Silabuskepri.co.id | BATAM – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memimpin apel gabungan perdana pasca perayaan Idulfitri 1447 Hijriah yang digelar di Dataran Engku Putri, Batam Centre, Senin (30/3/2026). Dalam arahannya di hadapan ribuan aparatur, ia menekankan pentingnya transformasi kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) agar semakin responsif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Apel tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, Sekretaris Daerah Kota Batam Firmansyah, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para deputi Badan Pengusahaan (BP) Batam, serta ribuan pegawai dari lingkungan Pemerintah Kota Batam dan BP Batam.
Dalam sambutannya, Amsakar mengingatkan bahwa momentum pasca-Lebaran harus menjadi titik awal untuk memperkuat semangat kerja dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Ia mengungkapkan, berdasarkan berbagai pantauan serta dinamika yang berkembang di tengah masyarakat, sekitar 80 persen sentimen publik masih didominasi oleh tiga persoalan utama yang terus menjadi perhatian warga Batam, yakni pengelolaan sampah, pelayanan air bersih, serta penanganan banjir.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan di sektor lain tidak akan dirasakan secara nyata oleh masyarakat apabila tiga persoalan tersebut belum ditangani secara serius dan berkelanjutan.
“Keberhasilan di sektor lain tidak akan berarti jika masalah sampah, air, dan banjir masih terjadi. Saya minta respons cepat dan kerja nyata, bukan sekadar telaah di atas kertas,” tegas Amsakar di hadapan peserta apel.
Terkait pengelolaan sampah, Amsakar menginstruksikan agar jajaran terkait mempercepat realisasi kerja sama pemanfaatan teknologi pengolahan sampah dengan investor mancanegara yang sebelumnya telah menyatakan komitmen untuk berinvestasi di Batam.
Sementara itu, dalam sektor pelayanan air bersih, ia menyebut sejumlah indikator perbaikan mulai terlihat dalam beberapa waktu terakhir. Meski demikian, ia meminta seluruh jajaran pemerintah turut membantu meluruskan berbagai informasi yang berkembang di tengah masyarakat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
“Perbaikan mulai terlihat, namun komunikasi kepada masyarakat juga harus diperkuat agar informasi yang diterima publik benar dan proporsional,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Amsakar juga memberi sinyal kuat akan dilakukannya evaluasi kinerja secara menyeluruh dalam waktu dekat. Evaluasi tersebut, menurutnya, akan dilakukan dalam kurun waktu sekitar satu bulan ke depan, khususnya terhadap pejabat eselon III dan IV yang dinilai belum menunjukkan perkembangan kinerja yang signifikan.
Ia menegaskan bahwa evaluasi tersebut dilakukan murni berdasarkan kinerja dan profesionalitas, bukan didasari oleh faktor subjektif.
“Kami membutuhkan tim yang solid dan profesional. Jika ada pegawai yang justru menghambat kinerja dan tidak dapat dibina, segera koordinasikan dengan bagian kepegawaian,” tegasnya.
Selain memberikan penekanan terhadap peningkatan kinerja ASN, Amsakar juga menyampaikan apresiasi terhadap soliditas yang mulai terbangun antara Pemerintah Kota Batam dan BP Batam. Ia menilai sinergi tersebut mulai terlihat dalam berbagai kegiatan bersama, termasuk melalui rangkaian Safari Ramadan yang dilaksanakan secara kolaboratif.
Menurutnya, hubungan kerja yang harmonis antara dua institusi tersebut menjadi faktor penting dalam mendorong percepatan pembangunan daerah.
“Sinergi ini harus terus dijaga dan diperkuat. Jangan ada sekat-sekat kelembagaan dalam melayani masyarakat,” katanya.
Di sisi lain, Amsakar turut memaparkan sejumlah capaian ekonomi Batam sepanjang tahun 2025 yang menunjukkan tren positif. Realisasi investasi tercatat mencapai Rp69,3 triliun, atau sekitar 115,5 persen dari target yang ditetapkan.
Pertumbuhan ekonomi Batam juga menunjukkan performa yang kuat dengan capaian sekitar 7,49 persen pada triwulan IV, angka yang berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.
Selain itu, Batam juga masuk dalam nominasi tingkat nasional atas keberhasilan daerah dalam menekan angka pengangguran dan kemiskinan, yang menjadi indikator penting dalam pembangunan ekonomi daerah.
Menutup rangkaian apel gabungan tersebut, Amsakar mengajak seluruh pegawai Muslim untuk bersama-sama melaksanakan Salat Istisqa di lokasi yang sama. Kegiatan tersebut menjadi ikhtiar bersama dalam menghadapi kondisi cuaca panas ekstrem yang berdampak pada menurunnya ketersediaan air baku di sejumlah waduk di Kota Batam.
Ia juga mengajak seluruh aparatur kembali menjalankan tugas dengan semangat baru setelah menjalani masa libur Idulfitri.
“Selamat bekerja kembali. Taqabbalallahu minna wa minkum, minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin,” tutup Amsakar. (*)