Silabuskepri.co.id, Karimun — Warga Bukit Tembak kelurahan sungai raya kecamatan Meral, Karimun menemukan minuman mineral bercampur dengan lumut berwarna kehijauan dalam kemasan cup merek Atarin. Penemuan minuman tak steril itu sempat menghebohkan warga sekitar, bahkan mencemaskan warga yang mengetahui munuman tak steril itu jika tetap beredar di pasasaran.

Minuman mineral berisi lumut berwarna kehijauan itu di beli oleh salah seorang warga di sebuah Ruko (rumah toko) yang tak jauh dari rumahnya.
” Saya membeli minuman mineral cup merek Atarin yang diproduksi oleh PT. Tritarta Argajaya dari sebuah ruko. anehnya ketika saya ingin minum dari kemasan itu, saya melihat ada benda aneh yang membuat air mineral dalam kemasan berubah warna atau tak bening lagi, Saya pun mengurungkan niat untuk membuka kemasan atau tak jadi saya minum,” ujar warga yang tidak mau namanya dipublikasikan kepada silabuskepri.co.id , Jumat siang   (18/5/18)

Meski dalam kemasan tertulis tulisan promosi yang di produksi PT. Tritarta Argajaya berasal dari mata air Gunung jantan Karimun tidak menjadi suatu jamaninan bahwa produksi air mineral itu higienis.

Menurutnya , air mineral kemasan itu sangat tidak layak untuk diminum tentunya dapat menyebabkan gangguan kesehatan.” ujarnya sembari menunjukkan kemasan air mineral yang berwana kehijauan itu.

Untuk mencari kebenaran informasi tersebut, silabuskepri.co.id mencoba mendatangi Distributor Atarin yang terletak di jalan poros, Karimun.

A Cun Distributor PT.Tirta Argajaya kepada silabuskepri.co.id mengaku bahwa Air minum kemasan cup tersebut adalah produk lama atau barang yang tidak sempat ditarik dari peredaran dari konsumen (penjual).

Untuk lebih jelasnya, Kata A cun, dia menyarankan silabuskepri.co.id untuk mendatangi perusahaan tersebut yang berada di desa Pongkar kecamatan Tebing.

Kepala Dinas kesehatan Karimun Rachmadi ketika dikonfirmasi Silabuskepri.co.id menampik bahwa dalam hal itu pihak dinas kesehatan Karimun tidak pernah diundang atau dilibatkan dalam urusan tersebut.

” Ini adalah urusan BPOM, kami tidak ada kaitannya, Lain halnya dengan air minum kemasan isi ulang,” ucapnya singkat. (James.n)