Bupati Rafiq Temui Landra Penderita Kanker Otak dan Berikan Pekerjaan Orang Tua Landra

0
45

Silabuskepri.co.id, Karimun — Bupati Karimun, Dr. H. Aunur Rafiq, Sos, M. Si. menyambangi RSUD Muhammad Sani untuk bertemu dengan orang tua dari Landra Wiguna Penderita Kanker Otak di Selasa ( 2/7/19).

Disela kesibukannya melaksanakan tugas pemerintahan, Bupati Rafiq menyempatkan diri untuk bertemu dengan orang tua dari salah seorang warga yang menderita penyakit Kanker Otak.

Dia juga menjenguk Landra Wigun yang sedang menjalani perawatan usai menjalani operasi di RSUD Muhammd Sani. Dalam kunjunganya tersebut, Bupati Rafiq didampingi Kadis Kesehatan, Rachmadi dan Direktur RSUD Muhammad Sani, Zulhadi.

Melihat kondisi Landra, Bupati Rafiq sangat prihatin melihat kondisi landra dan orang tua Landra

“Ya, setelah melihat kondisi kesehatan Landra dan orang tuanya yang tak memiliki pekerjaan tetap, kita sangat prihatin,” kata Rafiq

Pada pertemuan itu Bupati juga mendapat informasi bahwa orang tua Landra tidak memiliki pekerjaan untuk menyambung hidup. Mengetahui hal itu spontan Rafiq meminta Kadis Kesehatan dan Direktur RSUD Muhammad Sani untuk membantu pengurusan Peserta BPJS Landra Wiguna.

“BPJS kita harapkan dapat membiayai pengobatan Landra Wiguna selama perawatan di RSUD Muhammad Sani.” Kata Rafiq

Pertemuan tersebut juga sebagai pintu berkat bagi orang tua Landra, menyusul diberikanya kesempatan bekerja sebagai tenaga kotrak kebersihan di Dinas Kebersihan oleh Bupati.

Mendengar apa yang telah disampaikan oleh Bupati Karimun sontak orang tua Landra Wiguna kaget bercampur haru sekaligus bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Bupati Karimun yang telah banyak membantunya.

Bupati berharap mudah mudahan kondisi kesehatan Landra Wiguna bisa semakin membaik sehingga bisa kembali menjalani kegiatan dan aktifitasnya sehari – hari dan orang tua Landra bisa menjalani pekerjaannya.

Pada kesempatan itu, usai pertemuan itu Bupati menyempatkan diri meninjau Mesin pencuci darah yang baru dimiliki oleh RSUD Muhammad Sani di ruang Hemodealisa. (Razali)

BAGIKAN
Berita sebelumyaDaya Tampung 288 Orang, Calon Siswa SMAN 17 Batam Membludak
Berita berikutnyaPELETAKAN BATU PERTAMA PEMBANGUNAN MESJID AL-IHSAN
Redaksi Pelindung : Tuhan Yang Maha Esa Penasehat : Brigjen Purn Parasian Simanungkalit,SH, MH. Susunan Redaksi Pemimpin Umum / Penanggung Jawab Gusmanedy Sibagariang AMD Pemimpin Redaksi Tumpak Simbolon, SH Pengembangan dan Periklanan Rismauli Sinaga Redaktur : Sandi Pusaka Herman , Niko. S Korlip : Pineop Siburian Wartawan Batam : Tumpak Simbolon, Ramli, Manguji Silaban, Mirwansyah Biro Tj Balai karimun : — Biro Lingga : Suarman wartawan : Juhari Biro Anambas : M Yanis wartawan : Firmandani Biro Natuna : Nizar Biro Bintan : Edy Biro Tanjungpinang : Mayer S Perwakilan Riau Daratan : Perwakilan Zona Sumatera Perwakilan Riau dan Biro Pelelawan : Pranseda Simanjuntak Kampar : Perwalikan zona Jawa : Perwalikan zona indonesia Tumur : Perwakilan zona Kalimantan : Bidang Pengembangan Usaha Marketing Maneger : Jeni Kartika Sinaga Badan Hukum : PT. Goes Siber Mandiri Sukses Nomor AHU : 0054024.AH.01.01 NPWP : 80.762.640,3-225.000 Nomor TDP : 33.10.1.58.18242 No SIUP : 02137/BPMPTSP-BTM/PAK/2016 Alamat : Kompleks Ruko Rabayu Blok E No. 2 Tembesi, Sagulung, Kota Batam, Kepulauan Riau, Indonesia Kode pos : 29439 Telepon : 0778-7432139 Hp +628127063321 Email : redaksisilabus@gmail.com SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN KEMERDEKAAN menyatakan pikiran dan pendapat merupakan hak asasi manusia yang tidak dapat dihilangkan dan harus dihormati. Rakyat Indonesia telah memilih dan berketetapan hati melindungi kemerdekaan menyatakan pikiran dan pendapat itu dalam Undang-Undang Dasar 1945. Kemerdekaan pers adalah salah satu wujud kedaulatan rakyat dan bagian penting dari kemerdekaan menyatakan pikiran dan pendapat. Wartawan adalah pilar utama kemerdekaan pers. Oleh karena itu dalam menjalankan tugas profesinya wartawan mutlak mendapat perlindungan hukum dari negara, masyarakat, dan perusahaan pers. Untuk itu Standar Perlindungan Profesi Wartawan ini dibuat: Perlindungan yang diatur dalam standar ini adalah perlindungan hukum untuk wartawan yang menaati kode etik jurnalistik dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya memenuhi hak masyarakat memperoleh informasi; Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan memperoleh perlindungan hukum dari negara, masyarakat, dan perusahaan pers. Tugas jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi melalui media massa; Dalam menjalankan tugas jurnalistik, wartawan dilindungi dari tindak kekerasan, pengambilan, penyitaan dan atau perampasan alat-alat kerja, serta tidak boleh dihambat atau diintimidasi oleh pihak manapun; Karya jurnalistik wartawan dilindungi dari segala bentuk penyensoran; Wartawan yang ditugaskan khusus di wilayah berbahaya dan atau konflik wajib dilengkapi surat penugasan, peralatan keselamatan yang memenuhi syarat, asuransi, serta pengetahuan, keterampilan dari perusahaan pers yang berkaitan dengan kepentingan penugasannya; Dalam penugasan jurnalistik di wilayah konflik bersenjata, wartawan yang telah menunjukkan identitas sebagai wartawan dan tidak menggunakan identitas pihak yang bertikai, wajib diperlakukan sebagai pihak yang netral dan diberikan perlindungan hukum sehingga dilarang diintimidasi, disandera, disiksa, dianiaya, apalagi dibunuh; Dalam perkara yang menyangkut karya jurnalistik, perusahaan pers diwakili oleh penanggungjawabnya; Dalam kesaksian perkara yang menyangkut karya jurnalistik, penanggungjawabnya hanya dapat ditanya mengenai berita yang telah dipublikasikan. Wartawan dapat menggunakan hak tolak untuk melindungi sumber informasi; Pemilik atau manajemen perusahaan pers dilarang memaksa wartawan untuk membuat berita yang melanggar Kode Etik Jurnalistik dan atau hukum yang berlaku.