Silabuskepri.co.id | Batam – Harapan puluhan peserta Kontingen Pesparawi Provinsi Kepulauan Riau untuk mengharumkan nama daerah di ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional di Manokwari, Papua Barat, berubah menjadi kekecewaan. Mereka mengaku terlantar di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, lantaran hingga kini belum memperoleh kepastian keberangkatan menuju Manokwari.
Salah seorang peserta, Eva Sipayung, membenarkan bahwa dirinya bersama sekitar 27 anggota paduan suara belum dapat melanjutkan perjalanan karena tiket penerbangan lanjutan yang dijanjikan belum juga diterima.
“Kami dinyatakan lulus sebagai peserta Pesparawi sejak tahun 2024. Seharusnya kegiatan ini dilaksanakan pada tahun 2025, namun ditunda hingga tahun 2026 karena adanya defisit anggaran,” ujar Eva kepada media ini, Jumat (26/6/2026).
Menurut Eva, seluruh peserta telah mengikuti arahan panitia dan pihak travel dengan berangkat lebih dahulu dari Batam menuju Jakarta menggunakan penerbangan yang telah diatur.
Sebelum keberangkatan, kata Eva, peserta mendapat penjelasan bahwa tiket lanjutan menuju Manokwari akan diserahkan setelah seluruh rombongan tiba di Bandara Soekarno-Hatta, sambil menunggu Issud tiket dari travel Rizki Evanti Bersahaja.
“Pihak travel menyampaikan agar kami terlebih dahulu berangkat dari Batam ke Jakarta. Setelah tiba di Jakarta, boarding pass atau kode booking penerbangan menuju Manokwari akan dikirimkan,” ujar Eva menirukan penjelasan yang diterimanya.
Namun, sesampainya di Jakarta, kenyataan yang dihadapi para peserta jauh berbeda. Tiket lanjutan yang dijanjikan tak kunjung diterima, sementara mereka hanya diminta terus menunggu tanpa adanya kepastian kapan dapat diberangkatkan.
Yang lebih membingungkan, menurut Eva, rombongan bahkan beberapa kali diarahkan berpindah-pindah terminal oleh pihak travel.
“Kami seperti dibola-bola. Awalnya diminta ke Terminal 1 maskapai Citilink, kemudian diarahkan lagi ke terminal Lion Air. Setelah itu kami diminta menuju terminal Batik Air, lalu kembali diarahkan ke terminal Garuda Indonesia. Kami juga sempat dikirim kode booking, tetapi ketika dicek di konter check-in, pihak maskapai menyatakan kode tersebut tidak terdaftar dalam sistem,” ungkapnya.
Situasi tersebut membuat para peserta semakin bingung dan kelelahan karena harus berpindah-pindah terminal sambil membawa barang bawaan tanpa memperoleh kepastian keberangkatan.
Eva mengaku, para peserta telah berulang kali berkomunikasi dengan panitia kontingen maupun pihak travel. Namun hingga berita ini ditulis, belum ada solusi konkret yang diberikan.
“Sejauh ini kami sudah berkomunikasi dengan panitia, tetapi sampai sekarang belum ada solusi yang jelas agar kami bisa melanjutkan perjalanan ke lokasi kegiatan Pesparawi di Manokwari,” katanya.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan peserta. Mereka khawatir gagal mengikuti perlombaan yang telah dipersiapkan selama berbulan-bulan. Padahal, seluruh peserta telah meluangkan waktu, meninggalkan pekerjaan, serta menjalani latihan intensif demi mewakili Provinsi Kepulauan Riau di tingkat nasional.
Sejumlah peserta juga mempertanyakan kesiapan panitia kontingen dalam mengatur keberangkatan, mengingat persoalan tiket baru muncul ketika rombongan telah berada di Jakarta. Mereka berharap panitia segera memberikan kepastian agar seluruh peserta tidak menjadi korban ketidakjelasan koordinasi.
Guna memperoleh informasi yang berimbang, redaksi telah berupaya menghubungi panitia Kontingen Pesparawi Provinsi Kepulauan Riau maupun pihak Travel Rizki Evanti Bersahaja.
Saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Jumat siang (26/6/2026), nomor telepon panitia beberapa kali dalam kondisi berdering, namun tidak diangkat sehingga belum diperoleh penjelasan mengenai penyebab tertundanya keberangkatan peserta.
Sementara itu, pihak Travel Rizki Evanti Bersahaja sempat menerima panggilan telepon dari awak media. Namun ketika dimintai penjelasan mengenai kendala tiket dan keberangkatan kontingen menuju Manokwari, sambungan telepon tiba-tiba terputus. Setelah itu, beberapa kali upaya menghubungi kembali tidak mendapat respons.
Hingga berita ini diterbitkan, baik panitia kontingen maupun pihak travel belum memberikan penjelasan resmi terkait penyebab belum tersedianya tiket lanjutan dari Jakarta menuju Manokwari, termasuk alasan peserta harus berpindah-pindah terminal dan menerima kode booking yang menurut keterangan peserta tidak dapat digunakan.
Redaksi tetap membuka ruang hak jawab kepada panitia Kontingen Pesparawi Provinsi Kepulauan Riau, pihak Travel Rizki Evanti Bersahaja, maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan klarifikasi, penjelasan, atau tanggapan atas keluhan para peserta. Klarifikasi tersebut akan dimuat sebagai bagian dari pemberitaan yang berimbang sesuai amanat Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.
[Tim]