Batam, Silabuskepri.co.id — Pengurus dan Panitia festival tor tor dan pesta budaya yang akan diselenggarakan di kota Batam pada bulan Juni mendatang melakukan silaturahmi dengan sejumlah anggota DPRD Batam. Kamis, (13/2/2020) bertempat di rumah makan ikan bakar Cianjur Batam Center.

Pada kesempatan tersebut, Ketua panitia Niko Nixon Situmorang menjelaskan terkait kegiatan yang akan diselenggarakan tersebut bertujuan untuk melestarikan budaya Batak di kota Batam.

“Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya dalam melestarikan budaya Batak di kota Batam. Kita melihat pengaruh perkembangan zaman sangat kuat mempengaruhi generasi muda untuk melupakan nilai nilai budaya secara khusus budaya Batak, Kondisi dan situasi ini mendorong dan memotivasi kita untuk melakukan kegiatan vestifal dalam rangka menanamkan nilai nilai budaya kepada generasi kita, supaya mereka mengenal budaya kita,” kata Nixon.

Nixon menambahkan. Selain kegiatan festival tortor dan pesta budaya Batak, pihaknya juga mengadakan seminar budaya batak.

“Kita juga akan mengadakan acara seminar budaya Batak. Dimana, dalam seminar tersebut narasumber nantinya akan menjelaskan pemaparan untuk memahami dan melestarikan akar budaya, philosophy, nilai kehidupan moral budaya Batak dan bagaimana cara kita akan tantangan budaya batak terhadap perubahan zaman dan arus modernisasi,” pungkas Nixon.

Sementara itu, Darwis Siagian selaku ketua panguyuban Persaudaraan Jawa Batak Tionghoa (PEJABAT) menyampaikan bahwa pihaknya selaku penggagas kegiatan tersebut adalah bentuk kehadiran Pejabat sebagai organisasi lintas tiga suku yang salah satunya adalah suku Batak.

“Sebelumnya Pejabat telah melakukan hal yang sama. Tapi tahun kemarin suku Jawa yang jadi tuan rumah, dan untuk tahun ini, suku Batak menjadi tuan rumah,” kata Darwis.

Darwis menuturkan. Gagasan untuk membuat acara festival tortor dan pesta budaya adalah inisiatif Pejabat dan panitia untuk memperkenalkan budaya Batak di kota Batam, dan sekaligus mempersatukan suku Batak dan juga suku lainnya melalui pesta budaya nantinya.

“Memang acara yang dipertandingkan dalam festival itu adalah tortor Batak Toba, namun di pesta budaya nantinya, suku lain diberikan ruang untuk memperkenalkan budayanya masing-masing, sehingga persaudaraan antar suku di kota Batam tetap bersatu dan saling melestarikan dan menjaga,” tutur Darwis.

Lanjut Darwis, persiapan pengurus dan panitia untuk melakukan kegiatan tersebut berjalan dengan baik dengan
bekerja sama dengan Yayasan Pelestari Kebudayaan Batak (YPKB) Medan dan juga JESPARAGO (Sanggar Budaya Batak) Batam.

“Kegiatan ini tidak diboncengi unsur politik dan murni untuk melestarikan budaya kita di kota Batam. Kita berharap masukan dan dukungan para Anggota DPRD Batam, supaya acara tersebut bisa berlangsung dengan baik dan sesuai dengan harapan,” tutup Darwis.

Mendegar penjelasan dari Pejabat dan panitia, sekitar 10 orang anggota DPRD Batam yang hadir pada pertemuan tersebut mengucapkan apresiasi kepada Pejabat dan seluruh panitia akan gagasan dan kerja keras mereka untuk menwujudkan acara tersebut nantinya dilaksanakan.

“Kita apresiasi gagasan Pejabat dan kerja keras panitia. Kami selaku wakil rakyat mendukung penuh acara ini dilaksanakan sebagai bentuk tindakan nyata kita untuk menjaga dan memperkenalkan budaya kepada generasi kita dan juga masyarakat yang ada di kota Batam,” kata Dandis Rajagukguk anggota DPRD Batam dapil IV Sagulung ini.

Anggota DPRD Batam lain yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah Mulia Rindo Purba (wakil rakyat dapil 4 Sagulung), Berton panggabean (wakil rakyat dapil  3 Bulang-Galang-Nongsa-Seibeduk), Tumbur Sihaloho (wakil rakyat dapil 3 Bulang-Galang-Nongsa-Seibeduk), Jimmy Nababan (wakil rakyat dapil 5 Batuaji), Tumbur Hutasoit (wakil rakyat dapil 5 Batuaji), Thomaas Sembiring (wakil rakyat dapil 1 Batam kota), Rubina Situmorang (wakil rakyat dapil 2 Bengkong-Batu Ampar), Tohap Erikson Pasaribu (wakil rakyat dapil 5 Batuaji). (P. Sib)