Batam, Silabuskepri.co.id – Berdiri sejak tahun 2000, Gereja Bethel Indonesia (GBI) yang bertempat di Kampung Pasir Indah, Kelurahan Kebing, Kecamatan Batuaji hingga kini belum juga mengantongi legalitas lahan secara resmi dari pihak Badan Pengusahaan kota Batam (BP Batam).

Pdt. WS Sinaga selaku pengelola gereja mengatakan, pihaknya sudah melayangkan surat permohonan alokasi lahan tersebut kepada BP Batam sejak tahun 2003 lalu, bahkan terhitung untuk surat permohonan sudah diajukan sebanyak 8 kali hingga tahun 2016, dan mendapat balasan sebanyak 3 kali dari BP Batam.

BACA JUGA :

“Mulai tahun 2006 kita sudah ajukan sebanyak 8 kali, terakhir tahun 2016. Balasan dari BP Batam ada 3 kali, yang pertama balasannya tahun 2008 mengatakan tidak memenuhi, terus balasan kedua tahun 2014 dan balasan ketiga tahun 2015 balasannya berubah dengan mengatakan lahan tersebut sudah dialokasikan kepada pihak lain,” kata WS Sinaga kepada awak media ini.  Senin (31/8/2020).

Lanjut Pdt.WS Sinaga, pihaknya pernah didatangi oleh pihak yang mengaku pemilik lahan tersebut. Namun saat itu, orang tersebut tidak bisa menunjukkan legalitasnya.

“Dulu, pernah ada seseorang datang mengaku lahan ini miliknya, lahannya katanya sekitar 10.000 M, alasannya mau buat yayasan, namun sampai sekarang orang itu tidak pernah datang lagi. Makanya kita berharap ada penjelasan dan solusi dari BP Batam terkait lahan ini,” pungkasnya.

BACA JUGA :

Pihaknya berharap BP Batam memberikan solusi agar lahan gereja mereka memiliki kejelasan.

“Kami memohon kepada BP Batam untuk mempertemukan kami pengurus gereja dengan yang mengaku pemilik lahan, dan mencari solusi terkait lahan tersebut,” tutupnya.

Sementara itu, informasi yang diterima Silabuskepri.co.id, lahan tersebut dikuasai oleh oknum mafia lahan sekitar 10.000 M untuk bisnis lahan dengan modus pengajuan alokasi yayasan.

Belakangan, oknum tersebut diduga telah menjual lahan tersebut kepada pihak Developer sekitar 7.500M, sementara untuk sisanya yang 2.500 M, pihak Developer tidak mau membeli dikarenakan diatas lahan tersebut sudah berdiri gereja.

BACA JUGA :

Hingga berita ini dikirim, Silabuskepri.co.id belum mendapat penjelasan dari pihak BP Batam.
(Pino Siburian)