LINGGA, SILABUSKEPRI.CO.ID — Kejaksaan Negeri (Kejari) Lingga dalam waktu dekat akan menetapkan, siapa-siapa saja tersangka dalam kasus dugaan penyalahgunaan anggaran pemeliharaan rutin/ pengecatan di gedung RSUD Dabosingkep.

Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi
Tindak Pidana Khusus Kejari Lingga, Josua Tobing, kepada Media, Rabu (19/2/2020) di ruang kerjanya.

Dikatakan Josua Tobing, para tersangka yang ditetapkan akan diumumkan paling cepat di akhir bulan ini, atau paling lambat pada awal bulan Maret mendatang.

Terkait berapa jumlah yang telah ditetapkan menjadi tersangka, kata Josua, pasti lebih dari satu, selain kontraktor juga ada pihak lainnya.

“Hasil audit BPKP sudah kita terima, tinggal penyidik Kejaksaan menetapkan tersangkanya. Nanti kita kabari,”ujarnya

Ketika ditanya berapa kerugian Negara dalam kasus pengecatan di RSUD ini, Jusua enggan mengungkapkan,”mohon maaf besaran kerugian tak dapat kami sampaikan sekarang, nanti setelah di tetapkan tersangka baru sampaikan rilis semuanya.

” Yang pasti setelah di audit BPKP kerugian Negara jauh lebih besar dari awal perhitungan kita” katanya.

Menurutnya, kesalahan dalam pelaksanaan anggaran rutin RSUD yakni pekerjaan yang seharusnya di kerjakan malah tidak dikerjakan, ada juga yang dikerjakan hanya sebahagian saja, sisanya tidak dikerjakan, bahkan ada juga pekerjaannya tidak dikerjakan sama sekali alias Fiktif dan ada yang di kerjakan tidak sesuai dengan kontraknya.

Untuk mengetahui kerugian yang sebenarnya dalam kasus ini Josua menuturkan Kejari Lingga menggunakan tiga tenaga ahli diantaranya, LKPP, LPJK, dan BPKP.

Seperti yang telah diberitakan media ini sebelumnya, adanya dugaan penyelewengan anggaran pemeliharaan rutin untuk RSUD Dabo dianggarkan sebesar Rp1 Miliar rupiah.

Namun anggaran Rp 1 Miliar tersebut diperuntukan untuk perawatan RSUD Dabo, salah satunya pekerjaan pengecatan.

Yang semestinya anggaran Rp 1 milar tersebut, pekerjaannya di Lelang, namum yang terjadi malah di pecah pecahkan menjadi 7 item, lalu Penunjukan Langsung (PL) yang dikelola oleh 6 perusahaan.

Dan diantara 6 perusahaan pengelola tersebut, satu perusahaan ada yang mengambil dua kegiatan, yang lainnya masing-masing satu. Dalam kasus RSUD ini, Kejari Lingga sudah memeriksa 30 saksi yang telah dimintai keterangan. (Suarman)

BAGIKAN
Berita sebelumyaBoat Pancung Tenggelam di Perairan Tanjung Uncang 1 Orang Dinyatakan Hilang
Berita berikutnyaBuruh Bangunan Formosa Resindence Nagoya Tewas Terjatuh, Dalam Lidik Polsek Lubuk Baja
Redaksi Pelindung : Tuhan Yang Maha Esa Penasehat : Brigjen Purn Parasian Simanungkalit,SH, MH. Susunan Redaksi Pemimpin Umum / Penanggung Jawab Gusmanedy Sibagariang AMD Pemimpin Redaksi Tumpak Simbolon, SH Pengembangan dan Periklanan Rismauli Sinaga Redaktur : Sandi Pusaka Herman , Niko. S Korlip : Pineop Siburian Wartawan Batam : Tumpak Simbolon, Ramli, Manguji Silaban, Mirwansyah Biro Tj Balai karimun : — Biro Lingga : Suarman wartawan : Juhari Biro Anambas : M Yanis wartawan : Firmandani Biro Natuna : Nizar Biro Bintan : Edy Biro Tanjungpinang : Mayer S Perwakilan Riau Daratan : Perwakilan Zona Sumatera Perwakilan Riau dan Biro Pelelawan : Pranseda Simanjuntak Kampar : Perwalikan zona Jawa : Perwalikan zona indonesia Tumur : Perwakilan zona Kalimantan : Bidang Pengembangan Usaha Marketing Maneger : Jeni Kartika Sinaga Badan Hukum : PT. Goes Siber Mandiri Sukses Nomor AHU : 0054024.AH.01.01 NPWP : 80.762.640,3-225.000 Nomor TDP : 33.10.1.58.18242 No SIUP : 02137/BPMPTSP-BTM/PAK/2016 Alamat : Kompleks Ruko Rabayu Blok E No. 2 Tembesi, Sagulung, Kota Batam, Kepulauan Riau, Indonesia Kode pos : 29439 Telepon : 0778-7432139 Hp +628127063321 Email : redaksisilabus@gmail.com