Silabuskepri.co.id | Bengkulu Selatan – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat hingga ke tingkat desa. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Edukasi Keuangan yang diselenggarakan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Aula Kantor Camat Pino, Kamis (11/06/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkulu Selatan, Ir. Susmanto, M.M., didampingi Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bengkulu Selatan. Turut hadir Tim OJK Provinsi Bengkulu, Camat Pino, perangkat daerah terkait, tokoh masyarakat, peserta edukasi, serta sejumlah undangan lainnya.
Pelaksanaan edukasi keuangan ini merupakan bagian dari program strategis pemerintah dalam mendukung pengembangan dan pemberdayaan desa secara terpadu. Melalui peningkatan pemahaman masyarakat terhadap layanan dan produk keuangan, diharapkan mampu mendorong transformasi sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat desa menuju kehidupan yang lebih mandiri dan sejahtera.
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Ir. Susmanto, M.M. menegaskan bahwa literasi keuangan memiliki peran penting dalam membangun masyarakat yang cerdas secara finansial. Menurutnya, pemahaman yang baik mengenai pengelolaan keuangan akan membantu masyarakat dalam mengambil keputusan ekonomi yang tepat, menghindari praktik keuangan ilegal, serta memanfaatkan berbagai layanan keuangan secara produktif.
“Peningkatan literasi keuangan merupakan salah satu fondasi penting dalam mewujudkan masyarakat yang mandiri dan sejahtera. Dengan memahami cara mengelola keuangan yang baik, masyarakat dapat merencanakan masa depan ekonomi keluarga secara lebih terarah dan berkelanjutan,” ujar Susmanto.
Ia juga mengapresiasi peran aktif OJK dan TPAKD yang terus melakukan edukasi kepada masyarakat hingga ke wilayah pedesaan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, OJK, lembaga jasa keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang aman, legal, dan terpercaya.
“Kami berharap melalui kegiatan ini masyarakat tidak hanya mengenal produk dan layanan keuangan, tetapi juga memahami manfaat, risiko, serta cara memanfaatkannya secara bijak. Dengan demikian, akses keuangan dapat menjadi instrumen yang efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya.
Sementara itu, tim dari OJK Provinsi Bengkulu memberikan berbagai materi edukasi terkait pengelolaan keuangan keluarga, pentingnya menabung, pemanfaatan layanan perbankan dan keuangan digital, serta kewaspadaan terhadap berbagai bentuk investasi ilegal, pinjaman online ilegal, maupun modus kejahatan keuangan yang marak terjadi di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk semakin mengenal produk dan layanan keuangan yang legal dan diawasi oleh OJK sehingga dapat terhindar dari risiko kerugian akibat praktik-praktik keuangan yang merugikan.
Kegiatan edukasi keuangan tersebut mendapat sambutan positif dari peserta yang hadir. Mereka memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi dan bertanya langsung mengenai berbagai persoalan keuangan yang sering dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan edukasi keuangan yang berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan bersama OJK dan TPAKD berharap tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat terus meningkat. Dengan semakin banyak masyarakat yang memahami dan memanfaatkan layanan keuangan secara tepat, diharapkan mampu memperkuat perekonomian keluarga, meningkatkan produktivitas usaha masyarakat, serta mendukung percepatan pembangunan ekonomi yang inklusif hingga ke pelosok desa.
(Feri)