Silabuskepri.co.id , TANJUNGPINANG — Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengataksn siap hadapi tantangan rencana masyarakat yang tergabung dalam wadah Forum Keprihatinan Masyarakat Peduli Kepri (FKMPK) yang direncanakan akan menggelar aksi keprihatinan.
”Biasa-lah, mereka menyampaikan aspirasi. Terserah mereka, biasa itu. Yang paling penting, aksi harus sesuai aturan. Jangan keluar dari tujuan semula,” kata Nurdin, usai menghadiri dialog interaktif refleksi 2,5 tahun pemerintahannya, di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Kamis, (08/03/2018)
Masyarakat, katanya, biasa menyampaikan aspirasi. Karena, aspirasi itu merupakan bagian dari demokrasi.
”Biar saja, nanti kita jawab. Menyampaikan aspirasi itu bagus. Yang namanya demokrasi, bebas mengeluarkan pendapat. Namun kita harapkan sesuai dengan kaidah aturan, santun sebagaimana kita orang Melayu,” ujarnya terlihat santai memberi reaksi terkait rencana aksi ini.
Masih kata Nurdin, aspirasi yang disampaikan masyarakat jangan jadi beban. Aspirasi ini merupakan bentuk lain membangun komunikasi.
”Kita jangan mengganggap apa yang disampaikan nanti menjadi beban, karena itu berarti masyarakat masih mau membangun komunikasi dengan bagus. Kalau ada saran masukan, ya kita terima. Mudah-mudahan searah dengan pemikiran kita,” kata Nurdin.
Terpisah, Ketua FKMPK, Andi Cori Fatahuddin, mengatakan, kesiapan menggelar aksi keprihatinan terhadap Pemerintahan Gubernur Nurdin Basirun beserta jajaran, telah maksimal.
Dalam hitungan angka, katanya, aksi akan dihadiri ribuan warga yang merasa senasib dan sepenanggungan.
”Beberapa tokoh masyarakat, organisasi sosial, organisasi politik dan organisasi kemasyarakatan, mahasiswa, aktivis, dan sebagainya, menyatakan telah siap mendukung dan siap hadir dalam aksi ini,” kata Andi Cori Fatahuddin.
Pihak lainnya akan hadir, 45 anggota DPRD Provinsi Kepri, Para Pejuang Pembentukan Provinsi Kepri, Pengurus Partai Politik, Akademisi, dan sebagainya. (sijorikepri)