Silabuskepri.co.id | Batam – Hubungan ekonomi antara Batam dan India tak lagi sekadar catatan statistik di atas kertas. Di balik angka-angka itu, tersimpan cerita tentang kepercayaan, kerja sama, dan harapan masa depan yang terus tumbuh.
Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, mengungkapkan bahwa dalam hampir satu dekade terakhir, geliat investasi India di Batam menunjukkan arah yang semakin menguat.
“Berdasarkan data BP Batam, nilai investasi India di Batam sepanjang periode 20125-2026 elah menembus Rp258,6 miliar. Bahkan, tahun 2025 menjadi puncaknya dengan realisasi mencapai Rp95,2 miliar,” ujarnya. Jumat pagi [8/5/26]
Angka itu bukan sekadar nominal. Ia mencerminkan keyakinan para pelaku usaha India terhadap Batam—sebuah kota industri yang terus berbenah, memperkuat fondasi, dan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas.
Tak hanya dari sisi investasi, hubungan dagang kedua pihak juga kian erat. India kini menjelma menjadi salah satu pasar utama bagi produk-produk Batam.
Pada kuartal I tahun 2026, nilai ekspor Batam ke India tercatat mencapai USD521,6 juta, menyumbang sekitar 11,14 persen dari total ekspor. Posisi ini menempatkan India sebagai tujuan ekspor terbesar ketiga—sebuah capaian yang menunjukkan betapa kuatnya keterhubungan ekonomi kedua wilayah.
“India adalah mitra strategis dengan potensi besar bagi pengembangan industri dan perdagangan kami. Pertumbuhan ini mencerminkan tingginya kepercayaan dunia usaha India terhadap daya saing Batam,” tambah Fary.
Di balik optimisme itu, BP Batam terus bekerja membangun ekosistem yang ramah investasi. Kawasan industri diperkuat, sistem logistik diperbaiki, dan jalur perdagangan internasional dipermudah. Semua diarahkan untuk menciptakan kenyamanan bagi investor sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
Sejumlah sektor pun dinilai memiliki potensi besar untuk digarap bersama, mulai dari manufaktur, energi terbarukan, sektor maritim, hingga penguatan rantai pasok industri global.
Sementara itu, Konsul Jenderal India, Ravi Shankar Goel, melihat Batam bukan hanya sebagai kawasan industri biasa, tetapi sebagai contoh nyata keberhasilan pembangunan ekonomi di Indonesia.
“Batam adalah salah satu kisah sukses pembangunan ekonomi. Letaknya yang strategis dekat Singapura, kepemimpinan yang kuat, serta kebijakan Free Trade Zone menjadi daya tarik utama bagi investor,” ungkapnya.
Lebih dari sekadar pujian, India juga menunjukkan komitmen nyata untuk memperdalam kerja sama. Salah satunya melalui rencana penyelenggaraan forum bisnis secara hibrida yang akan mempertemukan pengelola kawasan industri di Batam dengan jaringan Kamar Dagang India.
Forum ini diharapkan menjadi jembatan yang lebih konkret—bukan hanya untuk promosi, tetapi juga untuk memahami kebutuhan riil dunia usaha. Melalui identifikasi produk berbasis kode Harmonized System (HS), kedua pihak berupaya memetakan peluang ekspor-impor secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan, langkah-langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Batam tidak berjalan sendiri. Ada kemitraan yang dibangun dengan kepercayaan, ada masa depan yang dirancang bersama.
Lebih dari sekadar pelabuhan bebas, Batam hari ini sedang menegaskan dirinya sebagai simpul penting dalam jaringan ekonomi dunia—tempat di mana peluang bertemu dengan kesiapan, dan kerja sama tumbuh menjadi kekuatan. (*)