Silabuskepri.co.id | Batam – Menurut Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, penyelenggaraan ajang olahraga bertaraf internasional tidak hanya menjadi ruang kompetisi dan prestasi, tetapi juga merupakan sarana strategis untuk memperkuat citra Batam di mata dunia.
Ia menilai, olahraga telah berkembang menjadi instrumen diplomasi yang mampu memperkenalkan potensi daerah sekaligus menunjukkan kesiapan sebuah kota dalam menyelenggarakan kegiatan berskala internasional.
“Batam tidak hanya dikenal sebagai kawasan industri dan perdagangan, tetapi juga sebagai kota yang modern, dinamis, aman, dan nyaman untuk berbagai agenda internasional. Festival olahraga seperti ini menjadi etalase yang menunjukkan bahwa Batam memiliki ekosistem yang sehat untuk pengembangan sport tourism, industri kreatif, hingga investasi,” ujar Amsakar.
Menurutnya, kehadiran peserta dari berbagai negara memberikan dampak yang jauh lebih luas dibanding sekadar penyelenggaraan pertandingan. Momentum tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan budaya lokal, keramahan masyarakat, kualitas infrastruktur, serta berbagai potensi ekonomi yang dimiliki Batam.
Amsakar menegaskan bahwa pembangunan Batam ke depan tidak dapat hanya bertumpu pada pembangunan fisik semata. Penguatan sumber daya manusia, inovasi, kreativitas generasi muda, dan kualitas hidup masyarakat menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing daerah.
“Investor saat ini tidak hanya melihat kawasan industri atau kemudahan berusaha. Mereka juga melihat kualitas lingkungan perkotaan, ketersediaan talenta-talenta muda yang kompetitif, serta kemampuan sebuah daerah dalam menghadirkan berbagai event yang tertata dan berkelas. Melalui kegiatan ini, Batam menunjukkan wajahnya sebagai kota yang terus tumbuh, berkembang, dan siap bersaing di tingkat global,” tambahnya.
Senada dengan itu, Wakil Kepala BP Batam sekaligus Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menilai penyelenggaraan festival olahraga internasional memberikan efek berganda (multiplier effect) yang signifikan bagi perekonomian daerah.
Menurutnya, manfaat yang dirasakan tidak hanya terbatas pada sektor olahraga, tetapi juga berdampak langsung terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga terbukanya jejaring kerja sama internasional yang lebih luas.
“Kehadiran peserta, pelatih, ofisial, maupun keluarga yang datang dari berbagai daerah dan negara tetangga akan memberikan dampak positif bagi perputaran ekonomi lokal. Pada saat yang sama, mereka juga akan membawa cerita dan pengalaman tentang Batam ke negara masing-masing,” ujar Li Claudia.
Ia berharap berbagai event internasional dapat terus digelar secara berkelanjutan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi Batam sebagai kota internasional yang terbuka, inklusif, dan kompetitif.
“Kita ingin Batam dikenal bukan hanya sebagai tempat untuk berinvestasi, tetapi juga sebagai kota yang nyaman untuk tinggal, bekerja, berwisata, dan bertumbuh bersama. Energi positif yang dibawa oleh kegiatan seperti ini akan memperkuat optimisme masyarakat sekaligus memperluas jejaring Batam di tingkat regional maupun global,” tutupnya.
[☆]