Silabuskepri.co.id | BATAM – Pada tahun pertama kepemimpinan Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra, kinerja keuangan Pemerintah Kota Batam menunjukkan tren yang positif. Pendapatan daerah pada tahun anggaran 2025 tercatat meningkat signifikan hingga mencapai Rp4,29 triliun, menandai mulai pulihnya aktivitas ekonomi sekaligus meningkatnya optimalisasi pengelolaan sumber-sumber pendapatan daerah.
Capaian tersebut diungkapkan Amsakar saat menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Batam Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Batam yang digelar di Ruang Sidang Utama DPRD Batam, Senin (30/3/2026).
Rapat paripurna tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Batam Muhammad Kamaluddin, serta dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran pejabat Badan Pengusahaan (BP) Batam, Sekretaris Daerah Kota Batam, serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Batam.
Dalam pemaparannya, Amsakar menegaskan bahwa LKPJ Tahun Anggaran 2025 memiliki arti strategis karena menjadi tahun pertama pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Batam 2025–2029 di bawah kepemimpinannya bersama Li Claudia Chandra.
RPJMD tersebut mengusung visi menjadikan Batam sebagai kota madani yang inovatif, berbudaya, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai pusat investasi dan pariwisata unggulan di Indonesia.
Menurut Amsakar, penyampaian LKPJ tidak hanya sekadar kewajiban administratif sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, tetapi juga menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi bersama antara pemerintah daerah dan DPRD terhadap pelaksanaan program pembangunan.
“LKPJ ini merupakan ruang evaluasi bagi kita semua untuk memastikan setiap rupiah dalam APBD dikelola secara optimal dan benar-benar memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat Batam,” ujar Amsakar di hadapan anggota dewan.
Salah satu capaian utama yang disampaikan dalam laporan tersebut adalah peningkatan pendapatan daerah pada tahun 2025. Pendapatan Kota Batam tercatat sebesar Rp4,29 triliun, atau meningkat sekitar Rp331,24 miliar dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp3,96 triliun.
Menurut Amsakar, peningkatan tersebut tidak terlepas dari upaya optimalisasi dan intensifikasi pajak daerah, yang berjalan seiring dengan mulai pulihnya aktivitas ekonomi dan meningkatnya dinamika investasi di Kota Batam.
“Hal ini menunjukkan bahwa perekonomian Batam terus bergerak positif dan semakin bergairah,” ujarnya.
Selain memaparkan kinerja keuangan daerah, Amsakar juga menyampaikan berbagai capaian kinerja di sektor pelayanan publik sepanjang tahun 2025.
Beberapa di antaranya meliputi peningkatan kualitas layanan di bidang pendidikan dan kesehatan, penguatan tata kelola pemerintahan, serta berbagai program pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah Kota Batam juga berhasil meraih sejumlah penghargaan tingkat nasional, di antaranya predikat Kota Terinovatif dalam ajang Innovative Government Award (IGA) serta pengakuan sebagai Kota Layak Anak.
Capaian tersebut, menurut Amsakar, merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran pemerintah daerah, dukungan DPRD, serta partisipasi aktif masyarakat dalam mendorong pembangunan Kota Batam.
Menutup rangkaian rapat paripurna, Amsakar secara simbolis menyerahkan draf LKPJ Tahun Anggaran 2025 kepada pimpinan DPRD Kota Batam untuk dibahas lebih lanjut.
Ia berharap sinergi antara eksekutif dan legislatif dapat terus terjaga dalam proses pembahasan tersebut guna menyempurnakan arah kebijakan pembangunan daerah ke depan.
“Kami menantikan rekomendasi DPRD sebagai bahan evaluasi. Masukan dan kritik konstruktif dari DPRD akan menjadi pedoman penting dalam mewujudkan Batam yang lebih maju, kompetitif, dan berdaya saing,” tutup Amsakar. (*)