperti BLT dan PKH agar di pasilitasi untuk memperoleh batuan tersebut, pemerintah diharapkan dapat memberikan perhatian kepada mereka secara berkesinambungan,”ujarnya

St. P Siagian mengeluhkan bahwa layanan air bersih di Kavling Baru yang masih mengalami gangguan atau aliran air pam tidak lancar, selain itu juga Ia berharap agar Anggota DPRD Kepri Onward Siahaaan juga diharapkan untuk mempasilitasi penyambungan Gas kerumah-rumah di Kavling Baru.

St AM Sinaga selaku panitia pembangunan Kantor HKBP Resort Sungai Langkai mengatakan bahwa pada tahun ini ada rencana Resort untuk membangun kantor resort namun masih terbentur dana, yang direncanakan menelan anggaran sebesar RP 450 juta, ia berharap kepada Politisi partai Gerindra ini bisa memberikan perhatiannya untuk membantu pembangunan kantor Resort tersebut.

Sementara itu, Majelis Gereja HKBP Galatia di Rabayu St J Sinaga menyampaikan keprihatinannya terkait sulitnya mendapatkan lahan yang mereka butuhkan, karena selama ini sejak dibuka Gereja HKBP Galatia resort Sungai Langkai pada tahun 2014 lalu. Status lahan yang mereka tempati masih berstatus Ruli, sementara upaya yang dilakukan oleh mereka sudah banyak melalui para tokoh orang batak yang ada di Batam, nanum hingga saat ini lahan tak kunjung mereka dapatkan.

Majelis Gereja HKBP Munson Liman Reaot Sungai Langkai, St. T Simatupang berharap dapat perhatian dari pemerintah yang saat ini kondisi Atap Gereja HKBP Munson Leman bocor, sehingga bila beribadah pada saat hujan turun maka jemaat sudah tidak nyaman untuk beribadah karena kena bocoran air Hujan.

Untuk itu, St T Simatupang berharap melalui Reses Pak Onward Siahaan pemerintah Pemprov Kepri bisa membantu mereka untuk membangun Gereja HKBP Munson Leman agar layak digunakan untuk beribadah.

“Alat musik Gereja Rusak karena kena bocoran Hujan,”cetusnya

Sementara itu, Jemaat HHBP Batuaji Baru Simanjuntak menyampaikan agar pemerintah terus melakukan pengawasan terhadap Kelangkaan minyak goreng di pasar.
“Ya berharap agar pemerintah memberikan solusi untuk mengatasi kelangkaan dan harga minyak goreng yang terus merangkak naik,”ujarnya

St G Sibagariang menyampaikan harapanya agar pemerintah memberikan solusi untuk mengatasi banjir di wilayah Batuaji.

“Perumahan Graha Nusa Batam menjadi salah satu korban dari air kiriman dari berbagai arah termasuk dari Lingkungan Gereja dan Perumahan Parisa karena jalan Gereja tidak memiliki Draenase, selain itu apabila intensitas air hujan tinggi di wilayah Kecamatan Batuaji atau wilayah Perumahan RSS maka air kiriman tersebut menyebabkan banjir di Perumahan Nusa Batam. Sebab, Kata St. G Sibagariang,  saluran air dari arah RSUD Embung Fatimah dan Saluran air dari Belakang RS Graha Hermin pertemuannya di depan Perumahan Graha Nusa Batam,”ungkap St G Sinagariang

Lanjut St G Sibagariang, Saya berharap melalui Reses Pak Onward Sihaan sebagai perpanjangan lidah masyarakat agar mencarikan solusi untuk mengatasi banjir di wilayah Batuaji, dalam hal ini Perumahan Garaha Nusa Batam yang menjadi korban banjir air kiriman akibat intensitas air hujan tinggi pada malam tahun baru 2022 lalu.

“Saya berharap pemerintah bisa mengambil solusi untuk membagi atau mengalihkan air dari perumahan RSS dengan menambah saluran sungai menuju daerah yang lain, sehingga tidak tertumpu pada satu titik yang menimbulkan banjir di Makam Pahlawan, Buana Raya dan Nusa Batam,” tandasnya

Menanggapi usulan para majelis dan Jemaat dari tiga Gereja itu yakni Gereja HKBP Batuaji Baru, HKBP Munson Leman Dapur 12 dan HKBP Galatia di Rabayu. Anggota Komisi I DPRD Kepulauan Riau, Onward Siahaan mengaku bahwa persoalan pakir miskin di indonesia belum bisa tuntas sampai dengan saat ini. Walaupun sebenarnya secara hukum, fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara, sebagaimana diatur dalam Pasal 34 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (“UUD 1945”) yang berbunyi: Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara.

Dari Zaman ke Zaman hal itu masih dalam upaya kita, berbeda dengan diluar negeri, Kata Omward Siahaan, seperti di Belanda Orang miskin seperti gelandangan di pasilitasi oleh negara dengan memberikan mereka 3.000.Gulden agar bisa menyambung hidup.
“Di negara kita hal itu belum bisa dilakukan,”cetusnya

Untuk membantu para Janda dan Jemaat yang hidup dibawa Garis Kemiskinan Gereja harus ikut hadir membantu. Sementara terkait persolan Air Bersih hal itu juga terjadi di Bukit kamboja Dapur 12. Kondisi tersebut akan di koordinasikan dengan pihak pengelola air bersih. Sedangkan terkait penyambungan Gas kerumah rumah, kata Onward Siahaan masyarakat bisa berkoordinasi langsung dengam pihak PGN.

Terkait usulan para majelis, Kata Onward Siahaan, ia akan berupaya namun tidak bisa sekaligus diakomodir, tetapi bisa secara secara bertahap, mengingat keterbatasan anggaran yang sejak Covid melanda Dunia, sangat berimbas pada pendapatan negara.

“Tahun ini saja sudah tiga bulan Tunjangan PNS belum dibayarkan karena anggara sangat menipis,”ungkapnya

Terkait pengurusan Izin Rumah Ibadah dan lahan Gereja, Onward mengusulkan agar diselesaikan secara kolektif melalui tingkat yang tertinggi atau ditingkat Pareses dan Kami sebagai anggota DPRD Kepri Siap mendukung dan mendampinginya untuk menemui Kepala BP Batam

Sementara itu, usulan St G Sibagariang terkait penanganan banjir di Wilayah Batu aji dan Perumahan Garaha Nusa Batam, hal itu akan kami sampaikan kepada dinas terkait.

” penanganan Banjir sudah menjadi PR bagi kami, dan hal ini sudah berulang kali kami sampaikan kepada Dinas terkait, termasuk untuk membuat pintu air diujung sungai sehingga apabila pasang naik tidak masuk, namun belum juga mendapat reapon dari dinas terkait,”ujarnya

Ia juga mengatakan bahwa untuk meningkatkan SDM Jemaat HKBP bisa mendirikan Balai Latihan Kerja dan itu sangat baik diadakan dan sangat mudah bagi HKBP untuk mewujudkannya menimpak usulan Simajuntak. (Red)

 

You might also like