Jelang Hari Raya Imlek, Polres Karimun Gelar Rapat dengan Tokoh Agama

Karimun, Silabuskepri,co.id — Jelang Hari Raya Imlek 2570, tahun 2019 yang jatuh pada hari Selasa9 5 Februari 2019. Polres Karimun melaksanakan Rapat koordinasi Lintas Agama bersama Instansi terkait serta para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Kamis (31/1/19) di Ruangan Rupatama Mapolres.

Pada kesempatan itu, Wakapolres Karimun, Kompol Agung Gima Sunarya mengatakan, dalam hasil rapat koordinasi bersama lintas agama dan tokoh masyarakat tersebut, menghasilkan tujuh poin kesepakatan yang harus ditaati bersama dalam rangka persiapan pengamanan perayaan Hari Raya Imlek tahun ini.
Adapun butir butir kesepakatan, Kata wakapolres, yakni

Pertama, sepakat untuk senantiasa memelihara kerukunan, keharmonisan, kesetiakawanan, kebersamaan, persatuan dan kesatuan di wilayah Kabupaten Karimun.

Kedua, Sepakat untuk saling menghormati dan menghargai selama berlangsungnya perayaan Imlek 2570 tahun 2019 di wilayah Kabupaten Karimun.

Ketiga, sepakat untuk menyelesaikan permasalah secara kekeluargaan, apabila terjadi perselisihan dengan meredam gejolak dan tidak melakukan upaya upaya provokatif.

Keempat, sepakat untuk bersama Pemkab Karimun dan Polres Karimun dalam mengawal perayaan tahun baru Imlek yang aman ,dan kondusif.

Kilima, sepakat untuk tidak terpengaruh dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi baik Nasional maupun Internasional,yang bersentuhan dengan terganggunya kerukunan masyarakat di Kabupaten Karimun.

Keenam, agen penjual kembang api harus mengacu pada Perkap Nomor 17 tahun 2017 tanggal 10 November tentang perizinan, pengamanan, pengawasan,dan pengendalian bahan peledak komersial penggunaan kembang api maksimal ukuran 2 inci.

Ketujuh, untuk penyalaan kembang api pada pukul 23:00 WIB s/d 01:00 WIB dan penyalaan Mercon atau Petasan hanya diperbolehkan di Vihara dan Cetya pada pukul 20:00 WIB s/d 00:30 WIB.

Sementara, penyalaan petasan dan kembang api pada siang hari diatur oleh masing masing Kapolsek ataupun Camat, selain tidak terbentur dengan waktu ibadah agama umat muslim yang mana sebelum azan dan setengah jam setelah pelaksanan sholat dilarang menyalakan petasan.

Hal ini dikatakan Wakapolres Karimun, Kompol Agung Gima Sunarya usai Rapat Koordinasi dengan Lintas Agama dan tokoh masyarakat. Dia menambahkan, agar seluruh komponen masyarakat bisa saling menjaga ketertiban.

” marilah kita jaga kerukunan umat beragama di Kabupaten Karimun ini, itulah yang memang wajib kita turunkan kepada anak dan cucu kita, tentunya hanya satu supaya Kabupaten Karimun tetap aman, damai ,dan kondusif kedepannya,’ tandasnya

Agung berpandangan bahwa kerukunan umat beragama di Kabupaten Karimun ini sudah sangat baik, cuma di Kabupaten Karimun ini, sangat tinggi toleransi umat beragama.” cetusnya lagi.

Sementara itu, Wakil ketua PSMTI Kabupaten Karimun Darma Prananta mengatakan, kami sudah puluhan tahun merayakan Tahun Baru Imlek, namun tahun 2019 ini Perayaan Tahun Baru Imlek daerah Meral – Balai yang paling meriah, apalagi dengan adanya informasi lewat Facebook para wisatawan yang datang dari Singapura dan Malaysia ke Karimun akan banyak.” Ujarnya singkat. (James Nababan)

 

You might also like