Tinjau Hasil Replanting Sawit, Bupati Bengkulu Selatan Siap Perjuangkan Stabilitas Harga TBS Petani

Silabuskepri.co.id Bengkulu Selatan – Bupati Bengkulu Selatan, H. Rifai Tajuddin, S.Sos., menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan harga Tandan Buah Segar (TBS) yang lebih berpihak kepada petani, khususnya bagi kelompok tani yang telah mengikuti program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) atau replanting.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati saat melakukan kunjungan ke salah satu kebun sawit milik masyarakat di Desa Talang Randai, Kecamatan Bunga Mas, Minggu (21/6/2026). Kunjungan itu dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan tanaman sawit hasil program replanting yang telah dilaksanakan sekitar lima tahun lalu.

Dari hasil peninjauan, Bupati melihat bahwa program peremajaan sawit rakyat terbukti mampu menghasilkan tanaman yang lebih produktif dengan kualitas buah yang baik.

Menurutnya, keberhasilan program replanting tidak hanya diukur dari meningkatnya produksi, tetapi juga harus diikuti dengan keberpihakan terhadap harga jual yang diterima petani.

“Kami melihat langsung bahwa hasil replanting ini sangat menjanjikan. Buah yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik. Karena itu, pemerintah daerah akan memperjuangkan agar petani yang menghasilkan buah berkualitas juga mendapatkan harga yang layak,” ujar Rifai.


Ia menjelaskan bahwa salah satu indikator utama yang menentukan nilai jual TBS adalah rendemen, yakni persentase minyak kelapa sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) yang dihasilkan dibandingkan dengan berat TBS yang diolah di pabrik.

Semakin tinggi rendemen, maka semakin besar pula nilai ekonomis buah sawit tersebut.

“Kalau rendemennya bagus dan sesuai standar pabrik, tentu seharusnya ada penghargaan berupa harga yang lebih baik. Ini yang akan kita perjuangkan bersama perusahaan pengolahan sawit agar petani mendapatkan manfaat yang sebanding dengan kualitas hasil kebunnya,” tegasnya.


Bupati juga mengajak para petani yang memiliki kebun sawit tua dan tidak lagi produktif untuk memanfaatkan program replanting yang difasilitasi pemerintah.

“Bagi masyarakat atau kelompok tani yang kebun sawitnya sudah tua, mari manfaatkan program replanting. Semakin luas lahan yang diremajakan, semakin besar peluang kita menghasilkan buah berkualitas yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan petani,” katanya.


Perjuangkan Harga Khusus Sawit Hasil Replanting

Lebih lanjut, Rifai mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan telah melakukan koordinasi dengan sejumlah perusahaan kelapa sawit terkait kemungkinan pemberian harga khusus terhadap TBS hasil replanting yang memiliki kualitas rendemen lebih baik.

Menurutnya, pembahasan lebih lanjut akan dilakukan dalam pertemuan bersama pihak perusahaan yang dijadwalkan berlangsung di Medan pada 3 Juli mendatang.

“Kami akan memperjuangkan agar ada skema harga yang lebih adil bagi petani replanting. Jika memang kualitas buah terbukti lebih baik, tidak ada alasan untuk menyamakan harganya dengan buah yang kualitasnya berbeda,” ujarnya.


Rifai mencontohkan, meskipun ukuran buah hasil replanting relatif lebih kecil, kualitas yang dihasilkan justru cukup baik.

Dari lahan seluas sekitar 1,7 hektare dengan populasi sekitar 170 batang sawit, petani mampu menghasilkan sekitar 2,5 ton TBS setiap dua minggu sekali.

“Memang buahnya cenderung lebih kecil, tetapi kualitasnya bagus. Kalau nanti sekitar 100 ton buah diuji di pabrik dan terbukti rendemennya tinggi, mengapa tidak diberikan harga khusus? Jangan sampai petani dirugikan padahal mereka sudah berupaya menghasilkan buah terbaik,” katanya.


Minta Perusahaan dan RAM Tidak Menekan Harga

Bupati juga meminta perusahaan pengolahan sawit maupun para pelaku usaha penampung atau RAM agar tidak mengambil keuntungan berlebihan yang dapat merugikan petani.

Ia berharap harga yang diterima petani tetap mengacu pada harga perusahaan dan disesuaikan dengan kualitas buah yang dihasilkan.

“Kami meminta pihak RAM menyesuaikan harga dengan harga perusahaan. Jangan terlalu banyak mengambil margin keuntungan dari petani. Kalau memang kualitas buah petani bagus, maka harganya juga harus bagus,” tegasnya.


Rifai menyebutkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, harga TBS di beberapa perusahaan sawit di Bengkulu Selatan saat ini berada pada kisaran Rp2.750 per kilogram di PT BSL, sementara di PT SBS sekitar Rp2.620 per kilogram dengan berbagai komponen insentif yang pada akhirnya mendekati angka Rp2.750 per kilogram.

“Informasi harga yang kami sampaikan ini berdasarkan data yang kami terima dari pihak perusahaan. Karena itu, kami akan terus mengawal agar petani mendapatkan harga yang adil dan tidak dirugikan,” pungkasnya.


Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan berharap keberhasilan program replanting tidak hanya meningkatkan produktivitas perkebunan rakyat, tetapi juga mampu menghadirkan kepastian harga yang lebih baik, sehingga kesejahteraan petani sawit dapat terus meningkat sejalan dengan semangat MEMBARA (Membangun Bersama Rakyat).

(Ferry)

fin4d» Situs Toto Online Terpercaya No 1 Di Indonesia 2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

You might also like