Silabuskepri.co.id | Bengkulu Selatan – Duka yang dirasakan warga korban kebakaran di Desa Talang Indah, Kecamatan Bunga Mas, dan Desa Limus, Kecamatan Kedurang Ilir, turut menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan.
Sebagai wujud kepedulian dan komitmen pemerintah terhadap masyarakat yang tertimpa musibah, Bupati Bengkulu Selatan, H. Rifai Tajudin, menyerahkan langsung bantuan melalui program MEMBARA (Membangun Bersama Rakyat) kepada para korban kebakaran, Jumat (19/6/2026).
Penyaluran bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari langkah cepat pemerintah daerah yang sebelumnya telah bergerak memberikan bantuan darurat sesaat setelah peristiwa kebakaran terjadi. Kali ini, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan kembali hadir untuk memastikan para korban tetap mendapatkan perhatian dan dukungan di tengah proses pemulihan pascabencana.
Melalui Program MEMBARA, setiap korban terdampak menerima bantuan tunai sebesar Rp1.000.000 sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap kebutuhan mendesak yang dihadapi masyarakat pascakebakaran.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Rifai Tajudin menyampaikan bahwa kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah bukan sekadar menjalankan kewajiban administratif, melainkan bagian dari tanggung jawab moral untuk memastikan masyarakat tidak menghadapi cobaan seorang diri.
“Musibah adalah ujian yang tidak pernah kita harapkan. Karena itu, pemerintah harus hadir untuk memberikan dukungan, baik secara materi maupun moril. Mungkin bantuan ini nilainya tidak besar, tetapi kami berharap dapat sedikit meringankan beban dan membantu memenuhi kebutuhan mendesak para korban,” ujar Rifai.
Ia juga menyampaikan rasa prihatin dan empatinya kepada seluruh keluarga yang terdampak musibah kebakaran.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan dan pribadi, kami turut merasakan duka yang dialami para korban. Semoga bapak dan ibu diberikan kekuatan, ketabahan, serta kemudahan dalam bangkit kembali menjalani kehidupan seperti sediakala,” ucapnya.
Menurut Rifai, semangat MEMBARA (Membangun Bersama Rakyat) bukan hanya slogan pembangunan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, terutama ketika mereka sedang berada dalam situasi sulit.
Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus berupaya memberikan pelayanan yang cepat, responsif, dan berpihak kepada rakyat, termasuk dalam penanganan berbagai musibah yang menimpa masyarakat.
“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa pemerintah tidak hanya hadir saat kondisi baik-baik saja, tetapi juga hadir ketika rakyat sedang membutuhkan uluran tangan. Pemerintah harus menjadi bagian dari solusi dan penguat bagi masyarakat,” tegasnya.
Langkah cepat dan berkelanjutan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan melalui Program MEMBARA menjadi bukti bahwa kepedulian sosial tetap menjadi salah satu prioritas utama dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Kehadiran langsung Bupati di lokasi penyerahan bantuan juga menjadi pesan bahwa setiap duka yang dialami masyarakat adalah duka bersama yang harus dihadapi dengan semangat gotong royong dan kebersamaan.
Dengan semangat Membangun Bersama Rakyat, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan berharap para korban dapat segera bangkit, menata kembali kehidupan, serta tetap optimistis menghadapi hari-hari ke depan.
Sebab pada hakikatnya, kehadiran pemerintah bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga menjaga harapan dan memastikan tidak ada masyarakat yang merasa ditinggalkan saat dilanda musibah.
(Ferry)