SilabusKepri.co.id, Batam | Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, H Muhammad Rudi membuka Pameran dan Bisnis Kemaritiman “5th Indonesia Marine & Offshore Expo (IMOX) 2022 Kadin Batam, di Hotel Radison Sukajadi, Batam, Kepulauan Riau, (03/08/2022).
Pembukaan even tersebut ditandai dengan penekanan tombol sirene yang dilakukan oleh Rudi bersama Kepala Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Batam, Jadi Rajagukguk, serta anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Batam.
Dalam sambutannya, Rudi mengatakan bahwa membangun Batam bukan hal yang sulit jika semua pemangku kebijakan dapat bersatu dan bekerja sama. Rudi menyebut ada 4 sektor besar yang harus diselesaikan selama dirinya menjabat sebagai Kepala BP Batam.
1. Bandara Hang Nadim akan dibangun berstandar Internasional yang kontraknya diserahkan ke PT BIB dengan kontrak 3 tahun dari Juli 2022 s/d 2025. Diproyeksikan, bandara tersebut mampu menampung 40-50 juta penumpang masuk per tahun
2. Jalan dari Batu Ampar menuju Bandara Hang Nadim akan rampung sampai 2024, sementara pohon akan ditanam pada akhir bulan ini
3. Pembangunan container train di pelabuhan Batu Ampar yang saat ini barangnya masih berada di Korea dan akan segera diselesaikan
“Kemudian yang keempat rumah sakit, izinnya akan keluar dan kita akan punya rumah sakit yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sekupang dan ini sedang proses semoga cepat selesai, sehingga orang tak lagi berobat ke luar negeri,” ucap Rudi.
Lebih lanjut Rudi menyampaikan bahwa geografis kota Batam didominasi oleh lautan. Menurutnya, jika darat tidak segera di-clear-kan, maka laut juga akan menjadi masalah. Oleh karena itu, Rudi meminta agar semua pihak ikut terlibat dalam percepatan pembangunan Batam.
“Mari sama sama kita waktu masih ada tidak ada kata terlambat kita jalan terus . Sehingga apa yang kita bangun bisa kita wariskan buat anak cucu kita,” tutupnya.
Sementara itu, Jadi Rajagukguk menyampaikan bahwa expo ini merupakan kali pertama dilakukan di Indonesia pasca 2 tahun dilanda pandemi. Ia berharap agar kegiatan ini mampu menggeliatkan iklim investasi di kota Batam dan berdampak pada industri kemaritiman di Batam.
Jadi memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di atas Amerika dan China. Hal tersebut tidak terlepas dari kontribusi Batam ke Indonesia terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurutnya, ada 3 faktor yang menarik investasi di Batam yakni keamanan dari pihak Kepolisian dan TNI, kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan konsistensi kebijakan untuk menjaga agar kontinuitas kebijakan tetap berjalan.
“Ketiga faktor ini sangat penting untuk diperhatikan, sehingga dapat menjadi lampu pijar untuk menerangi Batam ini. Untuk itu event ini di gelar untuk mengubah Batam dari sunset menjadi sunrise,” tutupnya.
Untuk diketahui, sebanyak 120 peserta yang ikut dalam pameran tersebut yang berasal dari Singapura, Malaysia, India dan negara lainnya. Sementara 34 perusahaan yang ikut berasal dari Indonesia termasuk Batam. (SOP).