Silabuskepri.co.id | BATAM – Aktivitas cut and fill berskala besar yang berlangsung di kawasan Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji, Kota Batam, menuai perhatian masyarakat. Sebuah bukit yang sebelumnya ditutupi vegetasi hijau tampak mengalami perubahan bentang alam secara signifikan setelah dilakukan pengerukan menggunakan alat berat.
Dari pantauan lapangan pada Kamis (4/6/2026) sekitar pukul 02.11 WIB, sejumlah alat berat terlihat beroperasi di lokasi. Pada saat yang sama, puluhan truk tronton tampak keluar masuk area proyek untuk mengangkut material tanah dan batu hasil pengerukan.
Aktivitas tersebut diduga berlangsung hingga larut malam bahkan memasuki dini hari. Intensitas lalu lintas kendaraan berat yang cukup tinggi menimbulkan pertanyaan dari masyarakat mengenai legalitas kegiatan serta pengawasan terhadap dampak lingkungan yang mungkin ditimbulkan.
Selain perubahan kondisi bukit yang cukup mencolok, warga sekitar juga mengeluhkan dampak yang dirasakan secara langsung. Material tanah yang berjatuhan dari kendaraan pengangkut disebut menyebabkan debu beterbangan di sepanjang ruas jalan yang dilalui truk-truk tersebut.
Menurut sejumlah pengguna jalan, kondisi tersebut kerap terjadi pada pagi hari dan dinilai berpotensi mengganggu kenyamanan serta keselamatan pengendara.
“Kalau pagi debunya cukup tebal. Kadang material juga tercecer di jalan. Kami berharap ada pengawasan dan penyiraman jalan secara rutin agar tidak membahayakan pengguna jalan,” ungkap salah seorang warga yang melintas di kawasan tersebut.
Saat dikonfirmasi di lokasi, salah seorang pekerja mengaku tidak mengetahui tujuan pengangkutan material maupun pihak yang bertanggung jawab atas kegiatan tersebut.
“Saya tidak tahu bang, mau dibuang ke mana. Pengawasnya juga tidak ada di sini,” ujarnya singkat.
Keterangan tersebut semakin menimbulkan pertanyaan publik terkait status kegiatan yang sedang berlangsung, termasuk mengenai keberadaan izin cut and fill, persetujuan lingkungan, dokumen teknis, hingga pihak perusahaan atau penanggung jawab yang menjalankan aktivitas tersebut.
Sebagaimana diketahui, kegiatan pematangan lahan melalui cut and fill pada prinsipnya wajib memperhatikan ketentuan perizinan, tata ruang, perlindungan lingkungan hidup, keselamatan lalu lintas, serta pengelolaan dampak yang timbul terhadap masyarakat sekitar.
Masyarakat pun meminta instansi terkait seperti BP Batam, Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Dinas Perhubungan Kota Batam, Satpol PP, serta Ditreskrimsus Polda Kepulauan Riau untuk melakukan pemeriksaan lapangan secara menyeluruh guna memastikan seluruh aktivitas yang berlangsung telah memenuhi ketentuan hukum yang berlaku.
Beberapa hal yang dinilai perlu dilakukan verifikasi antara lain:
Status dan kelengkapan izin kegiatan cut and fill yang dilakukan di lokasi.
Keberadaan dokumen lingkungan dan persetujuan teknis yang dipersyaratkan sesuai regulasi.
Kajian serta persetujuan Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) mengingat tingginya aktivitas kendaraan berat.
Kepatuhan terhadap standar keselamatan jalan, pengangkutan material, serta pengendalian pencemaran debu.
Potensi dampak ekologis akibat berkurangnya tutupan vegetasi dan perubahan topografi kawasan.
Pengamat lingkungan menilai bahwa perubahan bentang alam dalam skala besar tanpa pengelolaan yang baik dapat memunculkan berbagai risiko, mulai dari meningkatnya potensi erosi, sedimentasi, banjir lokal, hingga berkurangnya fungsi kawasan resapan air.
Karena itu, pengawasan dini dinilai menjadi langkah penting agar potensi dampak lingkungan dapat dicegah sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih luas.
Publik berharap pemerintah dan aparat penegak hukum dapat melakukan pengecekan secara terbuka dan profesional sehingga tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat. Transparansi terkait status perizinan dan kepatuhan terhadap regulasi dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan hidup di Kota Batam.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak perusahaan maupun penanggung jawab kegiatan yang diduga mengelola aktivitas cut and fill di lokasi tersebut belum memberikan keterangan resmi. Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna memperoleh informasi yang berimbang.
[Red]